Senin Adven Khusus IV

20 Desember 2010

Yes 7: 10-14  +  Mzm 24  +  Luk 1: 26-38

 

 

Lectio :

Tuhan Allah memberikan suatu pertanda kepada umatNya, bahwasannya seorang perempuan akan mengandung dan anak yang dilahirkan itu akan dinamai Imanuel yang berarti Allah beserta umatNya. Tanda ini diberikan oleh Allah sendiri, bukan berdasar kemauan manusia, yang secara sengaja sering melelahkan hati Allah.

 

Meditatio :

'Berkatalah nabi Yesaya: 'baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel'.

'Melelahkan orang' adalah sebuah bentuk teguran keras yang disampaikan kepada seseorang yang suka mencari kesenangan diri sendiri, bertindak semaunya sendiri. Orang ini biasanya kardi (=keras kepala), kata reng Bendebese,  tidak pernah berpikir tentang orang lain, dan memang sepertinya dia tidak sampai berpikir sejauh itu, dia hanya berkutat pada dirinya sendiri.  Begitulah kiranya orang-orang Israel, keturunan raja Daud. Mereka adalah keturuan raja, keturunan ningrat, bukannya mereka bertindak bijak dan terpuji, malahan sebaliknya sering membikin onar dan melelah hati orang lain, bahkan melelahkan hati Tuhan.

Tuhan tidak mau ambil pusing dengan sikap dan tindakan mereka, kemauan Tuhan tidak mau dibelokkan oleh perilaku umatNya. Melalui nabi Yesaya, dan demi kasihNya yang tak terhingga itu kepada umatNya, 'Dia sendiri, Tuhan yang berbelaskasih, akan memberi suatu tanda, yakni seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel'.

Kapan itu terjadi?

Ketika Tuhan sendiri menjumpai seorang perempuan yang dimaksudkanNya. Melalui malaikat yang diutusNya, Dia menegaskan: 'sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan'.

Namun kehendak Allah ini bertentangan dengan nalar seorang manusia yang sehat, sebab 'bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?', sahut Maria'. Maria tahu dan sadar bagaimana semuanya itu bisa terjadi, bagaimana dia dapat melawan dan harus bertentangan dengan aturan sosial dan tata krama yang ada?

'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil', tegas malaikat.

Rencana dan kehendak Allah harus terjadi dalam diri setiap orang, tidak ada manusia yang mampu melawanNya, namun memang tidak menutup kemungkinan bagi setiap orang untuk berpikir kritis dan bahkan menolaknya. Keselamatan Allah adalah sebuah tawaran!

Sebagai orang-orang yang membutuhkan keselamatan, baiklah kita menjawab sebagaimana diteladankan Maria, katanya: 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Masa Adven hari-hari ini mengajak kita untuk semakin siap sedia merayakan pesta kelahiranNya, sebab hanya kepercayaan akan kehendakNya dan kerinduan hati akan kehadiran Allah yang dapat merayakan pesta Natal dengan penuh syukur.

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, Engkau telah datang sebagai manusia lemah seperti kami, dan sebentar lagi kami akan merayakan kelahiranMu di tengah-tengah kami. Semoga pesta Natal kali ini semakin mengingatkan kami akan betapa besar kasihMu kepada kami umatMu, Engkau tidak memperhitungkan kesalahan kami, Engkau tidak memperhatikan sikap kami yang sering melelahkan hatiMu.

Yesus, semoga kami pun semakin berbagi kasih seperti Engkau sendiri.

 

Contemplatio :

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening