Selasa Adven II, 7 Desember 2010

Yes 40: 1-11  +  Mzm 96  +  Mat 18: 12-14

 

 

Lectio :

Yesaya dalam bacaan hari ini menegaskan bahwa Tuhan telah mengampuni segala dosa dan kekurangan umatNya. Semuanya itu terjadi karena kasih setiaNya, malahan Dia mengundang umatNya untuk selalu berpaut pada sabdaNya, dan Dia akan menggembalakan umatNya.

 

Meditatio :

'Hiburkanlah, hiburkanlah umatKu', demikian firman Allah, 'tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya'.

Israel umatNya mendapatkan pengampunan, khususnya orang-orang Yerusalem, yang memang menjadi orang-orang pilihanNya, kota yang kudus. Mereka telah bersalah dan mendapatkan hukuman, tetapi mereka beroleh belaskasih. Mereka telah bebas!

Gambaran belaskasih inilah yang kiranya membuat semua orang untuk semakin berani berserah diri kepadaNya, sekali lagi hanya kepadaNya dan tidak ada yang lain, apalagi apalah kita manusia. Mengapa berserah diri?  Sebab, 'seluruh umat manusia hanyalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafasNya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya'. Dunia dan isinya akan berlalu, tetapi firmanNya akan tetap untuk selama-lamanya.

Namun begitu, Allah tidak memandang remeh umatNya, Dia selalu mengasihi dan mengasihinya. Inilah cinta! Sebab Dia tidak memperhitungkan kelemahan orang yang dikasihiNya; semuanya dilakukan hanya karena cinta. PerlakuanNya terhadap umat yang dikasihiNya itu, seperti seorang gembala terhadap kawanan dombanya. Dikatakan: 'seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternakNya dan menghimpunkannya dengan tanganNya; anak-anak domba dipangkuNya, induk-induk domba dituntunNya dengan hati-hati'.

Itulah yang ditegaskan Yesus juga pada hari ini dalam InjilNya: 'jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, ia pasti akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? dan jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. Yesus mencari dan mencari umatNya, bahkan Dia sering melakukan pekerjaan yang tidak popular dan mendatangkan pertentangan di antara masyarakat, seperti ketika Dia makan di rumah Mateus bersama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa.

Masa Adven ini mengingatkan agar semua orang tetap berpaut pada kerinduannya akan kedatangan Dia yang membawa mahkota abadi, sebab Dia menghendaki semua orang mengenakan mahkota itu, Dia menghendaki agar di antara kita tidak ada yang hilang dan binasa. Dia amat mengasihi kita umatNya.

 

Oratio :

Yesus Kristus, kedatanganMu menunjukkan kepada kami bahwa Engkau sungguh-sungguh mengasihi kami. Engkau tidak memperhitungkan kelemahan dan dosa kami; asal kami mau datang, Engkau akan selalu membuka tanganMu menerima kami.

Yesus buatlah kami semakin merindukan Engkau, amin.

 

Contemplatio :

Aku rindu akan kedatanganMu ya Tuhan.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening