Kamis Prapaskah I

17 Maret 2011
Est 4: 10-19  +  Mzm 138  +  Mat 7: 7-12
 
 
Lectio :
Mintalah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibuka, dan carilah maka kamu akan menemukan, tegas Yesus. Kalau kamu saja yang jahat tahu memberi yang baik kepada orang lain, terlebih lagi Bapamu yang di surge.
 
Meditatio :
'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu'.
Janji yang menegaskan ini disampaikan Yesus kepada para muridNya, yakni setiap orang, yang mendengarkan sabdaNya, agar berani meminta dan meminta, mencari dan mencari, mengetok dan mengetok, karena memang 'setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan'. Inilah memang rumusan kasih dan keadilan, sebab semuanya itu adalah suatu relasi wajar dalam hidup bersama. 'Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?, tegas Yesus kepada mereka, 'jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya'.
Namun apakah seruan kita persis serupa dengan seruan Ester dalam bacaan pertama tadi? Seruan Ester adalah seruan pengharapan, sebab 'hanya Engkaulah ya Tuhan Penolongku, tak ada yang lain'. Apakah seruan kita juga seperti seruan seorang perempuan yang penuh iman ini?
Bagaimana kita harus mengerti semuanya ini dengan tepat? Yesus kemarin menegaskan: 'janganlah bertele-tele dalam berdoa, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya' (Mat 6: 7-8), sekarang pun dengan tegas menyatakan: 'jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya'. Penyataan ini sungguh-sungguh menguatkan bahwa setiap permohonan kita akan terkabulkan, tentunya permohonan yang menghidupkan, dan bukan yag membinasakan, namun bagaimana kita sendiri menanggapi setiap permohonan kita? Kita memang harus yakin bahwa setiap permohonan kita akan dikabulkan, supaya kita sendiri tidak ragu-ragu dengan apa yang kita minta. Dan kiranya pengalaman kita sebagai orangtua, yang tahu lebih baik dari kemauan anak-anak kita yang terus-menerus merengek-rengek, dapat kita kenakan juga dalam permohonan kita kepada Tuhan. Tuhan, Bapa di surge, pasti tahu apa yang baik bagi kita, kita diminta untuk tidak bertele-tele dalam berdoa, demikian juga kiranya Tuhan pun tidak akan mengulur-ulur waktu dalam memperhatikan dan mengabulkan permohonan-permohonan kita. Dia tidak pernah membiarkan kita celaka dan binasa.
Tuhan Bapa di surge memang selalu memperhatikan keperluan kita umatNya, hanya saja kita tidak bisa mendikte Dia!  Namun memang tak dapat disangkal bahwasannya banyak orang beranggapan berdoa itu bagaikan memasukan kartu ATM di sebuah loket anjungan, sebaliknya mereka lupa juga bila yang mereka minta di loket anjungan itu bukan milik orang lain, melainkan miliknya sendiri.
Yesus mengingatkan juga, kalau kepada Tuhan Bapa di surge kita bisa meminta segala-galanya, tetapi jangan begitu terhadap orang lain, sesame kita.  Malahan 'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka', tegas Yesus. PenyataanNya inilah meminta kita agar kita mengawali berbuat baik kepada orang lain, bukan dimaksudkan sebagai tindakan yang pamrih, melainkan pengkondisian diri agar relasi kasih terjadi dalam persekutuan hidup ini; terhadap mereka pun kita tidak bisa menyamakan seperti kalau kita sedang berdiri di loket anjungan.
 
 
 Oratio :
Yesus ajarilah kami berani meminta dan meminta kepadaMu, sebab memang Engkau murahhati dan suka memberi; namun kami juga sering tidak setia dengan permohonan kami sendiri, dan bahkan kami meragukan kemurahanhatiMu kepada kami.
Yesus tambahkanlah permohonan kami kepadaMu.
 
Contemplatio :
Aku ingin menjadi pendoa.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening