Senin Masa Biasa I

10 Januari 2011

Ibr 1: 1-6  +  Mzm 97  +  Mrk 1: 14-20

 

 

 

Lectio :

 

Yesus memanggil murid-muridNya yang pertama. Ada Simon, ada Andreas, ada Yakobus, ada Yohanes. Mereka dipanggil dan mereka mengikutiNya.

Dia memanggil bukan dari jarak jauh, Dia mendekat dan menyapa kita umatNya. Dia adalah Yesus Tuhan.

 

Meditatio :

 

'Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Inilah yang dilakukan Yesus setelah 'mendapatkan' baptisan dari Yohanes, Dia mewartakan Injil. Yesus mengajak setiap orang untuk berani bertobat dan percaya kepada Injil. Orang harus berani bertobat mendekatkan diri kepada Tuhan, orang harus mengarahkan perhatiannya hanya kepada Tuhan, dan orang harus berani percaya kepada Injil, kabar sukacita, karena memang Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus tidak mengatakan sudah datang, karena Dia memang baru muncul dan belum banyak orang mengenalNya, Yesus belum datang dan hadir dalam pergaulan umatNya, Dia baru memasuki umat yang dimilikiNya. Dia sudah dekat, karena memang Dia mendekati umatNya.

'Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia'.

Inilah ajakan Yesus kepada mereka yang dipanggilNya, kepada Simon dan Andreas, yang sedang menebarkan jala di danau, dan mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Demikian juga kepada Yakobus dan Yohanes yang sedang membereskan jala di dalam perahu, dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya, lalu mengikuti Dia.

Rasanya enak kali mereka langsung meninggalkan perbendaharaan dan keluarganya lalu mengikuti Yesus. Memang benar, itulah iman dan kemauan untuk mengikuti Yesus Tuhan. Mengikuti Yesus berarti mendengarkan sabda dan panggilanNya dan melaksanakanNya:  mereka dipanggil, maka mereka datang dan mengikutiNya. Inilah rumusan beriman kepada Yesus: mendengarkan suaraNya lau mengikutiNya.

Tak dapat disangkal, bila ada pertanyaan ketika mereka dipanggil; tak dapat disangkal, pasti Andreas dan Simon bertanya-tanya: apa artinya menjadi penjala manusia dan mereka mau diajak ke mana; tak dapat disangkal, pasti Yakobus dan Yohanes juga menyapa dan pamit orangtuanya, sebelum mereka meninggalkannya. Walau pertanyaan-pertanyaan tadi belum terjawab sepenuhnya, walau mereka belum sempat mengadakan acara pelepasan keluarga, mereka langsung pergi mengikuitNya, karena Tuhan yang memanggil. Iman tidak menutup kemungkinan akal budi berpikir, namun iman adalah sebuah keputusan untuk berangkat dan mengikuti Dia.

'Mari ikutilah Aku' adalah sapaan Tuhan Allah, Dia tidak jauh di sana, Dia mendekat dan menyapa langsung. Inilah penampilan Tuhan yang Mahamulia dan agung itu, Dia memang bisa menyapa dari tempatNya yang kudus di sana, namun berkat kehadiranNya yang tampak dalam diri Yesus Kristus, Dia mendekat dan mengetuk hati kita. Tepatlah apa yan g dikatakan surat kepada umat Ibrani tadi, bahwasannya 'pada zaman dahulu Allah yang berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, kini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta'.

Kita baru saja merayakan Natal, kita tahu dengan baik Siapa yang baru datang dan mendekati kita. 'Dia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan'.  Kalau Dia yang kuasa memanggil dan memanggil kita dengan kelembutanNya, baiklah kita dengarkan suaraNya dan kita ikuti. Sudah didatangi, sudah didekati, disapa olehNya, bahkan sekarang kita ini sudah diangkat menjadi saudara-saudariNya, keterlaluan dan ndhendheng, kata Arema, kalau kita tidak mau mendengar dan menyambutNya.

Hari pertama di masa biasa ini, kita diminta untuk berani mendengar dan mendengar panggilanNya dan mengikutiNya.

 

 

Oratio :

 

Ya Tuhan Yesus, Engkau memanggil dan memanggil orang-orang yang Engkau kehendaki, bukan saja orang-orang tertentu, melainkan kepada semua orang Engkau perdengarkan suaraMu. Berilah keberanian kepada semua orang untuk mendengarkan suaraMu dan mengikuti panggilanMu.

 

Contemplatio :

Aku dengar bisikan suaraMu, menggema lembut di dalam batinku.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening