Sabtu Adven II, 11 Desember 2010

Sir 48: 1-4.9-11  +  Mzm 80  +  Mat 17: 10-13

 

 

Lectio :

Kegagahan dan kejayaan Elia dalam sejarahnya diperdengarkan kepada kita. Dia memang orang hebat, dia mampu mengunci surge, sehingga tidak turun hujan untuk beberapa waktu lamanya, dan dia mampu memperganda mukjizat-mukjizat. Berbahagialah orang yang melihat dia.

 

Meditatio :

'Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu. Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub'.

Betapa agungnya penampilan Elia yang menggetarkan banyak orang, dia memang orang hebat, dan penampilannya sungguh-sungguh menggetarkan banyak orang! Dia mampu melakukan segala sesuatu secara menakjubkan, tiada bandingnya. 'Siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?'.  Tidak ada pasti!  Hanya Elia satu-satunya nabi utusan Alah yang hebat dan perkasa tiada bandingnya, dia datang hanya 'untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub'. Sungguh, 'berbahagialah orang yang telah melihat dikau'. Keagungan Elia membawa berkat bagi banyak orang, sebab mereka yang pernah melihatnya dibuatnya bahagia dan damai.

Namun menurut Yesus, sebagaimana kita renungkan beberapa hari lalu, ada orang yang lebih besar daripada Elia, dia lebih hebat dan lebih agung dari Elia, Elia ternyata bukanlah tandingannya, sebab memang 'di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis'. Yohanes Pembaptislah orang yang terhebat dalam sejarah dunia penyelamatan. Bukan Yohanes yang menyatakan dirinya seperti itu, melainkan Yesus Kristus Tuhan!

Dan sebenarnya, dia Yohanes Pembatis itu adalah Elia (Mat 11: 14), tegas Yesus sendiri. Dia tidak datang lagi dalam kehebatan yang menggemparkan itu, tetapi dalam kesederhanaan dan kemiskinan, sehingga tidak ada lagi orang yang mengenalnya, kalau pun tokh berjumpa dia diabaikan dan disingkirkan. 'Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka'.  Dia ditolak oleh orang-orang merindukan kedatangannya, malahan karena kesederhanaannya itu, dan karena 'dia tidak makan, dan tidak minum' dia dikatakan 'kerasukan setan' (Mat 11: 19). Semuanya terjadi, karena memang sang Elia baru itu tidak tampil sesuai dengan gambaran, cita-cita dan bayangan mereka. 'Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka'. Itulah kedatangan sang Anak Manusia untuk pertama kalinya.

 

Bagaimana gambaran kita akan kedatangan Kristus yang kedua kalinya di akhir jaman?

Pada kedatanganNya yang pertama, Dia memang tidak memberi tanda-tanda bagaimana kehadiranNya, yang memang ternyata membawa kayu salib, kelak pada kedatanganNya yang kedua kita akan berhadapan dengan Dia dari muka ke muka, Dia akan membawa mahkota keselamatan, dan saat itulah damai dan sukacita akan terjadi penuh kesempurnaan, pada saat itulah semua orang mengakui dan berkata: 'sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakanNya!' (Mat 25: 9), dan 'pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka, orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan' (Yes 35: 5-7).

Kita siap merindukannya?

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, buatlah kami menjadi orang-orang yang setia dalam mengejar keselamatan, dalam menantikan kedatanganMu yang menyelamatkan itu, dan juga sekarang ini kami berani mengkondisikan diri agar kami kelak siap sedia dan terbiasa  tinggal bersama Engkau.

 

Contemplatio :

Aku bekerja segiat-giatnya demi Tuhan Allah semesta alam.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening