Selasa Adven III, 14 Desember 2010

Zef 3: 1-2.9-13  +  Mzm 34  +  Mat 21: 28-32

 

 

Lectio :

Tuhan Allah memberikan bibir yang bersih kepada segenap umatNya, supaya mereka berbalik memuji Tuhan, dan bahkan kalau mereka tetap jauh daripadaNya, Ia akan menyisahkan Israel sebagai bangsa pilihanNya.

 

Meditatio :

'Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepadaNya dengan bahu-membahu'.

Itulah kehendak Tuhan Allah yang berbelaskasih. Kehendak ini disampaikan bukan kepada bangsa-bangsa yang bertindak benar menurut firmanNya, melainkan kepada bangsa-bangsa yang telah bertindak jahat dan melawan kehendakNya. Sebab jauh sebelumnya, memang Allah telah mengecam mereka atas tindakan perbuatan mereka yang jahat terhadap sesamanya dan juga terhadap Allah mereka.'Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! Sebab ia tidak mau mendengarkan teguran siapa pun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap'. Inilah teguran Tuhan Allah. Namun semuanya itu telah berubah, Allah mengubah kutuk menjadi berkat dan kasih kepada bangsaNya.

Semuanya ini dilakukan karena cinta Allah kepada umatNya, bahkan Dia tidak segan-segan membela umatNya, dan tidak mempermalukan mereka di hadapan bangsa-bangsa. SabdaNya: 'pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunungKu yang kudus'. Sungguh baik Tuhan Allah, yang selalu meperhatikan umatNya. Ia memberikan bibir yang bersih kepada bangsa-bangsa, namun bukannya mereka tidak lagi 'pakai otak' dalam bertindak dan berkata-kata, mereka tetap berhak dan menggunakan akal budi dan kehendaknya untuk bertindak, sebab bibir yang bersih adalah anugerah dan karuniaNya. Karena itu, Allah tetap melihat adanya orang-orang di tengah-tengah mereka yang bertindak semaunya sendiri dan bertindak sombong, namun mereka tidak akan dibiarkan tinggal di gunungNya yang kudus.

Bahkan, 'di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,  yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya'.

Siapakah sisa Israel itu?

Pasti bukan bangsa Israel yang sedang bertikai dengan Palestina sekarang ini, yang menolak kehadiran sang Mesias dalam sejarah mereka! Sisa-sisa Israel adalah orang-orang 'yang rendah hati dan lemah, mereka adalah orang-orang yang selalu mencari perlindungan pada nama TUHAN,  mereka adalah orang-orang yang tidak melakukan kelaliman atau berbicara bohong, dan dalam mulut mereka tidak terdapat lidah penipu'.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Pemazmur dalam bacaan tadi, bahwa: 'wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya'.

Apakah kita termasuk orang-orang sisa Israel? Apakah kita termasuk umatNya yang kudus? Apakah kita termasuk orang-orang yang diperkenankan menyambut kedatangan Kristus Raja dan Hakim yang adil,  yang akan membawa mahkota keselamatan?

Ada kemungkinan, ada kesempatan, terlebih dengan adanya aneka rahmat dan karunia cinta kasihNya yang telah kita terima. Ada kesempatan setiap saat bagi kita untuk mendengarkan sabdaNya, tidak ada larangan, tidak ada halangan. Ada kesempatan bagi kita untuk menerima anugerah penebusan dengan tersedianya perayaan-perayaan sakramental yang dipersembahkan oleh bunda Gereja yang kudus, demikian juga pelbagai karunia Roh Kudus, bila kita memang mau hidup dalam bimbingan RohNya.

Inilah kesempatan, inilah iman kepercayaan kita kepadaNya.

Janganlah teguran Yesus kepada imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi juga dikenakan kepada kita. Sebagaimana dikatakan dalam Injil tadi: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah, sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya, tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Sebab  meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya'. Kepandaian dan hikmat mereka, para imam kepala dan penatua bangsa Yahudi masih sebatas pengetahuan insani, belum menjadi bekal dalam kepercayaan dan keberserahandiri mereka kepadaNya.

 

Oratio :

Ya Yesus, kami bersyukur kepadaMu atas keterpilihan yang Engkau berikan kepada kami. Sebab Engkau telah memilih kami menjadi umatMu, menjadi saudara-saudariMu, putera-puteri Bapa di surge. Terima kasih ya Yesus.

Semoga kami tidak saja bangga akan keterpilihan kami, tetapi berani memanfaatkannya dalam hidup sehari-hari dengan berani melaksanakan kehendakMu.

 

Contemplatio :

Aku bersyukur kepadaMu ya Tuhan, karena boleh tinggal di gunungMu yang kudus.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening