Kamis Prapaskah II

24 Maret 2011
Yer 17: 5-10  +  Mzm 1  +  Luk 16: 19-31
 
 
Lectio :
Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan tentang orang yang kaya dan Lazarus, yang miskin;  dalam dunia pasca-kematian, Lazarus hidup dalam pangkuan Abraham, sedangkan orang kaya itu hidup sengsara. Orang itu meminta bantuan Abraham agar Lazarus menolongnya, tetapi ditolaknya karena jarak mereka memang berjauhan satu dengan lainnya. Semuanya itu terjadi,  bila orang tidak mau memberi perhatian terhadap mereka yang miskin.
 
Meditatio :
'Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini'.
Itulah jeritan orang yang tadinya kaya, kini harus menderita kesakitan. Ini hanya sekedar perumpamaan, yang diberikan Yesus kepada para muridNya, bagaimana seseorang yang berkelimpahan hartanya selama hidupnya itu tidak menaruh perhatian kepada sesamanya yang miskin dan berkekurangan, padahal selama ini dia 'telah menerima segala yang baik sewaktu hidupnya'. Menarik juga, bahwasannya pertama, permohonannya itu ditujukan kepada Abraham, dan bukannya sang Empunya kehidupan, dan kedua dia pun sadar dan menerima keberadaannya sekarang ini, malahan dia masih ingat akan orang lain, sebagaimana diceritakan tadi, 'kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini', ketiga, bahwasannya semuanya itu tidak akan terjadi, bila mereka mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, dan bukannya kehendak sang Empunya kehidupan.
Sekali lagi cerita ini hanya sekedar perumpamaan, tetapi memberikan gambaran yang tegas dn mutlak, bahwasannya orang harus berani memberi perhatian dan berbagi kasih kepada orang lain; segala yang tertulis dalam Kitab Suci mengarahkan orang kepada keselamatan, wajiblah bagi setiap orang untuk mendengarkannya.
Hartabenda dan kekayaan itu memang amat menarik dan penuh kekuatan, membuat banyak orang terlena, dan sepertinya banyak hal dalam hidup di dunia ini dapat diselesaikan dengan kekayaan. Semua dapat dibelokkan dan dipermudah dengan uang. Ingat mafia hokum, seorang napi yang mengatur peredaran obat-obat terlarang, korupsi yang menjamur dan aneka urusan administrasi per meja. Tak  dapat disangkal: dengan kekayaan hidup dipermudah!
Handphone adalah sarana komunikasi, tapi tak dapat ditolak bahwa keberadaan hp pada jaman ini membuktikan tingkat kekayaan dan keluasan kuasa seseorang, baik tamapak dari merk-nya atau pun dari jumlah yang dimilikinya. Sayangnya, semakin mapan hidup seseorang, semakin terpancang dia dengan alat canggih ini, sebab dia terus berbicara dan berbicara dengan orang yang di sana, tetapi orang yang didekatnya tidak dilihatnya dan terabaikan. Semua hidup dan berkata-kata dengan dunia di sana, dan bukan di dunia di mana dia berada.
Hanya kebahagiaan dan keselamatan hidup yang tak bisa digeser dan dibeli oleh kekayaan. Dengan tegas Tuhan mengingatkan dalam bacaan pertama hari ini, sabdaNya: 'diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya'.
         Masa Prapaskah mengajak kita untuk hidup yang berpaut pada Tuhan, dan tidak tenggelam dalam kekayaan, sebagaimana dikatakan dalam doa Prefasi: 'dalam masa yang penuh rahmat ini, Engkau meneguhkan kami, ya Tuhan, untuk memurnikan hati, dan agar kami di tengah-tengah kesibukan kami sehari-hari kami tetap mengutamakan hal-hal surgawi'. Masa Prapaskah tidak melarang kita bekerja dan bekerja, malahan memurnikan hati dan budi dan mengutamakan hal-hal surgawi.
         Kita pasti ikut ajakan mulia Prapaskah ini.
 
 Oratio :
Yesus, buatlah kami punya hati yang terbuka terhadap orang lain, dan tidak mudah tenggelam dalam kekayaan, yang memang sering menipu hidup kami, dan tidak hanya mencari kepuasan diri saja, malahan dalam perjalanan hidup kami ini, ingatkanlah agar kami setia mendengarkan sabda dan kehendakMu.
 
Contemplatio :
Manusia hidup tidak berasal dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulud Allah.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening