Pesta Pembaptisam Tuhan

9 Januari 2011

Yes 42: 1-7  +  Kis 10: 34-38  +  Mat 3: 13-17

 

 

 

Lectio :

 

Yesus menjumpai Yohanes dan mohon dibaptis. Salah itu! 'Lakukanlah sebagai pemenuhan akan kehendak Tuhan Bapa di surga' tegas Yesus kepada Yohanes. Dan setelah dibaptis, terdengarlah suara dari surge: 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan'. Yesus dinyatakan keberadaanNya oleh Bapa di surge.

Kita pun adalah orang-orang yang menerima penampakan dan kedatanganNya, kita menjadi orang-orang yang berkenan kepadaNya. Keberkenanan itu semakin terasa kalau kita selalu takut kepadaNya dan mengamalkan kebenaranNya.

 

Meditatio :

 

'Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah'.

Itulah jawaban Yesus kepada Yohanes, ketika Dia datang kepadanya dan mohon dibaptis. 'Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan bukannya Engkau yang datang kepadaku?', serga Yohanes. Tentunya dia merasa kikuk berhadapan dengan Yesus yang memang dipahami sungguh olehnya. Dia lebih besar daripadaku, membuka tali sandalNya saja aku tidak layak. Namun hendaknya kita berani menegaskan, memang itulah kejujuran Yohanes, mengatakan apa adanya, tetapi juga sekaligus menunjukkan kelemahannya, sebab dia mengatakan 'akulah yang perlu dibaptis olehMu', tetapi sampai saat itu dia tidak datang-datang juga mohon berkat daripadaNya.

Kalau Yesus merasa perlu menerima baptisan pertobatan Yohanes, bolehlah dikatakan sebagai solidaritasnya dengan kaum pendosa, kita tidak perlu menyangkal, tetapi lebih jauh dari itu Yesus sungguh-sungguh menyadari tugas perutusanNya bahwa Dia melaksanakan kehendak Allah, Dia merundukkan diri, Dia tidak saja memandang umatNya dari surge, Dia malahan mau menjadi manusia lemah, sama seperti ciptaanNya. Dia berkemauan memang untuk menerima baptisan; Dia bukannya harus menerima pembaptisan, melainkan karena kemauan dan kehendakNya,  malahan dia mengajak Yohanes Pembaptis untuk ikutserta menerima diriNya dengan mengatakan 'kita menggenapkan seluruh kehendak Allah'.

'Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan'.

Suara dari surge menegaskan perutusan Yesus Kristus, sebuah penyataan dari Allah Bapa tentang siapa Orang yang menerima baptisan ini. Penyataan ini tak ubahnya dengan penyataan yang diterima oleh para gembala bahwa 'hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan' (Luk 2: 11). Karena memang  hari ini Dia dinyatakan. Hari ini semua orang yang datang pada saat pembaptisanNya mendapatkan berita bahwa sang Penyelamat datang, Dialah Orang yang dikasihi Bapa, Dialah Orang yang berkenan kepada Bapa. Kalau dahulu orang-orang majus melihat bintangNya yang terus berjalan dan berhenti di tempat di mana Anak itu terbaring (Mat 2: 9), kini mereka pun mendapatkan sebuah petunjuk dan mereka dengan mata dan telinga kepala sendiri 'melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya'.

Suara dari surge sepertinya mengulang kembali atau menegaskan penyataan Tuhan sendiri melalui nabi Yesaya sebagaimana kita dengar dalam bacaan pertama tadi, 'lihat, itu hambaKu yang Kupegang, orang pilihanKu, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh RohKu ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa'.  Dan memang benar, Dia datang menggenapi seluruh kehendak Allah. 'Dia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. Dia menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara'.

Hari ini adalah Pembaptisan Tuhan Yesus, namun lebih dari itu, hari ini adalah hari Natal bagi orang-orang dewasa, hari raya Penampakan Tuhan. Sebuah pengertian yang sengaja kita pakai, karena memang hari ini Yesus, yang bukan lagi seorang Bayi kecil, ditampakkan, dinyatakan dan dilahirkan di hadapan orang-orang yang sudah dipersiapkan, disucikan dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Mat 3: 5-12); mereka bukanlah para gembala atau orang-orang majus, mereka adalah orang-orang yang memang 'sudah dibaptis, sudah dewasa dan sudah siap' menerima Kristus Tuhan. Hari ini Yesus lahir dan ditampakkan di hadapan orang-orang yang memang sudah siap hati dan budinya menerima kehadiran sang Mesias Putera Daud.

Bagaimana dengan kita?

Pertama, kita memang layak merayakan pesta pembaptisan karena kita termasuk orang yang telah dewasa, orang-orang yang sudah lama dipersiapkan, sudah dibaptis, bahkan sudah lama menerima Kristus Tuhan. Kita menjadi orang-orang yang berkenan menerimaNya. Dalam menghayati iman kepadaNya, dalam hidup menggeraja kita semua adalah satu. Kita disatukan oleh Roh Allah yang satu dan sama. Kita menjadi satu, karena memang kehendak dan kemauan Allah. Petrus menegaskan tadi dalam bacaan kedua, bahwa: 'bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang satu dengan lainnya. Setiap orang dari bangsa mana pun, yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran, berkenan kepadaNya'. Berkenan kepada Allah adalah kehendak Tuhan Allah sendiri.

Kedua, amatlah baik kalau kita tingkatkan keberkenanan kita kepada Allah dengan semakin 'takut akan Dia dan mengamalkan kebenaranNya'. Takut kepada Allah, bukanlah sikap takut menghadapi kawanan pencuri atau takut kena tilang polisi; takut kepada Allah adalah sikap taqwa, sikap berunduk, sikap mau dan siapsedia melaksanakan kehendak Allah. Kita ikuti kehendakNya, karena Allah menyelamatkan. Sebagaimana Yesus mau merundukkan diri di hadapan Yohanes Pembaptis, karena memang ketaatanNya menggenapi kehendak Allah Bapa, demikian kita selalu selalu siap sedia dan berunduk melakukan kehendak Allah.

Ketiga, berani mengamalkan kebenaranNya. Salah satu kebenaran Allah adalah Yesus setia melaksanakan kehendak Bapa, Dia merundukkan diri di hadapanNya, Dia mengkonkritkannya  dengan siap sedia menerima pembaptisan Yohanes. Keberkenanan kita di hadapanNya, hendaknya kita tunjukkan dengan mengamalkan kebenaranNya itu, konkritnya menerima pelayanan dan kebaikan hati orang-orang yang kita anggap 'lebih bawah' daripada kita, entah dalam bakat dan kemampuan, tugas dan jabatan, kepandaian dan kecerdasan, kebaikan dan kesucian. Keberanian mengamalkan kebenaranNya berarti berani menerima kebaikan hati mereka, yang ternyata tak jarang 'lebih tinggi' dan lebih baik daripada kita.

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau menerima baptisan dan sesaat itu pula Engkau menampakkan diri kepada banyak orang. Engkaulah Putera yang berkenan kepadaNya. Yesus semoga kami semakin mengimani Engkau dalam hidup sehari-hari, dan mewujudkannya selalu dalam kebersamaan hidup, terlebih dengan mereka yang berkekurangan.

 

Contemplatio :

Inilah Yesus Kristus, PuteraKu, kepadaNya Aku berkenan!

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening