Jumat Masa Biasa IV


4 Februari 2011
Ibr 13: 1-8  +  Mzm 27  +  Mrk 6: 14-29
 
 
 
Lectio :
 
Yesus tampil semakin mengesankan banyak orang, dan langsung mereka mengaitkan dengan beberapa tokoh terkenal dalam Perjanjian Lama, terlebih dengan Yohanes Pembaptis, karena kuasaNya hebat juga seperti Yohanes. Herodes secara khusus menyamakan Yesus dengan Yohanes, karena kematiannya yang sungguh teringat olehnya, karena dia bangga terhadapnya, melainkan karena Herodeslah otak pembunuhan.
 
Meditatio :
 
'Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia'.
Itulah komentar banyak orang tentang Yesus. Entah bagaimana kabar Yesus yang sepertinya semakin simpang siur. Bukankah Yohanes sendiri pernah menunjukkan kepada banyak orang bahwa Dialah orang yang ditunggu-tunggu; mereka berdua malahan pernah berhadap-hadapan, saling berbicara dan bertatap muka. Namun bagaimana mereka orang-orang jaman itu dapat menyimpulkan bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang telah mati dan bangkit kembali. Apakah mereka percaya akan reinkarnasi, sehingga pergantian kuasa begitu cepat, padahalnya mereka baru saja berhadapan muka? Mungkin tepatlah, kalau orang mengatakan 'Dia itu Elia!' atau 'Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu'; dan Yesus sendiri memang tidak pernah menegaskan diri secara terang-terangan.
'Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi' tegas Herodes, yang memang sepertinya memberi kesimpulan semacam itu, bukan karena kebenaran, melainkan karena perasaan bersalah atas tindakan yang telah diperbuatnya. Dia tidak berkata-kata tentang kebenaran, melainkan tentang dosa. Dia berkata demikian karena dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin, sebagaimana tindakan yang telah diceritakan tadi.
Kiranya pasti kita bukanlah orang-orang yang terombang-ambing mengenal Yesus Kristus, kita tahu pasti Siapakah Dia yang menjadi Juruselamat hidup berkat kematian dan kebangkitanNya. Satu kali Dia telah menyelamatkan kita semua, dan berlaku untuk selama-lamanya, Dialah Imam Agung sejati, dan tidak seperti imam-imam lainnya yang mempersembahkan diri untuk dosa sendiri, baru kemudian untuk orang lain, Dia adalah Imam Pembawa kurban dan sekaligus Kurban tebusan bagi banyak orang, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi: 'Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya'.
Dan baiklah kita berusaha menemukan Dia dalam setiap langkah hidup kita, sebagaimana dikatakan juga dalam bacaan pertama tadi: pertama, 'peliharalah kasih persaudaraan!', sebagaimana Kristus sendiri telah mendahului mengasihi kita, konkritnya dengan 'memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat, sembari mengingat akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini'.
Kedua, 'hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah'; ketiga, 'dan tidak menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali idak akan meninggalkan engkau'.
Ketiga hal yang disampaikan Yesus sendiri melalui surat kepada umat Ibrani ini adalah hal biasa dan konkrit dalam hidup sehari-hari, bukanlah hal yang istimewa dan luar biasa. Sebab dalam hidup keseharian ini, persaudaraan dalam berbagi kasih adalah hal mendasar dalam hidup bersama dengan orang lain; perkawinan juga adalah panggilan konkrit yang harus kita nikmati dalam keluarga kita masing-masing, dan yang tak kalah pentingnya agar kita tidak mengandalkan hidup hanya dari uang, hamba-hamba uang, seperti yang diberitakan hari-hari ini ada presiden yang memiliki harta sebesar ratusan triliun rupiah sedangkan rakyatnya hidup dalam kemelaratan. Tuhanlah andalan hidup kita, karena memang Tuhanlah yang menyelamatkan dan bukannya kekayaan.
Hari ini kita diminta Gereja menemukan kehadiran Yesus dalam peristiwa keseharian kita.
 
Oratio :
 
Ya Yesus, Engkaulah sang Juruselamat kami, semoga pengenalan diri akan Engkau semakin banyak dinikmati orang-orang, terlebih mereka yang belum tahu sedikitpun tentang kehadiranMu; dan bagi kami, terangilah kami dengan Roh KudusMu agar kami semakin mampu menemukan kehadiranMu dalam diri sesame kami.
 
Contemplatio :
 
Engkau hadir dalam setiap tarikan nafas hidup kami, amin.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening