Senin Adven II, 6 Desember 2010

Yes 35: 1-10  +  Mzm 85  +  Luk 5: 17-26

 

 

Lectio :

Padang gurun akan bersukacita dan bersorak-sorai, kemuliaan Allah ditampakkan dalam keindahan Karmel dan Saron. Lihatlah betapa indahnya, dan katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, agar mereka janganlah takut, sebab Allahmu akan datang membawa pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!.

 

Meditatio :

'Pada akhir jaman padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita'.

Keindahan dan semarak Karmel dan Saron memang sudah terkenal semenjak Perjanjian Lama, keindahan semacam itulah yang akan terjadi kelak juga pada padang gurun, padang kering dan belantara; semua padang akan tumbuh subur dan menghasilkan banyak bunga dan keharuman, mereka akan menampakkan kemuliaan Tuhan Allah.

Keindahan dan sukacita inilah yang kiranya menggembirakan hati semua orang, karena itu, 'kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah; dan katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!'.

Tuhan Allah tidak hanya memperindah dan mempercantik dunia dan segala isinya, tetapi juga keadilan dan pendamaian. Seperti yang kita renungkan Minggu kemarin, Tuhan akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang merindukanNya, kepada orang-orang yang tawar hati karena aneka penderitaan tetapi mereka tetap teguh bertahan, dan sebaliknya Ia akan memberikan balasan atau hukuman kepada orang-orang yang bertindak semena-mena terhadap bangsaNya yang kudus.

'Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka, orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan'. Semuanya akan menjadi baik adanya, tidak ada dukacita dan nestapa, tidak ada orang-orang yang terpinggirkan dan diabaikan karena alasan sakit atau kelemahan fisik, dan wajah bumi tampak subur semuanya.

'Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh'. Adanya Jalan Kudus memberi jawaban bahwasannya Tuhan Allah tidak akan mencampur-adukkan orang-orang yang benar dan orang-orang fasik, Dia akan menjunjung tinggi hokum dan keadilan. Jalan kudus sepertinya hanya dilewati oleh orang-orang yang terbiasa berada di jalan Tuhan, dan sungguh hanya 'orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ'.

Semua orang dan bumi dibuatNya terkagum-kagum, karena semuanya terjadi di luar kemampuan dan daya tangkap inderawi manusia.

Kehadiran Yesus memang telah menampakkan kemuliaan dan keluhuran sang Empunya kehidupan, terlebih-lebih Yesus semenjak awal telah mengkondisikan umatNya untuk mengalami kemuliaan yang mengatasi semua kemampuan inderawi manusia itu, Dia mengajak seluruh umatNya untuk berjalan dan melewati Jalan Tuhan yang diajarkanNya.

Injil hari ini menampilkan Yesus yang menunjukkan diriNya siapakah Dia sebenarnya, bukan dengan kata-kata tetapi dengan tindakan dan perbuatan. Ketika Yesus melihat seorang lumpuh yang diturunkan dari atap dan tepat di hadapanNya, berkatalah Ia: 'hai saudara, dosamu sudah diampuni'. Gemparlah banyak orang dibuatNya, terlebih ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sebab 'siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'. Hanya Tuhan Allah yang berhak dan mampu mengampuni dosa dan kesalahan umat manusia.

Secara sengaja memang semuanya itu dibuat oleh Yesus, bukan untuk memamerkan diri, tetapi menunjukkan bahwa 'di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa', bahwasannya Dia yang sang Raja Adil itu telah datang, Dialah Allah yang menjadi manusia, sama seperti kita. Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan di akhir jaman tidaklah terjadi kelak, dan kita sekarang ini hanya tinggal dalam impian siang hari, kita harus menunggu dan menunggu, melainkan kemauan Allah itu sudah terealisir mulai sekarang ini; kemuliaan dan keagungan itu memang memuncak pada akhir jaman, tetapi sekarang ini kita sudah boleh menikmatinya sedikit demi sedikit; dan hanya bagi mereka yang merindukan bisa mengalami dan merasakannya, dan itulah yang dirasakan oleh orang-orang pada waktu itu; ketika mereka melihat langsung dengan mata kepala sendiri apa yang diperbuat oleh Yesus dan mendengar apa yang disabdakanNya, 'semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, kata mereka semua: hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan'.

 

Oratio :

Yesus Kristus, kedatanganMu menunjukkan bahwa Engkau sang Raja Adil yang kelak datang kembali membawa mahkota abadi. Terangilah kami dengan Roh KudusMu ya Tuhan, agar kami mampu melihat kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami.

Ya Tuhan Yesus, Engkau tidak menjanjikan aneka peristiwa akhir jaman, tetapi Engkau menyatakannya mulai sekarang ini. Semoga kepekaan kami ini membuat kami kelak mampu berjalan dalam Jalan KudusMu itu.

 

Contemplatio :

Inilah jalanNya, lewatlah melalui jalan ini.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening