Jumat Masa Biasa I

14 Januari 2011

Ibr 4: 1-5.11  +  Mzm 78  +  Mrk 2: 1-12

 

 

 

Lectio :

 

Yesus  bangga terhadap iman orang-orang yang bersama-sama mengangkat orang lumpuh, mereka membuka atap rumah dan menurunkan orang itu tepat di hadapan Yesus. Namun yang dikatakan Yesus pertama-tama, bukanlah bangunlah dan beridirilah, melainkan 'anak-Ku dosamu sudah diampuni'. Penyataan-Nya itu membuat gelisah hati para ahli Taurat.

 

Meditatio :

 

'Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring'.

Hebat kali usaha orang-orang ini dalam menolong sesamanya. Ada halangan, ada rintangan, yang menantang mereka untuk mendapatkan kesembuhan bagi saudaranya, tetapi mereka berjuang dan berjuang, mereka mencari akal untuk mendapatkannya. Mereka berjuang dan berjuang, walau bukan untuk kepentingan mereka sendiri, mereka berjuang demi kepentingan orang lain, yakni dia yang sakit, dia yang lumpuh.

Apakah orang-orang yang berkerumun di rumah itu tidak mau memberi jalan kepada mereka? Apakah seorang lumpuh termasuk orang-orang yang harus dikucilkan, seperti mereka yang terkena sakit kusta? Mayoritas memang selalu minta dimenangkan, walau dalam soal peribadatan, dalam hal mengejar hidup rohani! Keterlaluan! Itulah orang-orang yang mengerumuni Yesus, yang sedangkan menyampaikan firman Allah. Mereka merasa diri berada di jalan yang benar, yakni mendengarkan firman Allah. Bagaimana dengan kondisi kita sekarang ini?

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'. Yesus amat kagum akan mereka semua, baik mereka yang menggotong ataupun dia yang sakit lumpuh. Yesus mengarahkan perhatian-Nya lebih kepada orang lumpuh itu, karena memang dialah yang harus ditolong dan disembuhkan.

'Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?', gerutu para ahli Taurat. Mereka tidak bertanya, mereka malahan menuduh Yesus menghojat Allah. Inilah kesalahan mereka! Bila mereka bertanya kepadaNya, kiranya Yesus akan menerangkan kepada mereka maksud dan kehendakNya. Mereka tidak bertanya, malahan mempersalahkan dan mencoreng Yesus.

'Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa', tegas Yesus kepada mereka. Dia tidak saja mampu menyampaikan firman dengan penuh kuasa, menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir kuasa kegelapan sebagaimana kita renungkan beberapa hari ini; Yesus berkuasa mengampuni dosa. Dia adalah Allah!

'Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', perintah Yesus kepada orang lumpuh itu; dan seketika orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu'.

'Yang begini belum pernah kita lihat', seru mereka semua takjub lalu memuliakan Allah. Yesus membuat segala-galanya baik adanya.

Kita pun adalah orang-orang yang kagum kepada-Nya, bahkan lebih daripada itu, kita adalah orang-orang yang percaya kepada-Nya, karena rahmat sakramen yang kita terima daripada-Nya. Dalam konteks Dia yang mengampuni, sejauh mana kita berani datang kepada-Nya dan mohon pengampunan? Rahmat pengampunan adalah pembebasan diri dari kuasa kegelapan yang membelenggu umat manusia; keberserahan diri seseorang menerima rahmat pengampunan berarti keberanian seseorang untuk beralih kepada hidup baru, yang dipimpin oleh Allah sendiri, yang tampak dalam diri Yesus.

Menerima rahmat pengampunan adalah keberanian beriman seseorang untuk selalu dibimbing dan dipimpin oleh Allah, hidup dan tinggal dalam kebersatuan dengan Dia, namun tidaklah demikian dengan mereka yang secara sengaja tidak mau percaya kepadaNya. Surat kepada Ibrani dalam bacaan pertama tadi mengingatkan: 'baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku, karena kepada kita diberitakan kabar sukacita'; dan sebetulnya bukan saja kepada kita warta itu disampaikan, tetapi kepada semua orang, hanya saja 'firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka', yakni mereka yang tak percaya dan tidak beriman, walau mereka yang mendengarnya. 'Sedangkan kita orang-orang yang beriman kepada-Nya, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia janjikan; karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu'.

 

Oratio :

 

Yesus, Engkaulah Allah yang menjadi manusia. Engkau juga selalu membuka tanganMu untuk membelai dan menerima kami. Ajarilah kami ya Yesus untuk berani datang selalu kepadaMu, terlebih guna mendapatkan kesembuhan dari kelemahan dan dosa-dosa kami.

 

Contemplatio :

Aku hendak menikmati rahmat pengampunanMu yang tampak nyata dalam sakramen tobat.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening