Hari Raya Santo Yusuf

19 Maret 2011
2Sam 7: 4-5.12-16  +  Rom 4: 13-22  +  Mat 1: 16.18-21.24a
 
 
Lectio :
Injil hari ini menceritakan jawaban seorang Yusuf yang terungkap dalam tindakannya dengan berani mengambil Maria sebagai isterinya. Dia diminta memberi nama Yesus kepada bayi yang akan dilahirkan Maria nanti, karena memang Dialah yang akan menyelamatkan umat manusia.
 
Meditatio :
'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.
Sebuah permintaan Tuhan melalui seorang malaikatNya kepada Yusuf, yang bertunangan dengan Maria yang ternyata 'mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri'. Sepertinya Yusuf ini adalah seorang yang pendiam dan tidak banyak bicara, sebagaimana terungkap dalam sikapnya dalam menghadapi peristiwa pahit yang dihadapinya, di mana 'dengan diam-diam, tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikan' tunangannya. Peristiwa pahit dihadapinya, karena memang yang terjadi pada diri Maria tidaklah sesuai dengan kemauan dan kehendaknya, bagaimana mungkin dia harus menerima seorang perempuan yang ternyata sudah mengandung, sebelum mereka terikat perkawinan sebagai suami isteri.
Sebuah permintaan yang ditujukan kepada seseorang yang telah dipilihNya sendiri, sebab sepertinya tersurat bahwa 'Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus'. Tuhan Allah telah merancangnya, agar Yusuf ambilbagian dalam karya penyelamatan, tetapi nantinya tetap diberi kesempatan untuk menjawab ya atau tidak dalam hidupnya, dan sekaranglah Yusuf diminta memberi jawabannya secara jujur dan ikhlas.
Isi permintaan itu, pertama, Yusuf diminta untuk tidak takut menerima Maria sebagai isterinya. Bukankah mereka berdua telah berpacaran selama ini, mereka sudah mengenal satu sama lain, bahkan mengikatkan diri dalam sebuah tunanganmu, dan bahwasannya yang terjadi pada diri Maria sekarang ini semata-mata adalah kehendak Tuhan, 'anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus', dan juga pada awalnya bukanlah kemauan Maria, dan bukan pula sebuah resiko perbuatan jahat. Maria mengandung karena kehendak Allah, dan pada akhirnya dia pun mengamininya. 'Ia akan melahirkan anak laki-laki'; segalanya sudah ditentukan oleh Allah.
Kedua, Yusuf diminta untuk memberi nama Anak yang dilahirkan Maria itu, Yesus, karena Anak itu adalah Allah dan 'Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'. Sayang memang, Permintaan ini sama sekali tidak menyebut bahwa Anak yang akan lahir itu sebagai 'Anakmu', bukankah Anak yang akan dilahirkan ini mendapatkan marga Daud melalui dirinya dan bukan Maria? Sebandinglah tugas mereka berdua, bahwasannya  'Anak yang dikandung oleh Maria' dan 'Anak yang diberi nama oleh Yusuf' itu adalah Yesus, Allah yang menyelamatkan.
Itulah kedua permintaan Tuhan kepada Yusuf. Permintaan ini adalah kemauan dan kehendak Tuhan; kehendakNya tentunya menyelamatkan, kehendak Tuhan tidak ada yang membinasakan, terlalu mahal kalau kita menjadikannya sebuah tawaran, yang mudah ditarik-ulur. Inilah permintaanNya, inilah kehendakNya, inilah perintahNya. Maka 'sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya'. Yusuf tidak menjadikan permintaan Tuhan sebagai tawaran, melainkan sebuah perintah yang harus dia laksanakan. Yusuf pun menyatukan hati dan budinya dalam fiat Maria, walau tanpa kata-kata tapi dengan tindakan nyata.
Hari ini adalah hari raya Santo Yusuf, seseorang yang ikut ambilbagian dalam karya penyelamatan, jawabannya yang definitive, sebagaimana jawaban Maria, memberi kepastian bahwa rencana dan program Allah segera terlaksana dalam diri Anak yang dikandung oleh Maria. Yusuf diundang untuk turut serta di dalamnya, agar kehendak Allah segera terlaksana, bahwasannya seorang keturunan Daud yang akan membangkitkan takhta kemuliaan kemuliaannya, sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama tadi, sungguh datang ke tengah-tengah umatNya. 'Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya'.
Tanpa jawaban seorang Yusuf, Dia yang rela menjadi manusia dan sama dengan kita umatNya, sudah ada dalam hati dan rahim Maria, karena memang Dia dikandung oleh Roh Kudus. Apakah  keikutsertaan Yusuf dalam karya penyelamatan ini hanya untuk mendapatkan status social,  sebagai seorang keturunan Daud, agar genaplah bahwa 'Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus'?. Yusuflah yang telah memberikan marga kepada Yesus, sebab memang Dia  'adalah anak Yusuf' (Luk 3: 23), walau dalam Injil Matius tadi jelas-jelas tidak disebut bahwa Yusuf 'yang memperanak Yesus', dan bahwasannya mereka orang-orang Parongil pun tak mau memanggil dia: ama ni Yesus (Tapanuli: ayahnya Yesus).
Hari adalah hari raya Santo Yusuf, hari yang mengenangkan keluhuran dan ketulusanhati seorang Yusuf, yang mengamini kemauan dan kehendak Bapa di surge; bila Maria masih berani bersuara 'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakMu', tidaklah demikian dengan Yusuf, tanpa satu kata pun keluar dari muludnya; Yusuf itu sungguh-sungguh orang yang bijaksana, yang mendengarkan dan melakukan kehendak Bapa yang di sorga (Mat 7: 21.24), dan dia memang sungguh-sungguh orang yang dibenarkan karena iman dan perbuatannya, seperti yang disebutkan dalam bacaan kedua tadi (Rom 4: 22).
 
 Oratio :
 Ya Tuhan Yesus, kami hari ini merayakan pesta Santo Yusuf, seorang bijaksana yang tidak banyak kata, tetapi mampu dan berani melaksanakan kehendakMu. Kuasailah kami, ya Yesus, dengan Roh KudusMu, agar kami juga mampu bertindak bijak dalam hidup ini, yakni dengan  berpedoman pada kehendak dan sabdaMu.
Kiranya Engkau juga membimbing para keluarga muda, agar santo Yusuf menjadi teladan mereka dalam membina keluarga, terlebih dalam menghadapi aneka tantangan keluarga yang semakin hari semakin datang bertubi-tubi. Yesus, limpahkan rahmat dan kasihMu kepada keluarga-keluarga kami.
 
Contemplatio :
Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padakau menurut perkataanMu.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening