Sabtu Adven Khusus III,

18 Desember 2010

Yer 23: 5-8  +  Mzm 72  +  Mat 1: 18-24

 

 

Lectio :

Tuhan Allah berjanji akan membangkitkan seorang keturunan Daud yang akan menjadikan bangsanya hidup dalam damai, adil dan sejahtera, dan semua orang akan dibuatnya datang kepadaNya, bukan dengan menyebut Dia sebagai Allah yang membebaskan mereka dari Mesir, malahan Allah yang membuat segala bangsa datang kepadaNya. Sungguh hebat Dia!

 

Meditatio :

'Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita'.

Itulah janji yang indah yang pernah diucapkan oleh Tuhan Allah sendiri. Dia akan mengutus seorang Raja yang bijaksana, Dia akan membuat kerajaanNya menumbuhkan keadilan dan kebenaran. Dia sendiri akan disebut Tuhan Keadilan, karena memang Dialah sumber keadilan, dan dari padaNyalah mengalirlah hidup damai.

Kalau dahulu pernah dikatakanNya: 'suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah (Yes 11: 1), ini berarti Tunas yang dimaksudkan itu bukanlah keluarga inti dari Isai, melainkan salah seorang dari keturunannya saja, yang memang hendak meneguhkan takhta Daud, raja besar yang terkenal, karena keadilan dan damai yang pernah diusahakannya; dan kini Raja yang akan datang itu hendak menampilkan kedamaian dan keadilan yang sejati, suatu damai sejahtera yang tidak berkesudahan.

'Sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri'.  Sungguh benar, kalau raja Daud dahulu membangun kerajaan Israel, yang memang pernah terlepas dari perbudakan Mesir, dan mereka kembali dan tetap disatukan sebagai sebagai bangsa Israel, maka kelak pada kedatangan sang Raja damai itu, Dia tidak hanya memperhatikan umat Israel, Dia akan membuat situasi kerajaanNya itu meluas ke mana-mana, ke segala penjuru negeri.

 'Sisa-sisa Israel' itu akan 'keluar dari tanah utara dan dari segala negeri' yang ada pada saat itu, yakni tempat di mana mereka tinggal, mereka akan tersebar 'ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka!', mereka akan pergi ke mana Roh Allah mengutus mereka, namun pada akhirnya 'mereka akan tinggal di tanahnya sendiri', yakni tempat di mana sang Raja itu tinggal dan menetap, sebagaimana dikatakan kemarin 'supaya di mana Aku tinggal, kamu pun ada di situ'. Ke situlah semua bangsa akan mengalir, dan memang di situlah segala-galanya mencapai puncaknya.

Benarlah juga yang kita renungkan kemarin bahwa 'tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa' (Yes 49:10). Tongkat Yehuda akan tetap berada di tangan Israel, tetapi ketika 'dia yang datang dan berhak atasnya', yakni sang Raja damai itu ada di tengah-tengah dunia, 'maka kepadaNya akan takluk bangsa-bangsa', karena memang Dia, sang Raja, yang tidak hanya merajai Israel, keturunan Yehuda, melainkan segala bangsa yang merindukanNya.

Siapakah sang Raja damai itu?

Dialah Yesus Tuhan, seorang Raja yang lahir dalam ketidakberdayaan, namun sesuai dengan namaNya, Dia membangkitkan kehidupan itu, sebab Anak yang akan dikandung seorang perawan yang bernama Maria itu berasal 'dari Roh Kudus'; ini adalah kemauan dan kehendak Allah sendiri, 'Dia adalah Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka, dan Dia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita'. Sungguh agung dan mulia Anak yang lahir itu.

Dia hadir secara nyata semenjak 2000 tahun lalu, sejak tarik Masehi!  Layaklah kalau kita merayakan kelahiranNya dalam pesta Natal nanti. Perayaan Natal kita ungkapkan dengan penuh kerinduan dan sukacita, agar hati dan budi kita menjadi tempat kehadiranNya sendiri, biarlah hati kami yang remuk redam ini menjadi palungan bagiNya. Sebab secara sengaja, Dia tidak mencari yang mewah dan istimewa, tetapi sebuah palungan hati yang dikehendakiNya.

 

Oratio :

Yesus Kristus, sang Raja Adil, datanglah di tengah-tengah kami, sebab memang Engkau Raja Adil dan Murahhati, dan semua bangsa akan datang kepadaMu. Semoga kami siap menyambut dan merayakan kehadiranMu.

Yesus, bagi saudara-saudari kami yang tertimpa bencana, khususnya di Wasior, Mentawai dan Merapi, semoga keberadaan mereka dalam duka dan ketidakpastian, membuat mereka semakin berani berpaut dan merindukan kehadiranMu; semoga kecelakaan alam ini, Engkau jadikan berkat bagi mereka dan menjadi bekal dalam menyambut kehadiranMu yang menyelamatkan.

 

Contemplatio :

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah hadir di tengah-tengah umatMu.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening