Rabu Masa Biasa II

19 Januari 2011

Ibr 7: 1-3.15-17  +  Mzm 110  +  Mrk 3: 1-6

 

 

 

Lectio :

 

Orang-orang Farisi kembali memprotes tindakan Yesus, yang menyembuhkan orang sakit di hari Sabat. Sabat adalah Sabat, tidak ada toleransi bagi manusia. Namun Yesus membuka pikiran mereka dengan mengatakan: manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, melakukan kebaikan atau membinasakan. Namun mereka tidak menjawabNya.

 

Meditatio :

 

'Orang-orang Farisi  mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia'.

Memang kehadiran dan tindakan Yesus itu selalu mengobrak-abrik tatanan sosial dan keagamaan yang sudah ada. Yesus selalu membuat skandal di tengah-tengah masyarakat. Dia pun bukannya tidak tahu akan sikap orang terhadap diriNya. Yesus tahu baik apa yang ada di dalam hati dan pikiran umatNya. Tak jarang Dia malahan mempertajam persoalan, sebagaimana yang terjadi dalam peristiwa hari ini. Ketika banyak orang terus mengamat-amati, Yesus meminta orang yang mati sebelah tangannya itu: berdiri di tengah-tengah kerumunan  mereka. KataNya kepada mereka: 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'.

Ingat, Yesus bukannya melawan hari Sabat. Hari Sabat harus tetap dihormati dan dijunjung tinggi, sebagai hari beristirahat bersama Allah. Dia hanya melihat ada banyak rincian larangan, yang diberlakukan pada hari Sabat, yang bertentangan dengan makna hari Sabat sendiri sebagai hari bahagia dan sukacita. Yesus mau mengembalikan hari Sabat sebagai hari sukacita. Menyembuhkan orang pada hari Sabat berarti membuat Sabat semakin menjadi hari sukacita dan damai.

Atas pertanyaanNya tadi, semua orang itu diam saja seribu bahasa. 'Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka'. Yesus mengobrak-abrik tatanan sosial dan keagamaan yang sudah ada, bukannya untuk merusaknya, melainkan mengarahkan kembali pada jalur yang benar dan mewarnainya dengan keadilan, damai dan sukacita.  Yesus bertindak demikian karena memang Dialah Tuhan atas hari Sabat. Dialah Imam seperti Melkisedek yang mempersembahkan kurban kepada Bapa, bukan dengan anak domba sembelihan, melainkan dengan Tubuh dan DarahNya sendiri. Dialah Imam Melkisedek baru; dan kita pun diajak untuk merayakannya.

Di hari Minggu kita diminta menaruh hati secara khusus merayakan hari kebangkitan, hari penebusan; namun kiranya tidak berhenti pada peribadatan saja melainkan juga merayakannya dengan perbuatan baik yang menyelamatkan sesame.

'Ulurkanlah tanganmu!', kata Yesus kepada orang itu, dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Namun perbuatan baiknya semakin mempertajam persoalan, sebab saat itu pula, keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. Dengan perbuatan kasihNya, Yesus diincar untuk dibunuh, kiranya tidak berbeda jauh dengan para muridNya dan semua orang yang percaya kepadaNya.

Siapa takut!

 

Oratio :

 

Ya Yesus, InjilMu hari ini mengajak kami untuk berani merayakan hari Sabat dengan penuh syukur dan melengkapinya dengan melakukan hal-hal baik bagi sesame. Semangatilah keberanian kami, ya Yesus, untuk merayakan hari Minggu sebagai hari kebangkitanMu yang menyelamatkan itu, dan kami pun siap berbagi kasih dengan semua orang.

 

Contemplatio :

Hendaknya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surge.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening