Rabu Masa Biasa V


9 Februari 2011
Kej 2: 4-9.15-17  +  Mzm 104  +  Mrk 7: 14-23
 
 
 
Lectio :
 
Dengan tegas Yesus menyatakan bahwa semua makanan yang masuk dalam tubuh manusia tidak membuat orang najis. Semua makanan halal. Sebaliknya, yang membuat orang najis dan berlumur dosa adalah keinginan manusia itu sendiri, yang mencari kepuasan dan nafsu diri.
 
Meditatio :
 
'Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya'.
Penegasan Yesus ini amat menarik. Najis itu berarti kotor dan tidak suci di hadapan Tuhan Allah tentunya, tetapi juga di hadapan sesame manusia. Yesus menambahkan: 'segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?'. Tetapi makanan dapat menjadikan tubuh manusia ini sakit, bahkan kematian, karena memang tubuh tidak dapat mencerna makanan itu dan membasmi kuman-kuman yang terkandung dalam makanan itu. Semua makanan tidak membuat orang najis. Yesus menyatakan bahwa semua makanan halal, tak ada yang menjadikan manusia najis hanya gara-gara makanan.
Sebaliknya, 'apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang'. Benar memang! Hal-hal yang disebutkan Yesus inilah yang membuat seseorang najis dan tidak suci di hadapan Tuhan Allah, demikian juga tentunya di hadapan sesame. Aneka kajahatan tadi membuat orang binasa dan berujung pada maut.
Seseorang menjadi kotor dan tidak suci di hadapan Tuhan hanya diakibatkan oleh kejahatan dan dosa, bukan karena makanan ataupun  minuman. Bahkan bila ada seorang jatuh sakit karena kesalahannya sendiri menikmati aneka makanan, apalagi kalau dipaksa orang lain untuk makan sesuatu, sehingga jatuh sakit, dia tetap layak di hadapan Tuhan, ketidakpantasan seseorang berdiri di hadapan Tuhan bukan ditentukan oleh jenis makanan. Segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan dan kebebalan muncul karena keinginan pribadi yang ingin memuaskan diri, mencari kesenangan diri; semuanya ini disebut dosa dan menajiskan setiap orang karena berlawanan dengan kodrat dan kehendak Tuhan. Contoh soalnya sebagaimana kita renungkan dalam hari Minggu kemarin: Yesus mengingatkan bahwa semua orang yang percaya kepadaNya adalah garam dan terang dunia; berkat pengenalan kita akan Kristus, kodrat atau jatidiri kita telah berubah menjadi anak-anak Allah, menjadi garam dan terang dunia; dan semua tindakan yang mengumbar hawa nafsu dan kepuasan diri itu berlawanan dengan kodrat anak-anak Allah, berlawanan dengan pengenalan diri akan Kristus.
Repotnya, kehendak Tuhan itu tidak selalu selaras dengan keinginan kita manusia, dan sebaliknya, keinginan kita manusia juga tidak selalu sesuai dengan kehendak Tuhan. Contoh kecil disebutkan dalam bacaan pertama tadi, sabdaNya: 'semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati'. Ini kehendak Tuhan. Jangan kita lihat isi perintah itu, yakni berkenaan dengan pohon dan buahnya, melainkan cukup perintahNya. Mengapa dilarang? Kalau memang bisa dan mungkin enak untuk dinikmati, mengapa dilarang? Bertentangan dengan HAM. Itulah keinginan kita manusia.
Manusia menjadi najis, kotor dan berlumuran dosa karena melawan kehendak dan kemauan Tuhan yang mengasihi umatNya.
 
Oratio :
 
Yesus Kristus sucikanlah hati kami agar kami semakin hari semakin berkenan kepadaMu, dan buatlah kami semakin layak di hadapanMu.
 
Contemplatio :
 
Kuduskan hati ini untuk kami berdoa
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening