Kamis Masa Biasa VII

24 Februari 2011
Sir 5: 1-8  +  Mzm 1  +  Mrk 9: 41-50
 
 
 
Lectio :
 
Yesus mengingatkan kita agar selalu menjadi berkat bagi orang lain, namun terlebih dahulu hendaknya kita mengkondisikan diri untuk mampu berbuat baik kepada setiap orang. Dengan tajam Yesus mempertegas permintaanNya itu dengan mengatakan apabila tangan, kaki dan mata menyesatkan engkau, penggalah dan cungkilah, sebab lebih baik dengan tangan satu, kaki dan mata pun begitu, tapi masuk dalam Kerajaan Surga.
 
Meditatio :
 
'Barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya'.
Penyataan Yesus ini menegaskan kepada mereka, bahwa kehadiran para murid itu hendaknya membawa berkat bagi sesamanya, kehadiran mereka amat diharapkan orang-orang yang hendak mendengarkannya, sehingga sapaan dan sambutan orang-orang itu terhadap mereka mendatangkan berkat tersendiri bagi yang menyambut mereka.
Demikian juga tentunya bagi kita yang percaya kepadaNya, hendaknya kita menjadi berkat bagi sesame, kehadiran kita hendaknya menjadi kerinduan banyak orang, karena kehadiran kita memberikan sukacita dan damai bagi sesame. Kehadiran seorang kristiani haruslah dirindukan banyak orang, karena dia memang adalah garam dan terang dunia; kiranya perlu direnungkan kembali dan terus-menerus perlu adanya pembaharuan diri, bila memang kehadiran seorang kristiani malahan ditakuti dan amat-amat tidak diharapkan oleh sesamanya, sebab dia bukannya menjadi garam dunia, melainkan racun bagi dunia.
Jangankan menjadi racun dunia, seseorang dari kita, yang 'menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini', haruslah dihukum; anak kecil saja yang masih suci, polos dan jujur dibuatnya tawar hati, sesat dan berdosa, maka 'lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut'.
Karena itu, jiwa dan hati seseorang haruslah terkondisi suci dan murni setiap saat, karena memang dia harus menjadi berkat bagi sesamanya, maka 'jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah, jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan, kaki dan mata satu dari pada dengan utuh kedua tangan, kaki dan matamu, dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan'. Yesus meminta kesungguhan kita para muridNya untuk menjadi berkat bagi sesame. Tepatlah juga yang dikatakan Yesus: 'setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah' (Yoh 15: 2).
'Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain'.
Terinspirasikan bacaan pertama tadi, baiklah kita pun tidak menunda-nunda menjadi berkat bagi sesame, karena memang Tuhan telah lama berbuat baik kepada kita dan memberikan anugerah dan rahmatNya kepada kita secara cuma-cuma.
 
Oratio :
 
Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang mempunyai hati yang suci, orang-orang yang siap menjadi berkat bagi sesame. Bantulah kami ya Yesus menguduskan diri kami, yang telah Engkau jadikan baitMu yang suci, amin.
 
Contemplatio :
 
Kuduskanlah hati dan budi kami.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening