Jumat Prapaskah III

1 April 2011
Hos 14: 2-10  +  Mzm 81  +  Mrk 12: 28-34
 
 
Lectio :
Seorang  ahli Taurat datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
 
Meditatio :
'Hukum manakah yang paling utama?'.
Sebuah pertanyaan yang bagus. Ada hokum Taurat dan kitab para Nabi yang memuat  aneka aturan hidup; yang tak jarang sampai mengatur hal-hal kecil dan terlalu detail. Hokum mana kiranya yang paling utama dan paling penting, hokum yang paling mendasar? Jawab Yesus: 'Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Karena itu, kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu; dan hukum yang kedua ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini'.
Mengasihi Tuhan dan sesame itu satu kesatuan, yang tak boleh dipisahkan satu dengan lainnya. Melakukan yang satu dan mengabaikan yang lain adalah sebuah ketimpangan! Hokum ini lebih utama dari yang lain. Kasih terhadap sesama manusia seperti diri sendiri adalah ungkapan nyata dari hidup beriman, sebab iman tanpa perbuatan adalah sia-sia (Yak 2: 17); Yohanes dalam Injilnya lebih menegaskan: mengasihi sesame adalah panggilan hidup, sebagaimana Allah telah mengasihi kita terlebih dahulu (Yoh 15: 12). Hidup adalah berbagi kasih.
'Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia', tegas ahli Taurat itu. 'Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan'. Mengasihi Tuhan dan sesame itu lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan, karena memang mengasihi itu adalah sebuah sikap dan tindakan hidup, perbuatan nyata dan konkrit, sedangkan kurban persembahan hanyalah sebatas sebuah simbol dari perhatian dan pemberian diri. Ada banyak perhatian dan sikap yang harus diugkapkan dengan simbol-simbol kehidupan, tetapi kiranya tidak cukup berhenti simbol dan lambang, melainkan pada tindak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
'Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!', teguh Yesus kepada orang itu, yang menanggapi sabdaNya dengan jujur dan tulus ikhlas; dan kiranya penyataan Yesus ini menegaskan juga, bahwasannya orang yang mengasihi Tuhan Allah dan sesamanya memang tidaklah jauh dari Kerajaan Allah, Kerajaan Allah hadir dalam diri orang itu, karena memang dia membiarkan diri dibimbing oleh Allah untuk menaruh perhatian kepada orang-orang yang dicintaiNya, dia melakukan sesuatu yang menjadi kehendak Allah.  Ahli Taurat itu membenarkan penyataan Yesus, karena memang dia berusaha menghayati hokum cinta kasih itu.
Masa Prapaskah diadakan untuk kita, umat Allah. Memang kita telah berusaha dan berusaha menghayati hokum kasihNya seperti ahli Taurat, tetapi kita pun juga harus berani jujur  mengakui bahwa kita telah banyak kali jatuh dan jatuh dalam dosa yang sama. Kiranya seruan Hosea dalam bacaan pertama juga menantang kita. 'Bertobatlah kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya:  ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami'.
            Masa Prapaskah mengundang kita untuk bertobat dan bertobat, karena memang Yesus sendiri membuka tanganNya agar kita berani datang kepadaNya.  Kasih Kristus sungguh menyatakan dan menkonkritkan penyataan belaskaih Allah sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama. 'Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon'.
            Kalau belum berimbang antara semangat kita dalam berdoa dan dalam melayani, itu wajar! Mungkin semangat doa kita yang  lebih bernyala-nyala. Itu bagus! Kiranya semakin kita tingkatkan sebagaimana  yang dikehendaki Yesus kepada kita.
            Omnia omnibus, semua untuk semua.
 
 Oratio :
Yesus, hari demi hari, kami berusaha menghayati kasihMu. Buatlah kami semakin bersemangat dalam menghayati ajaran kasihMu, agar kami selalu dekat dan tinggal dalam KerajaanMu.
Ya Yesus, bantulah juga keluarga-keluarga muda dalam berbagi kasih antar sesame anggota, karena tak jarang,  anggota yang satu mudah kali mengandaikan anggota lainnya, dan malahan mereka tak mau memberi diri dan berbagi kasih dalam keluarga. Kuasailah  mereka dengan rahmat kasihMu, ya Tuhan, agar mereka mampu menegakkan keadilan dalam keluarga.
 
Contemplatio :
Tak ada kasih yang leih besar, daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening