Hari Kamis sesudah Penampakan

6 Januari 2011

1Yoh 4:19 – 5:4  +  Mzm 72  +  Luk 4: 14-22

 

 

Lectio :

 

Yesus menyampaikan tugas perutusanNya di hadapan orang-orang yang berasal dari kampungNya. Sebagaimana Dia mewartakan kabar sukacita kepada orang-orang miskin dan tertindas, kita pun orang-orang yang percaya diundang untuk berbagi kasih dengan mereka semua.

 

Meditatio :

 

'Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'.

Inilah seruan Yesus dengan mengutip nabi Yesaya, ketika Dia berada di bait Allah di Galilea, Nazaret, di kampong halamanNya sendiri. Ia menegaskan tugas perutusanNya yang membawa terang bagi kehidupan seluruh umat manusia, Ia membawa kelegaan dan kelepasan bagi banyak orang. Semua itu terjadi karena memang Roh Tuhan ada padaNya, yang bagi kita seharusnya semakin memperdalam pengenalan bahwasannya Roh Allah ada di dalam Dia, karena bukankah Dia dikandung oleh Roh Kudus semenjak semula (Luk 1: 35 dan Mat 1: 20).

Dan mulailah Dia mengajar dan mengajar mereka. Dia mewartakan kabar sukacita dan kesukaan bagi segala bangsa. Dia menunjukkan bahwa apa yang dilakukanNya semua itu adalah memenuhi kehendak dan kemauan Allah Bapa, dan Ia ,menegaskan 'pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya'. Sebab Dia berbicara atas nama Allah. Dan reaksi mereka yang mendengarkanNya adalah 'membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkanNya'.

Namun lainlah bagi mereka, yang memang hanya melihat dan mengenal Yesus dengan mata inderawinya. Seruan 'bukankah Dia ini anak Yusuf' adalah memang sebuah kebenaran insane, dan memang sebatas, itulah yang mereka miliki. Pada diri setiap orang memang pada dasarnya ada kemampuan untuk mengenal Allah, sebagaimana kodratnya yang sesuai dengan gambar Allah (Kej 2), dan kiranya akan semakin tumbuh dan berkembang pengenalan itu, kalau berani selalu berkomunikasi dengan sang Empunya kehidupan, sang Pencipta ciptaan, yang sesuai dengan gambarNya itu. Ranting akan menghasilkan banyak buah, kalau memang bersatu dengan pokoknya (Yoh 15: 4). Tidaklah demikian mereka yang mengembangkannya dengan berani mendengarkan Dia; keberanian mereka untuk mendengarkan suara dan ajaranNya membuat mereka 'heran akan kata-kata yang indah yang diucapkanNya' dan mereka semakin mengenal Dia sebenarnya.

Seruan 'Roh Tuhan ada padaKu' sebenarnya dalam masa Natal ini dimaksudkan untuk membenarkan kata-kata malaikat yang menegaskan bahwa Dia itu dikandung oleh Roh Kudus (Luk 1: 35 dan Mat 1: 20). Bukan lagi malaikat yang menyatakan hal itu, dan bukan pula hanya Maria dan Yosef yang mendengarkan, melainkan kebenaran ilahi itu disampaikan sendiri oleh sang Firman, yang menjadi manusia, dan diwartakan kepada semua orang yang mendengarkanNya. Seruan 'Roh Tuhan ada padaKu' adalah penyampaian kabar sukacita untuk 'ketiga kalinya' kepada semua orang yang berkenan kepadaNya.

'Kita adalah orang mengasihi Allah, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita'. Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus dan berusaha terus mengikutiNya. Dan sebagaimana yang kita renungkan kemarin, seorang pengikut Kristus adalah aktifis kasih, sebab Kristus sendiri adalah kasih. Dan sebagaimana Kristus diutus 'untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas', demikian hendaklah kita yang percaya dan mengikutiNya.

Karena itu dengan tegas dalam bacaan pertama tadi Yohanes mengatakan: 'jikalau seorang berkata - Aku mengasihi Allah -. namun ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya, sebab barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya'.

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Roh Tuhan ada padaMu, dan Engkau diutus untuk membebaskan dan memberikan kelepasan bagi orang-orang yang tinggal dalam kuasa kegelapanlah. Perdengarkanlah suaraMu ya Yesus, agar mereka yang tenggelam dalam dosa mendengarkan kasihMu dan bangkit mengikuti Engkau.

Yesus yang Mahakasih, ajarilah kami untuk selalu berbagi kasih dalam hidup ini, karena memang inilah hidupMu sendiri. Ajarilah kami dengan kasihMu agar kami kedapatan sempurna dalam hidup keseharian kami.

 

Contemplatio :

 

Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening