Kamis Masa Biasa III

27 Januari 2011

Ibr 10: 19-25  +  Mzm 24  +  Mrk 4: 21-25

 

 

 

Lectio

 

Yesus menyatakan bahwa tidak ada orang yang menaruh pelita di bawah tempat tidur, tetapi pasti pada tempat yang terbuka, juga apa yang kita lakukan kepada orang lain juga akan dilakukan orang-orang kepada kita. Itulah yang terjadi dalam realitas sosial.  Tuhan Yesus mengatasi hokum yang ada di tengah-tengah umatNya. Dia Mahabaik. Maka orang yang berani menengadahkan tangan kepadaNya, pastilah akan mendapatkan berkat daripadaNya. Baiklah kita mendekat kepadaNya.

 

 

Meditatio

 

'Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian'.

Penyataan Yesus amat logis dan masuk akal, sebab mana ada orang menaruh pelita di bawah tempat tidur. Dengan penyataanNya itu, Yesus hendak menegaskan bahwa: 'tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap'. Dalam arti yang  positif, penyataanNya ini tidak ubahnya dengan pernyataan banyak orang, bahwasannya sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga.

Demikian juga wahyu Allah, yang tidak bisa langsung kita mengerti sekarang ini, kelak dalam perjalanan waktu kita akan memahami dan mengertinya. Sebab memang Allah dalam diri Yesus Kristus, dan juga dalam Terang Roh Kudus Allah, semakin hari semakin membuka diri di hadapan umatNya. Dia menyatakan kehendakNya seturut daya kemampuan dan kemauan umatNya. Kita diundang untuk memahamiNya, sebagaimana dimaksudkan sendiri oleh Yesus, agar kita mengerti kehendak dan kemauan Tuhan, dan agar semakin siap sedia mengikutiNya, sehingga 'di mana Dia berada kita pun selalu bersama dengan Dia' (Yoh 14: 3).

Kiranya semua ini mendapatkan perhatian dari para muridNya, dari kita semua, sebab tak henti-hentinya Dia selalu mengingatkan dan mengingatkan kita; Yesus menegaskan tadi: 'barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!'. Kita pun adalah orang-orang yang mempunyai pendengaran yang baik.

 

'Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu'.

Sekali lagi, apa yang dikatakan Yesus ini logis dan masuk akal. Sebab dalam hidup bersama seringkali terjadi relasi timbal-balik, apa yang kita buat terhadap sesame, hal serupa itu pula akan dikenakan kepada kita, dan semuanya itu akan kita terima. Kerajinan kita dalam hidup bertetangga, menyapa seorang yang kita jumpai dan menaruh perhatian terhadap sesama, juga akan berlaku terhadap kita, dan diberlakukan kepada kita. Itulah ukuran yang kita berlakukan kepada orang lain akan diberlakukan juga kepada kita.

Namun tidaklah demikian, bila kita menaruh perhatian kepadaNya, perhatian kepada wahyu yang disampaikanNya. Bila kita menaruh perhatian kepadaNya, kita akan beroleh rahmat berlimpah dari padaNya, tidak sebatas sapaaan yang sempat kita berikan, tidak terbatas lebar tangan kita yang membuka; ingat, Zakheus yang hanya ingin melihat orang apakah Yesus itu, eh malahan Yesus berkehendak tinggal menumpang  di rumahnya (Luk 19); sebaliknya tanpa ada perhatian kepada kehendakNya, kita tidak akan beroleh apun dari padaNya, bahkan sepertinya semuanya akan keluar dari dan memudar dalam diri kita, kita akan kering mati. Itulah yang ditegaskan tadi: 'barangsiapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Baiklah kita memberi perhatian kepadaNya, demi hidup kita sendiri. Tepat jugalah sabda yang pernah disampaikan kepada kita: 'carilah dahulu Kerajaan Allah maka yang lain akan ditambahkan kepadamu' (Mat 6: 33).

Kehadiran Yesus sendiri adalah pembukaan diri Allah, yang semakin memberikan diri, agar dapat dinikmati oleh umatNya, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, di mana 'Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri'. Yesus menampakkan diri untuk mempermudah kita berjumpa dengan Allah sang Pemberi kehidupan. Dia tidak berada jauh di sana dan tak tampak, melainkan sekarang tampak nyata dapat kita lihat dan kita dengar dalam diri Yesus Kristus. Tuhan ada di depan kita.

'Karena itu, marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia'. Mari kita mendekati Dia, yang telah terlebih dahulu mendekati kita, Dia telah datang kepada kita dan mengundang kita, kataNya 'datanglah kepadaKu kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku kan memberikan kelegaan kepadaMu'. Sebaliknya, 'janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat'.

Bila memang diundang, baiklah kita datang. Dia percaya kepada kita. Itu kehormatan!

 

 

Oratio

 

Yesus Kristus, Engkau hari demi hari membuka diri kepada kami, agar kami semakin mampu tinggal bersama dengan Engkau. Ajarilah kami agar kami semakin berani mendekatkan diri kepadaMu dan mendengarkan kehendakMu.  Demikian juga dalam hidup bersama, ajarilah kami hidup tidak sebatas timbal-balik dan balas budi dengan sesame, melainkan kami berani berbagi kasih dengan mereka semua.

 

Contemplatio

 

Yesus mengundang kita, baiklah kita datang. Dia percaya kepada kita. Itu kehormatan!

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening