Pesta Yesus dipersembahkan di kenisah


2 Februari 2011
Mal 3: 1-4  +  Mzm 24  +  Luk 2: 22-32
 
 
 
 
Lectio
 
Yesus dipersembahkan oleh kedua orangtua mereka di dalam kenisah. Ketika itu terbukalah hati banyak orang, sebagaimana diungkapkan oleh Simeon bahwa Dia sang Bayi kecil itu adalah terang bagi bangsa-bangsa, Dialah yang dinanti-nantikan oleh banyak orang. Yesus 'harus dipersembahkan', karena Dia adalah salah seorang dari 'semua anak laki-laki sulung yang harus dikuduskan bagi Allah'.
 
 
Meditatio
 
'Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan'.
Itulah yang diperbuat oleh keluarga Yusuf dan Maria, yang mana semuanya itu telah digariskan dalam Kitab Suci, di mana 'semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah'. Yusuf dan Maria tidak pernah memikirkan dan memperhitungkan pengalaman hidup yang telah berlalu, mereka tidak meminta perlakuan istimewa dari Tuhan yang telah meminta kesediaan mereka untuk menjadi orangtua Bayi yang baru dilahirkan itu, padahal mereka sempat mengalami pergolakan batin dalam mengemban amanat Allah. Mereka melakukan semuanya itu seturut peraturan keagamaan yang ada, dan mereka 'mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati'.
Kedatangan keluarga adalah seturut hokum Allah; dan ternyata kedatangan keluarga yang membopong Yesus membuka mata kehidupan, Siapakah sang Bayi kecil yang baru lahir itu, sebab melalui Simeon, Allah menyatakan bahwa 'keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel' telah datang dan aku telah melihatNya, maka 'sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu'. Kedatangan sang Bayi memenuhi kehendak dan kemauan Allah sebagaimana dijanjikan dalam Perjanjian Lama.
'Mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati' apalah itu artinya, bila memang kita lihat harganya dan kesederhanaan persembahan itu. Dan itulah sering juga kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan dan berhadapan dengan hal-hal ritual yang mungkin membosankan, apalagi dengan aneka aturan yang keras dan kaku. Namun tak jarang maksud dan kemauan Allah ditampakkan dalam peristiwa itu. Itulah peristiwa keluarga Maria dan Yusuf yang mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, tetapi membuka mata orang-orang yang penuh pengharapan.
Hokum Taurat telah menghadirkan keselamatan, sebagaimana dilihat sendiri oleh Simeon, terlebih bagi kita yang hidup dalam hokum cinta kasih yang dibawa oleh sang Penyelamat. Merayakan sabda dan sakramenNya adalah perayaan bersama sang Pemberi sabda dan kehidupan itu sendiri, Yesus Kristus, malahan kita menjadi 'orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN', sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama, karena memang Dia telah 'mentahirkan kita semua, menyucikan kita umatNya seperti emas dan seperti perak', berkat kematian dan kebangkitanNya dari alam maut. Dia telah menjadi tebusan bagi semua orang. Kurban tebusanNya adalah kurban yang berkenan kepada Allah, maka bila kita merayakan kurbanNya, kita menjadi 'orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN', karena kurbanNya adalah benar AdaNya.
 
 
Oratio
 
Ya Yesus Kristus, ketika Engkau dipersembahkan di kenisah terbukanlah hati banyak orang, sebab memang Engkaulah terang bagi bangsa-bangsa. Semoga kami pun merindukan kedatanganMu selalu, sebagaimana diteladankan Simeon kepada kami.
Yesus hadirlah di tengah-tengah kami. Amin.
 
 
Contemplatio
 
Aku rindu akan kedatanganMu di dalam hatiku.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening