Selasa Adven Khusus IV

21 Desember 2010

Kid 2: 8-14  +  Mzm 33  +  Luk 1: 39-45

 

 

Lectio :

Aku mempunyai kekasih, dia itu gesit dan lincah bagaikan rusa yang melompat ke sana ke mari di gunung dan bukit, dan dia terus memanggil dan memanggil aku. Dia memanggil, dan aku mendengarkan suaranya.

 

Meditatio :

'Dengarlah! Kekasihku!'

Sebuah panggilan yang penuh cinta dan kerinduan; sebuah panggilan kepada seseorang yang dicintainya, yang tak lain dan  tak bukan adalah sang kekasih hati. Aku mencintainya, aku memanggil dan memanggilnya. Aku memanggil-manggil dia, karena aku merindukannya.

'Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit. Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi'. Itulah kekasihku, dia lincah dan gesit, dia tangkas dan cekatan, bagaikan rusa yang dengan ringannya melompatkan dirinya di pegunungan dan perbukitan. Lihatlah, sekarang dia datang dan mendekati aku, tetapi dia tidak langsung menjamah aku, dia berdiri dari balik kisi-kisi. Itulah dia sang kekasih hatiku, aku semakin tertarik dibuatnya.

'Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!', dia memperdengarkan suaranya yang merdu kepadaku, 'lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya'. Alam telah kembali indah oleh musim panas, aneka bunga tumbuh dan berkembang, harum semerbak menyegarkan jiwa; pelbagi buah juga tumbuh dengan ranum dan lebat, menyenangkan hati; suara kicauan burung-burung mempertajam telinga hati untuk mendengar dan mendengar. 'Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!'. Itulah suara panggilannya membuat aku ingin memeluknya.

'Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu!', jawabku kepadanya. 'Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!'. Gairah hidupku tak tertahankan, tampilkanlah dirimu, aku ingin melihat wajahmu, aku tak ingin hanya dalam dalam pelukan suaramu. Kekasihku, datanglah, aku merindukanmu!.

Inilah gambaran cinta yang menggoda, cinta yang mempertemukan dua buah hati. Dari jauh sang Kekasih telah dilihatnya, dan kini Dia datang dan mendekat. SuaraNya, ya aku dengar, aku mengenalNya.

Pengalaman cinta itulah yang kita dengarkan juga dalam Injil hari ini. 'Sebab ketika Maria memberi salam kepada Elisabet, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus'. Sebab kata-kata yang disampaikan bukanlah kata-kata kosong, dan pada saat itulah pertemuan keempat tokoh besar dalam karya penyelamatan, mereka saling menyapa dan menanggapi, yang semuanya terjadi hanya karena cinta. Elizabet dan anak yang ada dalam rahimnya, tahu dengan baik siapa yang memberi salam kepada mereka, dan terlebih-lebih siapa Dia yang hadir di tengah-tengah mereka sekarang ini.

'Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan', seru Elizabet penuh kegembiraan. Sekali lagi mereka bersukacita dan bergembira, karena mereka telah mendengar suara sang Kekasih hati, yang bersembunyi dalam rahim Maria, sebab 'Dia memang tidak berkata-kata tetapi suaraNya sampai ujung bumi'.

Adven mengajak kita untuk mempertajam telinga hati kita, sebab memang Dia yang jauh di sana, kini datang di tengah-tengah kita. Dia berbicara dan menyapa kita, dan hanya telinga hati yang peka dan tanggap dapat merasakan kehadiranNya. Adven melatih telinga hati kita, sebab tak jarang Dia ada dekat kita, memanggil dan memanggil, tetapi aneka suara yang mirip dengan suaraNya lebih mendapat perhatian kita. Natal hendak membuktikan kepekaan kita menyambut dan menerima Dia.

 

Oratio :

Yesus Kristus, sebentar lagi Engkau datang dan kami merayakan kedatanganMu yang menyelamatkan itu. Engkaulah Kekasih hati, semoga kerinduan kami pun semakin berkobar berkat suaraMu yang memanggil dan memanggil. Amin.

 

Contemplatio :

Datanglah ya Tuhan Yesus, Kekasih hatiku.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening