Sabtu Masa Biasa VII

26 Februari 2011
Sir 17: 1-15  +  Mzm 103  +  Mrk 10: 13-16
 
 
 
Lectio :
 
Para murid melarang anak-anak datang kepada Yesus, Guru mereka. Namun sebaliknya Yesus menegur mereka para muridNya, karena malahan sikap dan tindakan anak-anak yang mau datang kepadaNya, hendaknya menjadi teladan mereka dalam mencari dan mengejar Kerajaan Allah.
 
 
Meditatio :
 
'Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah'.
Penegasan Yesus amat jelas. Pernyataan ini diberikan Yesus, ketika menegur para muridNya yang melarang orang-orang membawa anak-anak kecil kepadaNya, supaya Ia menjamah mereka. Walau tanpa keterangan, pasti dapat kita perkirakan bahwa larangan para murid kpeada mereka membawa anak-anak, karena tak jarang anak-anak itu merepotkan kita semua; gaya, gerak dan teriakan penampilan mereka itu merepotkan dan mengganggu urusan kita, apalagi yang kita lakukan ini adalah urusa n rohani, urusan keagamaan, apa yang dapat kita lakukan terhadap mereka anak-anak ini?
Namun apakah mereka, anak-anak, tidak kita perbolehkan menerima keselamatan, apakah belum saatnya mereka mulai mencicipi keselamatan? Apakah keselamatan hanya dinikmati oleh orang-orang yang sudah berusia? Bukankah semenjak usia dini mereka harus sudah perlu kita perkenalkan kepada sang Empunya kehidupan?
Semua pertanyaan ini memang sudah banyak menjadi bahan permenungan orangtua, tetapi alasan praksis saja yang seringkali menjadi beban bagi mereka, mereka tidak mau direpotkan oleh gaya dan ulah anak-anak kita. Malahan tak jarang anak-anak kita menjadi biang keladi  dan dijadikan terdakwa bagi orangtua yang malas dan enggan pergi ke gereja merayakan hari Minggu dan aneka kegiatan lainnya.
'Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, dan  Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya', tegas Yesus. Setiap orang malahan hendaknya meniru kerinduan anak-anak untuk berjumpa dengan Yesus, motivasi mereka amat murni dan polos, mereka ingin berjumpa Yesus hanya untuk mendapatkan berkat, mendapatkan jamahan daripadaNya, tidak ada yang lain; mereka tidak menentukan dan tidak rewel dengan tempat dan waktu untuk berjumpa, hanya satu keinginan mereka: berjumpa dengan Yesus dan mendapatkan jamahanNya.
'Lalu Yesus memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka,  Ia memberkati mereka'.
Mengapa orang harus berani menyambut Kerajaan Allah?
Ada banyak jawaban, tapi kita ikuti apa yang direnungkan dalam bacaan pertama tadi. SabdaNya: 'manusia diciptakan Tuhan dari tanah, dan ke sana akan dikembalikan juga'. Manusia itu ciptaan lemah dan tak berdaya, dia hanyalah tanah liat yang kini bernyawa dan akan kembali menjadi tanah. Namun yang berasal dari tanah itu telah diperkaya oleh sang Penciptanya. 'Kepadanya dikenakan kekuatan yang serupa dengan kekuatan Tuhan sendiri dan menurut gambar Allah dijadikan-Nya. Lidah, mata dan telinga dibentuk-Nya, dan manusia diberi-Nya hati untuk berpikir. Tuhan memenuhi manusia dengan pengetahuan yang arif, dan menunjukkan kepadanya apa yang baik dan apa yang jahat. Ia menanamkan mata-Nya sendiri di dalam hati manusia untuk menyatakan kepadanya keagungan pekerjaan Tuhan. Tuhan telah mengaruniai manusia pengetahuan lagi dengan memberi mereka hukum kehidupan menjadi milik pusaka. Mata mereka telah melihat kemuliaan Tuhan yang agung, dan suara-Nya yang dahsyat telah didengar telinga mereka'. Apakah mereka, kita semua, tetap ingin kembali menjadi tanah? Apakah mereka tetap ingin sebagai ciptaan yang tak berdaya? Tidakah mereka menikmati kemuliaan Tuhan yang memang sudah mereka cicipi dan nikmati?
Kiranya setiap orang akan selalu mencari yang terbaik!
Mari kita cari dan kita nikmati!
 
Oratio :
 
Yesus seringkali kami tidak mau direpotkan oleh kehadiran anak-anak dalam pelbagai kegiatan, kami tidak mau terganggu mereka. Yesus semoga kami memberi kesempatan bagi anak-anak kami untuk mengenal Engkau, dan malahan sadarkalah kami untuk selalu siap sedia memperkenalkan Engkau kepada mereka.
Ya Tuhan Yesus, semoga kami semakin merindukan Engkau dalam setiap langkah hidup kami, dan bukan hanya bila kami membutuhkan Engkau; bantulah kami selalu, amin.
 
Contemplatio :
 
Hatiku rindu dan haus akan Dikau ya Tuhan.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening