Pesta Takhta Santo Petrus Rasul

22 Februari 2011
1Pet 1: 1-4  +  Mzm 23  +  Mat 16: 13-19
 
 
 
Lectio :
 
Yesus memuji bahagia Petrus yang mampu menyebut diriNya secara tepat dan benar, 'Engkau Kristus Putera Allah yang hidup'. Dia juga memberikan kuasa dalam penggembalaan umatNya; dan berkat kuasa inilah Gereja dapat berziarah di dunia dalam menghadapi gelombang kehidupan, terutama dalam menjaga karunia indah yang  diterima setiap orang yang percaya kepada Kristus sang Putera.
 
Meditatio :
 
'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'.
Inilah jawaban Petrus terhadap Yesus ketika menanyakan siapakah DiriNya menurut banyak orang, ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi. Jawaban Petrus sungguh benar, dan dia mendapatkan pujian daripadaNya: 'berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga'. Iman adalah sebuah pengakuan diri  seseorang terhadap Tuhan, tetapi tidak dapat disangkal iman wujud nyata campur Allah terhadap hidup seseorang, karena memang Allah mempunyai maksud tertentu terhadapnya. Sebab sungguh, yang dikatakan Petrus 'bukanlah diri manusia yang menyatakan itu, melainkan Bapa yang di sorga', Petrus berkata-kata seperti itu, karena Allah intervensi terhadap dirinya.
'Aku pun berkata kepadamu', tegas Yesus kepadanya: 'engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Inilah maksud dan kehendak Allah terhadap Petrus; dia diberi kuasa dan kehormatan, dia diberi takhta!
Takhta Petrus inilah yang menyatukan Gereja umat Allah dalam berziarah di dunia ini, karena memang inilah kemauan Allah. Dia mendampingi dan menyertai umatNya, sehingga apa yang telah dilimpahkan kepada umatNya janganlah hilang dan sia-sia, melainkan tumbuh berkembang dan menghasilkan banyak buah.
Apa yang dilimpahkan Allah kepada umatNya adalah rahmat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus sang Putera sulung kebangkitan, rahmat yang memberi jaminan keselamatan kepada kita, kepada setiap orang yang berani menikmatinya. Karena itu Petrus sendiri dalam bacaan pertama tadi menegaskan: 'terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu'.
Pesta hari ini mengingatkan kita untuk mensyukuri rahmat indah yang kita terima daripadaNya, mensyukuri taburan iman yang telah diberikan Tuhan Yesus sendiri kepada kita. Pesta hari ini mengingatkan kita bahwa kita tidak dibiarkan sendirian oleh Yesus dalam menghayati iman panggilanNya, kita tetap didampingi dan diteguhkan oleh Allah sendiri melalui kuasa yang diberikan Kristus tadi kepada Petrus, kepada GerejaNya. Hendaknya kita semakin setia 'menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir'.
 
Oratio :
 
Yesus, semoga Engkau mempersubur taburan iman yang Engkau limpahkan kepada kami, semoga kami semakin hari semakin setia kepadaMu, sehingga kami boleh menikmati rahmat indah daripadaMu itu.
Yesus, semoga Engkau juga memperluas taburan kasihMu itu juga kepada setiap orang yang merindukan keselamatan abadi, sebab hanya Engkaulah yang dapat memberikannya. Ya Yesus, limpahkanlah berkatMu kepada kami semua, amin.
 
Contemplatio :
 
Engkaulah Kristus Putera Allah yang hidup.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening