Sabtu Masa Biasa II

22 Januari 2011

Ibr 9: 2-3.11-14  +  Mzm 47  +  Mrk 3: 20-21

 

 

 

Lectio :

 

Yesus masuk ke sebuah rumah, dan banyak orang datang kepadaNya, sehingga dikatakan tadi mau makan saja mereka tidak sempat. Namun begitu ada juga suara sumbang tentang Dia. Dia dikatakan tidak waras lagi.

 

 

Meditatio :

 

'Ketika Yesus baru saja masuk ke sebuah rumah, datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat'.

Itulah situasi Yesus saat itu dengan banyak orang yang datang dan datang kepadaNya, semua orang meminta pelayanan daripadaNya, sampai-sampai 'makan pun mereka tidak dapat'. Sekali lagi kita hanya dapat membayangkan dan membayangkan banyaknya orang yang datang dan semua ingin mendapatkan pelayanan langsung daripadaNya. Para muri,d yang baru ditunjuk dan mendapat pelbagai anugerah daripadaNya pun, tidak mendapatkan perhatian dari khalayak ramai. Daya tarik dan kesan pribadi seseorang tidak bisa dioperalihkan, sebaliknya jabatan dan tugas perutusan tidak mampu mengalihkan dari tarik dan keterpesonaan seseorang pada sebuah pribadi. Inilah kharisma!

Anehnya, 'waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi'. Entah kenapa semua ini bisa terjadi? Siapakah keluarga Yesus yang dimaksudkan? Yosef dan Maria? Darimana informasi yang mereka terima? Hanya perbuatan baik, yang Yesus tampakkan selama ini, dan memang itulah Dia: Dia membuat segala-galanya baik adanya! Tetapi kenapa keluargaNya bisa mendengar nada sumbang itu? Tidak adakah orang-orang, yang datang berkerumun itu, memberi kesaksian kepada keluarga bahwa suara yang mereka dengar itu salah dan tidak benar? Inilah yang sering terjadi, mereka yang sudah mendengar, mereka sudah melihat, bahkan mereka yang sudah kenyang, tidak mau dan tidak memberi kesaksian! Mereka hendak menikmati dan mengenyangkan diri sendiri.

Inilah dunia! Segala sesuatu bisa terjadi. Yang merah bisa dikatakan hijau, yang hjau bisa dikatakan merah. Cerita sekarang pun terjadi bang Gayus Tambunan dengan Satgas Mafia Pajak, mereka saling menuding dan saling mengacungkan parang!  Dunia politik Indonesia memang menarik. Sangat bagus, kalau mereka beradu pendapat dan fakta; hanya saja sayangnya keadilan dan kebenaran sekarang ini banyak terletak-bukti hitam di atas putih.

Kita bukanlah orang-orang sejaman Yesus. Kita juga tidak berjumpa dengan Yesus dalam sejarah dan berjumpa dengan sepintas saja. Kita telah melihat dan merasakan Kristus Tuhan, sang Juruselamat dunia. Sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi Dialah 'sang Imam Agung, Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Kalau darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda  saja menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup'.

Bagaimana dengan kita semua? Baiklah kita semakin percaya kepadaNya, kita perdalam pengenalan kita kepadaNya, bukan berdasarkan apa kata orang, melainkan berdasar apa yang disabdakanNya sendiri kepada kita. Kesan dan kesaksian orang yang kita dengar tidak boleh menjadi patokan iman kepercayaan kita, karena memang pengenalan pribadi seseorang yang satu dengan lainnya berbeda, bahkan bisa saling berlawanan dalam memandang Dia. Kesaksian sejati dan benar adalah kesaksian dari Dia sendiri sang Empunya sabda kehidupan.

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, bantulah kami denga terang Roh KudusMu agar semakin mengenal Engkau yang maha pengasih dan pemurah. Yesus buatlah kami rajin mendengarkan suara dan kehendakMu. Amin.

 

Contemplatio :

Engkaulah Kristus Putera Allah yang hidup.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening