Selasa Masa Biasa IV


1 Februari 2011
Ibr 12: 1-4  +  Mzm 21  +  Mrk 5: 21-43
 
 
 
Lectio
 
Yesus memuji bahagian iman perempuan yang tekad menerobos kerumunan orang hanya untuk mendapatkan kesembuhan, sebab asal kujamah saja jubahNya aku pasti sembuh. Demikian juga Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus yang telah lama sakit dan mati.  Jangan takut, percayalah!
 
 
Meditatio
 
Apa iman kepercayaan kepada Tuhan itu?
Pertanyaan itu sering juga muncul dalam pergaulan sehari-hari. Sulit memang menjawab pertanyaan itu, karena memang iman itu bukanlah sebuah definisi. Iman itu adalah sebuah tindakan seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Dia mempunyai jabatan terhormat di tengah-tengah masyarakat, tetapi dia berani tersungkur ia di depan kaki Yesus dan memohon. 'Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup'. Iman itu adalah sebuah tindakan seorang perempuan yang pernah mendengar berita-berita tentang Yesus, dan ketika dilihatnya Dia ada di tengah-tengah kerumunan orang, dia menerobos kerumunan itu, karena 'asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh', katanya dalam hatinya.
Sedangkan tindakan tanpa iman adalah gerutu orang-orang yang berkata: 'anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?'. Sebab memang dalam mengejar keselamataan tidak ada istilah 'merepotkan Tuhan Yesus', sebesar apapun permintaan kita, sesering apa permohonan kita, Tuhan tidak pernah bosan-bosannya mendengarkan kita, ingat cerita Abraham yang berdoa dengan tawar-menawar bersama Tuhan (Kej 18); ataupun janganlah kita menertawakan Yesus ketika Dia menyampaikan kehendakNya: 'mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!', sebab Dia mampu membuat segalanya baik adanya, Dia penuh kuasa, dan segala yang di luar kemampuan akal budi kita dijadikan ada dan dapat kita lihat dan dengar.
Yang mana sering kita lakukan dalam tindakan kita sehari-hari, terlebih bila kita terjepit oleh aneka kesulitan dan persoalan hidup. Kita diminta untuk teguh pada pendirian hidup, malahan kita supaya tetap percaya dan percaya dan mengandalkan bantuanNya. 'Jangan takut, percaya saja!'.
Yesus mengajak kita bertahan dan bertahan, sebagaimana Kristus sendiri telah berjuang dan berjuang demi keselamatan kita, Dia telah memanggul salib demi hidup kita. Oleh karena itu, surat kepada umat Ibrani mengajak kita, katanya: 'marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun, memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah'.
Iman tampak nyata dalam perjuangan hidup
 
 
Oratio
 
Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami yang mudah terombang-ambing. Semuanya ini terjadi karena memang kami lemah.
Yesus tambahkanlah iman kami.
 
 
Contemplatio
 
Iman kepercayaan itu mendatangkan keselamatan.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening