Senin III

24 Januari 2011

Ibr 9: 15.24-28  +  Mzm 98  +  Mrk 3: 22-30

 

 

Lectio

 

Yesus dilecehkan oleh para ahli Taurat dengan mengatakan bahwa Dia mengusir setan dengan kuasa Beelzebub. Yesus menanggapi mereka dengan mengatakan mungkinkah kerajaan setan itu terpecah belah? Namun yang jelas, kehebatanNya menunjukkan bahwa Dia lebih berkuasa daripada kuasa kegelapan, karena memang Dia mampu mengalahkan mereka.

 

 

Meditatio

 

'Dia kerasukan Beelzebul', leceh para ahli Taurat terhadap Yesus, 'dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan'.

Entah kenapa mereka berkata demikian. Minimal ada kecemburuan sosial, di mana memang Yesus tampil dengan penuh kuasa dan wibawa, Dia mengajar tidak seperti mereka. Dia yang tidak pernah belajar Kitab Suci dan tidak pernah ikut pemuridan sebagai cantrik,  tetapi mampu menampilkan diri dengan hebatnya, dan  malahan semakin banyak orang menoleh kepadaNya. Mengapa Dia bisa bertindak demikian hebat?

Atas ucapan mereka, Yesus berkata: 'bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya'. Mungkinkah iblis sebagai sebuah kekuatan bertindak demikian? Iblis pun juga pakai otak kiranya!

TambahNya, 'tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya, apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu'. Penyataan Yesus menegaskan bahwa: Tuhan Allah itu lebih berkuasa atas segala sesuatu; dan Dia, yang kini mengusir kuasa kegelapan, memang berkuasa atas segala sesuatu, berkuasa atas hidup. Dialah Penguasa kehidupan!  Sangatlah keliru, kalau ada orang-orang yang mengandalkan kekuatan yang tidak berasal dari Tuhan; tak dapat diingkari, memang ada kuasa-kuasa yang memberi kesenangan sesaat kepada banyak orang, tetapi hendaknya tidak kita percayai, karena memang hanya bersifat sesaat, bahkan semua, dan setelah itu membinasakan. Mereka yang percaya kepadanya adalah orang-orang bodoh.

'Aku berkata kepadamu, tegas Yesus, 'sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan, tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal'.  Istilah yang menarik, menghujat Roh Kudus. Istilah ini digunakan Yesus untuk menegaskan bahwa barangsiapa sungguh-sungguh menolak Allah dan tidak mau bertobat kepadaNya, tidaklah mendapatkan keselamatan kekal. Bagaimana dia mendapatkan keselamatan, kalau memang menolaknya. Hal ini ditegaskan oleh Yesus, karena mereka para ahli Taurat itu menuduh dan melawan Allah dengan berkata bahwa 'Ia kerasukan roh jahat'.

Kita bukanlah orang-orang seperti para ahli Taurat, karena memang kita telah beroleh rahmat kasih dan penebusanNya. Hati dan budi kita telah dibukaNya dengan terang Roh KudusNya, kita pun hari demi hari juga beroleh kasih karuniaNya, sehingga keberanian kita untuk mendengarkan suaraNya membuat kita semakin hari semakin mengenal Dia. Kita bukanlah orang-orang bodoh!

Hari ini pula, dalam bacaan pertama kita semua diingatkan akan kurban penebusan yang dilakukanNya kepada kita. 'Dia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran, yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. Dia hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya, untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia'.

Dengan penyataan ini kiranya kita semakin percaya dan berserah diri kepadaNya, dan bukan kepada kekuatan-kekuatan lain yang  bukan Tuhan Yesus.

 

Oratio

 

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Penguasa kehidupan ini, Engkau mengatasi segala, semoga Engkau menguatkan iman dan pengharapan kami kepadaMu, agar kami semakin setia kepadaMu, sebab tak jarang kami ini lemah dan mudah menoleh kepada yang lain.

Yesus, bantulah kami yang lemah ini.

 

Contemplatio

 

Engkaulah Kristus Putera Allah yang hidup!

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening