Kamis Masa Biasa II

20 Januari 2011

Ibr 7: 25 – 8:6  +  Mzm 40  +  Mrk 3: 3-12

 

 

 

Lectio :

 

Banyak orang dari pelbagai daerah datang berduyun-duyun menjumpai Yesus, mereka mau mendengarkan Dia dan mohon kesembuhan. KehadiranNya yang penuh kuasa dan wibawa, Dia yang adalah Imam besar, sungguh-sungguh mulai dinikmati dan dirindukan oleh banyak orang.

 

Meditatio :

 

'Ada banyak orang dari Galilea mengikuti Yesus, ada juga yang dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon'.

Kita dapat membayangkan jumlah orang yang banyak datang kepada Yesus, mereka datang dari jauh, sebab mereka telah mendengar segala yang dilakukanNya. Namun  Yesus dengan murid-muridNya menyingkir ke danau, dan menyuruh mereka menyediakan sebuah perahu bagiNya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpitNya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, dan banyak penderita penyakit berdesak-desakan kepadaNya hendak menjamahNya.

Mengapa mereka datang dan mencariNya?

Mereka datang, seperti direnungkan oleh surat kepada umat Ibrani dalam bacaan pertama tadi, karena mereka percaya bahwa: 'Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka'. Dia tampil dan mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa. Dialah 'Imam Besar, yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga'.

Kerumunan orang yang banyak jumlahnya itu sekarang pun sering terjadi. Sekarang ini sering diadakan kebaktian atau bentuk peribadatan lain, yang menawarkan penyembuhan, dan ribuan orang akan datang. Demikian juga bisnis penyembuhan orang sakit  dilirik banyak orang; sekarang ini di mana-mana menjamur juga berdirinya aneka pelayanan orang sakit. Rumah-rumah sakit tidak akan sepi dari pengunjung, sejauh mereka menawarkan pelayanan yang humanis dan memberikan kesembuhan.

Sebaliknya bagi rumah-rumah sakit yang berlabelkan katolik, kiranya tetap menampilkan Tuhan Yesus yang membuka tanganNya dan menerima orang-orang yang mendapatkan kesembuhan. Tak jarang memang akan muncul aneka tuntutan profesionalitas, sarana tekhnologi dan perhatian pada kaum miskin, yang ketiga-tiganya bisa berlawanan satu dengan lainnya, namun kiranya pelayanan kasih akan membantu dan melengkapi semua persoalan itu, terlebih bila kita mau tetap mengandalkan dan penyertaan Dia, sang Empunya kehidupan yang penuh belaskasih dan perhatian itu. Dialah Imam besar yang 'mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban'.

Kembali kepada Injil tadi, apakah benar hanya kuasa jahat yang berani mengakui Siapakah Dia, dan bukannya mereka yang sakit yang mohon kesembuhan? Dikatakan tadi: 'bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapanNya dan berteriak: Engkaulah Anak Allah'. Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. Mereka yang sakit datang dan mohon penyembuhan, tetapi tidak berkata-kata tentang Dia!  Ingat, teriakan mereka bukanlah sebuah pengakuan, teriakan mereka itu adalah sebuah ketakutan. Teriakan kuasa kejahatan itu lebih tepat kita lihat sebagai ketidakberdayaan mereka dalam berhadapan dengan Kristus Tuhan. Kehadiran mereka hanya membinasakan, dan mereka memang tidak mampu berhadapan dengan sang Pencipta!

 

Oratio :

 

Ya Yesus, Engkaulah sang Penyembuh jiwa dan badan. Kami mohon kepadaMu, berikanlah kesembuhan dan penghiburan bagi saudara dan saudari kami yang sampai hari ini harus berbaring karena sakit, terlebih mereka yang berkekurangan. Semoga Engkau sendiri yang hadir mengunjungi dan menjamah mereka, sebab hanya padaMulah kami berharap dan bermohon.

Yesus, semoga Engkau  juga menemani para team medis dalam karya pelayanan, sehingga mereka sungguh-sungguh mampu menampilkan kehadiranMu sendiri yang menyalamatkan.

 

Contemplatio :

Tanpa Yesus, kita ketakutan dan hati kita dingin, tidak ada kehidupan!

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening