Jumat Masa Biasa VIII

4 Maret 2011
Sir 44: 1.9-12  +  Mzm 149  +  Mrk 11: 11-26
 
 
 
Lectio :
Suatu kali Yesus mengutuk sebatang pohon ara, karena tidak ditemukanNya berbuah, karena memang pada waktu itu tidak musimnya. Aneh tapi nyata, peristiwa yang mengetengahkan emosi Yesus, karena lapar. Namun, Yesus menunjukkan malahan bahwa semuanya itu bisa terjadi karena kekuatan iman akan Allah.
 
Meditatio :
 
'Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!'.
Itulah kemarahan Yesus, yang sedang merasa lapar, mengutuk sebatang pohon ara. Hal itu terjadi suatu kali, ketika dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Ternyata Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Lucu dan aneh memang, seorang Yesus marah dan mengutuk pada sebatang pohon yang tidak menghasilkan buah, karena memang tidak musimnya. Entah apakah maksud Markus menuliskan perikop ini: apakah Markus hendak menunjukkan kelemahan dan kebodohan seorang Yesus? Bukankah Dia memang juga seorang manusia sama seperti kita? Namun bukankah Dia juga Allah, yang dikandung tanpa dosa?
Sehari setelah Yesus meneruskan perjalananNya ke Yerusalem, dan ketika pagi hari Dia bersama para muridNya kembali melewati jalan yang sama, para murid melihat pohon ara yang kemarin dikutuk Yesus, sudah kering sampai ke akar-akarnya. Melihat itu berkatalah Petrus kepada Yesus: 'Guru, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering'.
'Percayalah kepada Allah!', tegas Yesus, 'Aku berkata kepadamu: pertama, sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya; kedua, apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu, dan ketiga, jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu'.
Iman kepercayaan sungguh-sungguh mendatangkan keselamatan dan membuat segala-galanya bisa terjadi dan tidak ada yang mustahil, sebab memang 'tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!' (Mrk 9: 23). Inilah keindahan dan kekuatan iman bagi setiap orang yang percaya.
Namun Yesus mengapa menunjukkan semua itu dengan sebuah kemarahan emosional, bukankah itu sulit kita mengerti. Seorang Yesus yang mengutuk pohon ara yang tidak berbuah, karena memang tidak musimnya.
Bacaan pertama sulit kita mengerti, karena dikatakan tadi 'adanya orang-orang yang hilang lenyap, mereka itu seolah-olah tidak pernah ada; mereka menjadi seolah-olah tidak pernah dilahirkan, dan demikianpun nasib anak-anak mereka sesudahnya', namun ada juga orang-orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa'.  Siapakah mereka itu? Kita tidak mengetahuinya. Apakah Tuhan lupa akan ciptaanNya? Padahal dalam Minggu kemarin Allah sendiri bersabda: 'adakah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau' (Yes 49: 15).
 
 Oratio :
Ya Yesus, kami sulit mengerti akan peristiwa yang Engkau alami, namun kiranya sebagaimana iman yang membuat segalanya mungkin itu, juga buatlah dalam diri iman itu semakin tumbuh dan berkembang.
Yesus tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu, amin.
 
Contemplatio :
Aku percaya, dan aku dikuatkan.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening