Minggu Masa Biasa III

23 Januari 2011

Yes 8:23 – 9:3  +  1Kor 1: 10-13.17  +  Mat 4: 12-17

 

 

 

 

Lectio :

 

Yesus mewartakan kabar sukacita bukan hanya kepada mereka yang telah merasa menjadi bangsa pilihanNya, melainkan juga kepada orang-orang yang tinggal dalam kegelapan, yakni mereka yang tinggal di daerah Zebulon dan Naftali. Dia mewartakan pertobatan sebab Kerajaan Allah sudah dekat.

Kita pun semakin dapat merasakan dan mengembangkan rahmat itu, bila kita hidup seia-sekata, sehati sepikir, sebagaimana diminta oleh santo Paulus.

 

 

Meditatio :

 

'Bangsa-bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang'.

Bangsa-bangsa manakah itu? Mereka itu adalah orang-orang yang berada di daerah Zabulon dan Naftali, sebagaimana dikatakan dalam Injil tadi, bahwa: 'Yesus mulai saat itu meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain'. Yesus pergi ke daerah itu, karena orang-orang wilayah ini diperkirakan sangat terkontaminasi oleh budaya kafir yang dibawa bangsa-bangsa bukan Yahudi, khususnya Asyur dan Yunani. Mereka adalah orang-orang yang tinggal dalam kegelapan, yang tidak mengenal Allah, dan tidak melakukan hokum-hukum Allah. Sebutan seperti itu tentunya disampaikan seturut ukuran bangsa Yahudi yang merasa diri sebagai bangsa terpilih oleh Allah Yahwe.

Kini Yesus datang ke tengah-tengah mereka mewartakan kabar sukacita, Dia datang sebagai Terang bagi bangsa-bangsa yang tinggal dalam kegelapan. KedatanganNya ke tengah-tengah mereka, bukanlah program yang mendadak atau pun asal-asalan, melainkan sebagai pemenuhan kehendak Allah sendiri; bacaan pertama dari Perjanjian Lama tadi menegaskan: 'bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan'. Terpenuhilah sekarang ini kehendak dan kemauan Allah berkat kedatangan Yesus Kristus. Dia tidak hanya datang, tetapi menjadi Terang kehidupan bagi mereka.

Kedatangan Yesus Kristus membawa Terang bagi bangsa-bangsa yang tinggal dalam kuasa kegelapan. Kita semua pasti setuju, dan memang benar, bahwa kita bukanlah orang-orang kegelapan. Namun tak dapat disangkal bahwa Yesus tetap menjadi Terang bagi kita semua, karena pertama-tama, Dia datang dan terus-menerus mewartakan pertobatan, sebagaimana dikatakan tadi : 'bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!'. Bertobat berarti mengalihkan dan mengutamakan perhatian kita kepada suara panggilan Tuhan. Suara Tuhan menjadi perhatian hidup. Bertobat  tidak berarti bahwa kita meninggalkan tugas dan pekerjaan keseharian kita, bertobat berarti kita tetap hidup sabagaimana adanya, kita berkarya dan bekerja seperti biasanya, tetapi semuanya itu kita lakukan dalam semangat Kristus, digerakkan dan diteguhkan oleh iman kepercayaan kita kepadaNya. Kita berkarya dalam Terang Kristus!

Simon dan Andreas, dua bersaudara ini adalah penjala-penjala ikan, mereka dipanggil dan mereka mengikutiNya, mereka kini menjadi 'penjala-penjala manusia', demikian juga Yakobus dan Yohanes saudaranya. Profesi mereka mempunyai makna dan nilai baru. Mereka mengalihkan perhatian dan mengutamakan panggilanNya, karena memang Dia adalah sang Kehidupan sejati. Kristus pun tetap menjadi Terang bagi kehidupan kita, sejauh kita berani bertobat dengan mengutamakan perhatian kepada suara dan kehendakNya.

Kedua,  sebagaimana kehadiran Yesus yang menyatukan bangsa-bangsa yang tinggal dalam kegelapan dunia, demikian pun kita telah disatukan berkat sabda dan kehendakNya. Rahmat kematian dan kebangkitan Kristus telah membuat kita percaya kepadaNya; rahmatNya yang satu dan sama itu pula yang menyatukan kita menjadi umat kesayanganNya, bangsa pilihanNya, GerejaNya  yang satu dan kudus. Kita nikmati anugerah keterpilihan Allah itu, demikian pesan santo Paulus dalam bacaan kedua tadi, dengan hidup 'seia-sekata, erat bersatu dan sehati sepikir'. Kita jauhkan sikap-sikap eksklusif, sifat yang menutup diri dan merasa unggul dari yang lain, sebagaimana dikatakan juga oleh Paulus, dikarenakan ada orang-orang yang berteriak-teriak 'aku dari golongan Paulus, aku dari golongan Apolos, aku dari golongan Kefas, atau aku dari golongan Kristus'. Demikian juga mungkin terjadi sekarang ini, aku dari Paroki Gempol, aku dari kelompok Karismatik, aku dari Pukat, aku dari WKRI, aku dari Mudika, dsb.dsb.

 

'Adakah Kristus terbagi-bagi?'

Kiranya kita sambut dan kita nikmati Kristus yang datang ke tengah-tengah kita yang menjadi Terang kehidupan, agar kita dapat melangkahkan kaki kita ke masa depan yang lebih cerah dan beroleh keselamatan.

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkaulah Terang bagi kehidupan kami; bantulah kami agar kami berani tinggal dalam terangMu, sehingga kami dapat melangkahkan hidup kami ke masa depan yang lebih baik. Semoga Engkau juga menaburkan iman dan kasihMu kepada orang-orang yang sampai hari ini belum mengenal Engkau, sehingga mereka pun menikmati keselamatan yang Engkau wartakan dan Engkau bagikan kepada saudara-saudariMu.

Yesus Kristus, semoga rahmat kesatuan jiwa sehati sepikir juga semakin dirasakan oleh Gereja-gerejaMu, sebagaimana Engkau menghendaki agar kami bersatu padu sebagaimana Engkau adalah satu.

 

Contemplatio :

Kristus Engkaulah Cahaya hidupku.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening