Jumat, sesudah Rabu Abu

11 Maret 2011
Yes 58: 1-9  +  Mzm 51  +  Mat 9: 14-15
 
 
 
Lectio :
Para murid Yohanes bertanya kepada Yesus, mengapa murid-muridNya tidak berpuasa. Yesus menjawab mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak berpuasa karena mereka sedang tinggal bersama dengan sang Mempelai pengantin laki-laki, dan mereka semua sahabatNya, maka tak mungkin sekarang ini mereka berpuasa.
 
 
Meditatio :
 
'Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?'.
Itulah pertanyaan murid-murid Yohanes kepada Yesus, karena memang pada waktu itulah masa puasa  bagi mereka semua seturut tradisi Yahudi. Sepertinya memang Yesus sendiri tidak menganjurkan para murid berpuasa; dengan tegas malahan Yesus mengatakan: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Selama ada bersama dengan Dia, para murid tidak perlu berpuasa, karena memang semua di bawah kendaliNya, apa yang akan  mereka perbuat dan apa yang menjadi larangan untuk dilakukan, semuanya di bawah koordinasi sang Mempelai laki-laki. Sebab berpuasa bukanlah soal makanan dan minuman, berpuasa adalah soal keberpihakan kepada Allah, hidup dalam kendali dan penguasaan Tuhan Allah sendiri, sekaligus apa yang dilakukan seseorang selalu sesuai dengan kehendak dan kemauan Tuhan sendiri.
Maka tepatlah yang dikatakan dalam bacaan pertama tadi, 'Berpuasa yang Kukehendaki', sabda Tuhan, 'ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!'. Berpuasa berarti berbagi kasih dan tidak menikmati segala sesuatu hanya untuk diri sendiri; berpuasa berarti berpantang dari kepuasan dan kesenangan diri sendiri.
Berpuasa berarti berpantang dari kebiasaan diri, yang mencari menangnya sendiri dan mengabaikan orang lain. Aku tidak mengindahkan puasa kalian, seru Tuhan dalam bacaan tadi, karena 'pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi'.
Aku berpuasa berarti saya berpantang, membatasi dan mengekang diri, dan biarlah Tuhan Allah sendiri yang atur diri saya. Bila para murid tadi tidak dianjurkan berpuasa oleh Yesus karena memang mereka semua dalam kendali kasih sang Mempelai sendiri. Kini kita diundang untuk ambil bagian dalam program puasa bersama di masa Prapaskah ini, tetapi sekali lagi bukan melulu soal membatasi diri dalam hal makan minum, melainkan 'usaha berpantang, membatasi dan mengekang diri, dan biarlah Tuhan Allah sendiri yang atur diri saya'.
 
 
 Oratio :
Yesus, ajarilah kami membatasi dan mengendalikan diri kami ini, agar semakin terarah kepadaMu. Buatlah kami mampu mengendalikan hidup ini dalam belaiankasihMu, semoga kami berani membiarkan diri Engkau bimbing dan pimpin dalam setiap langkah hidup kami. Yesus bantulah kami selalu.
Bantulah juga saudara-saudari kami yang memang secara berani membiasakan diri dalam hidup puasa dan pantang selama empat puluh hari ini, kiranya rahmat dan kasihMu menyertai mereka secara istimewa.
 
 
Contemplatio :
Hanya pada Tuhanlah, hatiku tenang.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening