Selasa Masa Biasa VI


15 Februari 2011
Kej 6: 5-8; 7: 1-5  +  Mzm 29  +  Mrk 8: 14-21
 
 
 
Lectio :
 
Yesus menegur para muridNya yang hanya memikirkan makanan dan minuman yang mereka bawa.  Yesus mengingatkan agar mereka berhati-hati pada ragi orang-orang Farisi, karena memang mereka banyak berbuat jahat kepada sesamanya; tetapi tidaklah mudah penyataan itu dimengerti oleh para muridNya.
 
Meditatio :
 
'Yesus memperingatkan para murid, kata-Nya: berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'.
Ketika mendengarNya, mereka berkomentar: 'itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti', karena memang kebetulan 'murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu'. Yesus sengaja tampaknya mengatakan hal itu, tetapi tidak ditangkap baik oleh mereka.
KataNya kepada mereka: 'mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,  pada waktu Aku memecah-mecahkan roti untuk lima ribu atau empat ribu orang itu?'. Jujur saja, ada nada jengkel juga pernyataan Yesus terhadap para muridNya ini. 'Masihkah kamu belum mengerti?', tegas Yesus.
SDM para murid ini memang rendah kali. Pikiran mereka pada waktu itu hanya berkutat pada soal makanan dan minuman saja. Mereka lupa bahwa Yesus mampu membuat segalanya baik adanya, mereka lupa bahwa Yesus tidak mengalami kesulitan dalam meng-'ada'-kan makanan.
Namun lebih jauh, bila kita lihat lebih dalam lagi bahwasannya mereka tidak melihat makna pergandaan roti, mereka berhenti pada peristiwa yang menyenangkan dan menggembirakan hati; kiranya mereka tidak paham dan tidak mengerti bahwasannya pengadaan mukjizat hanyalah sekedar sarana yang mengajak orang untuk semakin berani mendekatkan diri kepada Tuhan, membuat orang semakin berani mengandalkan kekuatan daripadaNya, membuat orang untuk semakin berani bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan. Para murid bangga akan Yesus, tetapi mereka berhenti pada tepuk tangan dan wajah gembira, ketika Yesus mengadakan mukjizat, mereka tidak merasakan bahwa Tuhan Yesus mempunyai intense khusus dalam pengadaan mukjizat, mereka sama sekali tidak terdorong untuk bersyukur 'dan memuji Bapa yang di surga' (Mat 5: 16).
Tenggelam dalam perasaan sukacita, tetapi tidak berusaha mengenal kehendak dan kemauan Tuhan yang menganugerahkan pelbagai karuniaNya akan membuat orang lupa akan Tuhan sang Pemberi kehidupan. Anugerah kesembuhan akan terasa menghilang maknanya, bila seseorang telah menikmati hidup sehat dan rajin berolaharaga, dan karunia limpahan rejeki tidak lagi mengumandangkan rasa syukur kepada Allah, karena dia telah mampu bekerja giat dan penuh semangat; karunia-karunia tadi terasa 'biasa dan membumi' karena sudah cukup lama mendarah daging, dan terlebih lagi hilang maknanya, bila memang dilepaskan dari sang Pemberinya dan dikaburkannya maksud dan kehendak sang Pemberi. Para murid ingat persis pergandaan roti yang dibuat Yesus dan berapa bakul yang tersisa, tetapi mereka lupa siapakah sang Pembuat mukjizat.
Bacaan pertama mengajak kita untuk berani merenungkan bahwasannya dosa dan kejahatan manusia adalah wujud sikap manusia yang lupa kepada sang Pencipta, sehingga tidak mau mendengarkan dan melaksanakan kehendakNya. Perintah dan kaidah-kaidahNya mereka lupakan dan sengaja diabaikannya, namun semuanya itu tidak mendatangkan berkat Tuhan, malahan justru sebaliknya. Diceritakan tadi: 'ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya, firmanNya: Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka'.
 
Oratio :
 
Yesus Kristus, kami sering tenggelam dalam kesibukan kami sehari-hari, pikiran dan hati kami hanya terarah pada hal-hal duniawi. Kami mohon kepadaMu, ya Yesus, segarkanlah hati kami agar kami ingat selalu akan Engkau dan tidak tenggelam dalam kesibukan sehari-hari, malahan ingat selalu akan Engkau yang selalu berbuat baik kepada kami.
Yesus, semoga kebaikanMu, yang Engkau limpahkan kepada setiap orang, membuat semua orang bersyukur kepadaMu dan mendekatkan diri hanya kepadaMu.
 
Contemplatio :
 
Aku rindu akan kehadiranMu yag Tuhan.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening