Kamis Masa Biasa IV


3 Februari 2011
Ibr 12: 18-24  +  Mzm 48  +  Mrk 6: 7-13
 
 
 
Lectio :
 
Yesus mengutus para muridNya pergi berdua-dua. Mereka dipesan untuk tidak merepotkan diri dengan aneka perbekalan. Mereka diminta tinggal di rumah-rumah orang yang menerima mereka, mereka akan 'harus' diterima oleh orang-orang yang mendengarkan mereka, bila orang-orang itu tidak mau mendengarkan mereka, mereka diminta meninggalkan kampong dan 'mengebaskan debu dari kaki mereka', sebagai peringatan bagi mereka yang mendengarkan.
 
Meditatio :
 
'Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat'.
Itulah catatan yang diberikan Markus dalam Injilnya. Diutus untuk apa, tidak disebutkan; ke mana mereka pergi, tidak dikatakan; sampai kapan juga tidak diceritakan; bukankah mereka itu mendampingi Yesus sebagai cantrikNya. Bila dilihat dalam konteks keseluruhan perjalanan Yesus, sepertinya mereka diutus ke daerah-daerah sekitar saja, bukankah perutusan 'yang resmi' diberikan Yesus pasca-kebangkitanNya.
Markus sekali lagi tidak mencatat tugas apa yang harus mereka kerjakan, malahan yang ditampilkan pelaksanaan teknis yang diberikan Yesus, yang hendaknya diperhatikan para murid, pertama, hendaknya mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju, kedua, kalau di suatu tempat mereka sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai mereka berangkat dari tempat itu, sebaliknya bila ada suatu tempat yang tidak mau menerima mereka dan kalau orang-orang  tidak mau mendengarkan mereka, mereka harus keluar dari situ dan mengebaskan debu kaki sebagai peringatan bagi orang-orang yang ada di situ.
Mereka diminta untuk tidak terlalu merepotkan diri dengan aneka perbekalan, sebab tak jarang tujuan kepergian seseorang tidak dapat tercapai, karena berhenti pada perbekalan, pada sarana-sarana yang mereka pergunakan. Pewartaan harus tetap dan terus berjalan walau terbatasnya aneka perbekalan atau pun fasilitas yang memadai. Pewartaan bertitiktolak dari kehendak Tuhan, dan bukannya pada sarana dan fasilitas yang ada. Pewartaan adalah kemauan dan kehendak Tuhan, dan Dia yang akan atur segalanya. Penerimaan oleh orang-orang yang mendengarkan mereka adalah suatu bentuk perhatian mereka akan kabar pewartaan dan sekaligus kemauan mereka untuk bertobat dan bertobat. Sebaliknya, acuh tak acuh akan kabar sukacita dan ketidakmauan untuk bertobat terungkap dalam penolakan mereka untuk tidak mendengarkan pewartaan para murid. Penolakan mereka sepertinya menjadi catatan tersendiri oleh Tuhan bagi mereka.
'Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka'.
Menerima pewartaan kabar sukacita adalah suatu pertobatan. Menerima pewartaan kabar sukacita adalah menyambut sabdaNya, memenuhi panggilan suaraNya dan berani datang mengaminiNya. Menerima pewartaan kabar sukacita, seturut surat kepada umat Ibrani, berarti datang  'kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel', karena memang Dialah Imam Agung dan Mulia, yang tinggal di kemah kudus yang bukan buatan manusia, sebab Dia bukan saja menjadi Pembawa kurban, melainkan juga menjadi Kurban tebusan. Malahan bagi kita, orang-orang yang hidup dalam jaman pasca kebangkitanNya, kita datang ke dalam pertemuan kudus, yang telah ada terlebih dahulu dari kita, karena memang keterlambatan kita mengenal Dia. Kita memang mendapatkan bagian di dalam Dia, tetapi bila dirunut sepertinya kita jauh dari 'Putra sulung kebangkitan' (1Kor 15: 23), entah kita urutan yang keberapa. No problem, kita tetap mendapat bagian bersamaNya.
Karena itu, bacaan pertama tadi juga menegaskan, kita tidak saja datang kepadaNya, tetapi juga kepada barisan para kudusNya yang telah mendahului kita, sabdaNya: 'kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna'.
 
 
Oratio :
 
Ya Yesus sertailah saudara-saudari kami yang bekerja di daerah pedalaman dalam mewartakan kabar keselamatan, semoga Engkau sendiri menjadi penghiburan bagi mereka. Teguhkan dan kuatkanlah semangat dan hati mereka.
Bagi kami yang sudah mengenal Engkau, semoga Engkau juga melimpahkan rahmatMu agar kami semakin setia dan tertarik kepadaMu. Yesus, berkatilah kami selalu, amin.
 
Contemplatio :
 
Aku wartakan sabdaMu Tuhan.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening