Rabu Masa Biasa I

12 Januari 2011

Ibr 2: 14-18  +  Mzm 105  +  Mrk 1: 29-39

 

 

 

Lectio :

 

Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan akhirnya banyak juga orang yang datang kepadaNya. Semua orang mencari dan mencari Dia untuk mendapatkan kesembuhan. Namun Yesus mengajak para muridNya pergi ke tempat-tempat lain, karena memang demi pewartaan Injil keselamatanlah, Dia datang ke tengah-tengah umatNya.

 

Meditatio :

 

'Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia'.

Itulah yang terjadi di rumah Simon. Kita dapatkan membayangkan keramaian pada saat itu; kita dapat membandingkannya, sekedar mendapatkan gambaran keramaian pada waktu, dengan pengalaman si Ponari yang 'bisa menyembuhkan' berkat batu yang dimilikinya. Semua orang berkerumun dan saling berdesakan untuk mendapatkan penyembuhan; dan lebih lagi Yesus mampu mengusir kuasa kegelapan dari tengah-tengah mereka.

Semuanya itu terjadi, setelah Dia menyembuhkan ibu mertua Simon yang terbaring karena sakit demam. Peristiwa 'gethok tular' (sebar berita lisan) kiranya terjadi pada saat itu, dan terasa begitu cepatnya sehingga banyak orang berduyun-duyun datang kepadaNya.  Memang peristiwa penyembuhan itu menarik banyak orang; 'bisnis' yang menggiurkan sekarang ini adalah penyembuhan, terlebih bila dipoles dengan acara-acara kebangunan rohani. Sekedar kritik saja kepada Gereja, bahwasannya kedatangan umat beriman akan berkurang, kalau memang Gereja tidak memberikan jawaban akan 'kebutuhan pasar' umatnya: penyembuhan!

Namun apakah kita mencari Dia hanya untuk mendapatkan kesembuhan, yang memang ternyata masih memungkinkan kita mati dan binasa. Tidaklah demikian, kalau kita mencari Dia yang adalah kehidupan dan keselamatan kita.

'Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana'.

Itulah kebiasaan Yesus. Dia menyempatkan waktu untuk berdoa dan berdoa. Dia pergi seorang diri ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Lihat, Yesus tidak mengajak dan mengundang lebih banyak orang lagi untuk datang kepadaNya guna mendapatkan penyembuhan. Dia sepertinya juga tidak mencari pengikut. Dia tidak mau diketahui banyak orang. Dia tidak mengadakan kebangunan rohani. Dia tidak meminta para muridNya untuk memasang spanduk agar datang kepadaNya. Apa memang belum terpikirkan semua hal itu?

Malahan ketika Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia dan memberitahukan: 'semua orang mencari Engkau', Yesus menjawab: 'marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'. Dia datang, bukan untuk mengadakan penyembuhan dan pengusiran setan. Dia datang untuk memberitakan Injil!

Menyakitkan!   Itulah mungkin komentar kita dan banyak orang lain terhadap jawaban Yesus ini. Apa Dia tidak pernah merasakan sakit dan derita orang papa? Apakah Dia tidak mempunyai hati? Apakah Dia bertindak semena-mena, karena mempunyai kuasa?

Sekali lagi pewartaan Injil menjadi intense kedatanganNya ke dunia, karena memang Allah Bapa menghendaki semua orang beroleh selamat. Namun Yesus tidak menutup kemungkinan bagi orang-orang yang berseru 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku' (Luk 5: 12), untuk mendapatkannya, sebagaimana kita renungkan Jumat kali lalu. Dan kiranya dengan pengalamanNya menjadi manusia, yang sama dengan kita dalam banyak hal, Dia mengetahui dengan benar apa yang menjadi kebutuhan dasar bagi umatNya. Dia memberi kelepasan dan kebebabasan, Dia memberi jaminan keselamatan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Hal itulah yang dikatakan dalam surat Ibrani hari ini kepada kita, bahwasannya 'Ia menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya, Ia memusnahkan kuasa kegelapan, yang berkuasa atas maut; Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Yesus sendiri mau menderita karena pencobaan, agar Ia dapat menolong mereka yang ada dalam pencobaan'. Seringkali Yesus malahan lebih memahami kehidupan kita daripada kita memahmi diri kita sendiri.

Yesus dapat melakukan segala yang baik, namun Dia tetap tidak melakukan kehendakNya sendiri, melainkan tetap pada kehendak Bapa yang mengutusNya, yakni mewartakan kabar keselamatan.

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, Engkau menyembuhkan banyak orang. Semoga Engkau juga memberi kelegaan dan penghiburan kepada saudara-saudari kami yang sakit dan berkekurangan. Kiranya segala kebaikan yang mereka terima daripadaMu membuat mereka semakin terpikat kepadaMu dan mengharapkan keselamatan yang ada padaMu.

Yesus, ajarilah kami untuk semakin berani mendengarkan dan melaksanakan kehendakMu.

 

Contemplatio :

SabdaMu adalah kebenaran, hidupMu kebebasan.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening