Selasa Masa Biasa VIII

1 Maret 2011
Sir 35: 1-12  +  Mzm 50  +  Mrk 10: 28-31
 
 
 
Lectio :
Para murid mengaku dan meyakinkan diri bahwa mereka telah meninggalkan segala-galanya untuk mengikuti Kristus. Mendengar hal itu, Yesus meneguhkan mereka dengan mengatakan bahwa barangsiapa meninggalkan orangtua, keluarga dan harta bendanya dan mengikutiNya, maka dia kan mendapatkan ganjaran seratuskali ganda  dari apa yang  mereka tinggalkan.
 
Meditatio :
 
'Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!'.
Itulah ungkapan para murid yang merasa telah mengikuti sang Guru, mereka tidak mempunyai apa-apa lagi, mereka tidak membawa harta benda yang mereka miliki. Beberapa orang dari mereka langsung begitu saja meninggalkan pekerjaan, dan bahkan keluarganya, lalu mengikuti Yesus. Apakah ada motivasi tertentu mereka mengatakan hal itu, setelah mereka mendengarkan ungkapan orang kaya yang tidak mau menjual harta miliknya, sedangkan mereka telah meninggalkan segala-galanya? Bisakah mereka masuk Kerajaan Surga, memperoleh hidup kekal?
'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus kepada mereka, 'sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal'.
Ternyata orang-orang yang mengikuti Yesus akan hidup berkelimpahan, karena memang mereka akan beroleh apa yang mereka tinggalkan seratus kali lipat dan bahkan kelak akan beroleh hidup kekal. Itulah anugerah indah yang dijanjikan Yesus kepada mereka para muridNya, kepada mereka yang meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Yesus.
Sekarang bagaimana kita melihat sendiri orang-orang yang mengikuti Yesus dengan meninggalkan segala-gala, sebagaimana dikatakan Yesus tadi? Sejauhmana mereka menterjemahkan mengikuti Yesus dalam hidup sehari-hari? Bagaimana mereka menikmati pelipat-gandaan segala sesuatu yang telah mereka tinggalkan, apakah mereka hidup berfoya-foya karena berlimpahan? Bagaimana mereka menikmati janji hidup kekal yang akan mereka terima? Apakah mereka mengalami juga pelbagai kesulitan, tantangan dan penganiayaan sebagaimana dikatakan Yesus tadi?
Sepertinya kita pun harus berani meninggalkan segala-galanya guna beroleh kehidupan kekal!  Injil hari ini bertentangan kuat dengan semangat dunia jaman ini!
Kalau Injil hari Minggu kemarin dipesankan secara khusus bagi kita yang kesulitan dalam bidang ekonomi, hari ini kiranya kita pun yang mempunyai aneka segala fasilitas kehidupan, hendaknya berani meninggalkan dan tidak terikat oleh semuanya itu; apakah kita tidak bisa hidup, tanpa semuanya itu?
Yesus kemarin menegaskan kepada orang yang kaya itu: 'hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin'. Apakah Dia juga akan berkata demikian juga kepada kita?
It's better, daripada kedahuluan diminta, lebih baik kita berani mendahului berbuat baik dengan berani berbagi kasih dan amal kepada sesame, sebagaimana dianjurkan dalam bacaan hari ini, yang semuanya harus dilakukan dengan sukarela dan ikhlas hati. Dikatakan tadi: 'yang direlai oleh Tuhan ialah menjauhi kejahatan, dan menolak kelaliman merupakan korban penghapus dosa. Jangan tampil di hadirat Tuhan dengan tangan yang kosong, sebab semuanya wajib menurut perintah. Tuhan berkenan kepada korban orang benar, dan ingatannya tidak akan dilupakan. Muliakanlah Tuhan dengan kemurahan, dan buah bungaran di tanganmu janganlah kausedikitkan. Sertakanlah muka yang riang dengan segala pemberianmu, dan bagian sepersepuluh hendaklah kaukuduskan dengan suka hati. Sebab Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat. Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterima-Nya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman!'.
Terlalu beranilah orang yang berusaha menyuap Tuhan; terbiasa memanggil dan mendengarkan suaraNya, kita tidak akan kikuk, bila berjumpa denganNya, sebaliknya kalau terbiasa  menyuap dalam segala usaha dan urusan, maka tak enggan-enggan kiranya kita akan bermain di bawah tangan terhadap Dia!
 
 Oratio :
Ya Yesus, kami mudah kali terikat dan tenggelam dalam harta benda milik kami, malahan kami ingin memilikinya secara lebih dan bekelimpahan. Buatlah kami ya Yesus untuk tidak mudah tenggelam dalam semuanya itu, malahan justru menomersatukan Engkau dalam setiap langkah hidup kami. Amin.
 
Contemplatio :
Segala sesuatu kuanggap sampah berkat pengenalanku akan Kristus Tuhan.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening