Rabu, 26 Januari 2011

Peringatan Santo Titus dan Timotius

2Tim 1: 1-8  +  Mzm 96  +  Luk 10: 1-9

 

 

 

Lectio

 

Yesus mengutus ketujuhpuluh muridNya mendahuluiNya ke tempat-tempat yang akan dikunjungi. Mereka diingatkan bahwa perutusan mereka itu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala, dan dalam perjalanan janganlah mereka direpotkan dengan aneka perbekalan. Pewartaan mereka hendak menegaskan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

 

Meditatio

 

'Tuhan Yesus menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya'.

Inilah penunjukan Yesus terhadap ketujuhpuluh muridNya. Peristiwa ini bukanlah melulu sebuah sejarah yang perlu dianalisa, seperti: bagaimana dengan penunjukkan keduabelas murid yang menyertaiNya, apa tidak ada tumpangtindih dalam pelaksanaannya? Apa ada laporan perutusan? Apa yang dikerjakan? Dan sepintas, bila kita ingat: apa yang dikerjakan mereka di daerah-daerah, yang hendak dikunjungi Yesus, bagaimana pelaksanaan teknis kunjungan itu dilaksanakan, apa mereka mengadakan gladi resik penyambutan, kota mana saja yang dikunjungi mereka; semuanya tak pernah diceritakan dalam Injil.

Apa yang harus dikerjakan?

'Pergilah', tegas Yesus kepada mereka, 'sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Penyataan ini amat menegaskan bahwa perutusan mereka amatlah berat dan menantang, bagaikan seekor anak domba menghadapi banyak serigala, dan bukan sebaliknya. Sebuah tugas yang beresiko tinggi, bisa-bisa nyawa melayang.

Tugas mereka adalah:

Pertama, janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut,

Kedua, janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.

Ketiga, kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: damai sejahtera bagi rumah ini, dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya, tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Keempat, tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya; janganlah berpindah-pindah rumah. Demikian juga jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,

Kelima, sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan

Keenam, katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Perutusan ini sungguh-sungguh perutusan cinta, pertama, sebab mereka harus berani mendahului memberi salam dan tidak menuntut balasan, mereka harus dengan rela dan tangan terbuka menyembuhkan orang-orang yang sakit, karena memang mereka telah menerima karunia dengan cuma-cuma, maka mereka pun harus membagikannya dengan cuma-cuma, kedua, mereka diutus hanya untuk mewartakan sabda Allah, yakni bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, dan tidak mewartakan yang lain, ketiga, mereka hanya boleh mengandalkan bantuan Allah, karena itu tak perlu membawa perbekalan, Allah akan memberi penghidupan sehari-hari melalui orang-orang yang mendapatkan pewartaan.

Kita mengenal Kristus karena memang berkat pewartaan kasih Allah. Baiklah kita juga berani berbagi kasih, sebagai tanda syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas kelimpahanNya, agar keselamatan itu sampai ujung bumi (Kis 13: 47). Paulus pun sebagai Rasul bangsa-bangsa, melalui Timotius sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan pertama tadi juga meminta kita untuk berbagi kasih, katanya: 'hendaknya kalian berani bersaksi tentang Tuhan kita dan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah, sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban'.

Mewartakan sabda allah adalah tugas kita bersama, demikian juga dalam bersaksi tentang kebenaran yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan.

'Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala' tegas Yesus. Penyataan Yesus sungguh-sungguh menegaskan kepada kita bahwa karya pewartaan kristiani adalah pewartaan dengan 'tangan kosong', tanpa perbekalan dan senjata, sebagaimana direnungkan oleh santa Teresia Lisieux, semuanya dilakukan hanya dalam  kasih.

 

 

Oratio

 

Yesus, Engkau telah mengutus para muridMu mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Mereka Engkau minta hanya mengandalkan kekuatan hanya daripadaMu. Kami mohon, semoga kami pun selalu berani hanya mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya, karena kami percaya Engkau pasti akan menambahkannya dengan pelbagai karuniaMu.

Yesus jadikanlah kami saksi-saksi kehadiranMu yang menyelamatkan.

Santo Titus dan Timoteus, doakanlah kami selalu, amin.

 

Contemplatio

 

Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening