Hari Jumat sesudah Penampakan

7 Januari 2011

1Yoh 5: 5-13  +  Mzm 72  +  Luk 5: 12-16

 

 

 

Lectio :

 

Yesus menyembuhkan seorang sakit kusta. Orang itu meminta dan meminta, tetapi tetap mengutamakan kehendak dan kemauan Tuhan. Kesembuhan dia mengundang banyak orang datang kepada Yesus, dan memang Yesus juga menyembuhkan mereka. Namun akhirnya juga menyendiri di bukit untuk berdoa dan berdoa.

 

Meditatio :

 

'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku'.

Itulah yang dikatakan  seseorang yang sakit kusta, ia tersungkur di hadapanNya dan memohon. Dia memohon dan memohon, namun  meletakkan keputusannya, bukan pada diri sendiri, melainkan pada diri Yesus. 'Aku mau, jadilah engkau tahir', jawab Yesus sambil mengulurkan tanganNya menjamah orang itu, dan seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.

Yesus tidak menyuruh orang itu mengikutiNya, Yesus tidak menyuruh orang itu membalas budi atas kebaikanNya. Mengikuti Yesus adalah sebuah pilihan dan keputusan pribadi. Dia malahan melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun tentang peristiwa itu, tetapi harus memberitahukan kepada mereka yang berwenang, 'pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Karena memang itulah aturan hidup pada saat itu.

Kiranya seperti inilah karya pewartaan sekarang ini, bukan untuk mencari pengikut dan penganut agama tertentu, melainkan mewartakan kabar keselamatan dan membagikan sukacita kepada semua orang, dan terlebih supaya mereka semua 'memuliakan Bapa yang di sorga' (Mat 5: 16).

Dalam Injil tadi tak dapat disangkal memang, kabar penyembuhan itu segera menyebar luas, 'kabar tentang Yesus makin jauh tersiar, maka datanglah orang banyak berbondong-bondong kepadaNya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka'. Kembali, karya perutusan Yesus tidak bergantung pada permintaan pasar, kebutuhan sesaat banyak orang pada kurun waktu tertentu, kebutuhan popular, melainkan hanya pada kehendak dan kemauan Bapa di surge. Karena itu, di tengah-tengah mereka datang dan mengerumuniNya, Yesus 'mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa'.

Orang kusta tadi datang kepada Yesus dan minta disembuhkan karena memang dia percaya kepadaNya: Ia baik hati dan mampu membuat segalanya baik; kiranya tinggal kemauan Dia untuk melakukannya, karena itulah orang kusta tadi berseru 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku', dia tidak berkata 'Tuan sembuhkanlah aku'.

Kita adalah orang-orang yang percaya kepadaNya, tetapi tidak lagi sebatas pada permohonan akan  kesembuhan. Bila ada orang-orang yang mencari Yesus hanya sebatas kebutuhan akan kesembuhan, kita pahami dan kita maklumi; kita masih harus bersyukur, karena mereka masih ingat akan Kristus Yesus, sang Penyelamat dunia dan memohon bantuanNya, namun kiranya semakin kita teguhkan dan kita doakan agar mereka semakin mencari suatu yang terindah dalam hidup ini, yakni keselamatan kekal. Kiranya karunia kesembuhan yang mereka terima semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sang Empunya kehidupan.

Kebutuhan mendasar dalam hidup ini adalah keselamatan kekal, dan barangsiapa berani mencariNya, maka yang lain akan ditambahkanNya (Mat 6: 33). Karena itu dalam bacaan pertama Yohanes mengingatkan: 'siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?'. Mengalahkan dunia berarti tidak dikuasai oleh dunia, ia tinggal dan hidup di dunia, tetapi dia tidak menjadi dunia. Semuanya itu bisa terjadi karena kepercayaan kepadaNya, sebab kepercayaan kepada Allah mendatangkan keselamatan. Tepatlah bila dikatakan: mereka yang diselamatkan adalah mereka orang-orang  yang mampu mengatasi dunia. 'Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya, dan barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup'.

'Semuanya itu kutuliskan kepada kamu', kata Yohanes Rasul, 'supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal'. Kita gunakan dan kita nikmati apa yang kita miliki ini.

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkau menyembuhkan banyak orang, karena belaskasih dan perhatianMu kepada kami umatMu. Semoga, Engkau juga memberikan penghiburan dan kekuatan bagi saudara-saudari kami yang harus memanggul salib kehidupannya yang berat, mereka yang harus banyak berbaring karena sakit. Yesus, berilah mereka kesembuhan jiwa raga, dan semoga Engkau tetap menjadi pengharapan dan penghiburan mereka.

 

Contemplatio :

KehendakMulah yang terjadi, dan bukanlah kemauan dan keinginanku sendiri, ya Tuhan.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening