Kamis Prapaskah III

31 Maret 2011
Yer 7: 23-28  +  Mzm 95  +  Luk 11: 14-23
 
 
Lectio :
Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Namun ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
 
Meditatio :
'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan'.
Itulah komentar sumbang dari beberapa orang, ketika banyak orang melihat Yesus mengusir setan yang membisukan. Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Orang bisu itu pun memang dapat berkata-kata. Boleh dikatakan, mereka yang bernada sumbang hanya segelintir orang saja, bila dibanding dari banyak orang yang heran dan kagum akan Dia. Namun itulah kehidupan, beraneka ragam warna dan corak, banyak hal yang tak selalu berjalan dengan sesuai dengan rumusan matematis.
Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: 'setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?'. Pertama, Yesus menanggapinya dengan logika; setiap kekuatan pasti mengutamakan kesatuan dan keterpaduan, demikian juga kiranya kuasa kegelapan, tak mungkin mereka saling merusak satu sama lain.  Kiranya pemahaman: 'seseorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata akan menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya, tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya', juga dimengerti oleh kekuatan jahat.
Kedua, 'jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?'. Yesus memastikan diri, bila Dia, yang mereka kenal sebagai Guru dan bahwasannya banyak orang percaya kepadaNya, mengusir setan dengan kuasa kegelapan, bagaimana mereka akan mempercayai orang-orang kepercayaan mereka sendiri, yakni para pengikut mereka?; bila mereka meremehkan dan menyepelekan para pengikutnya, kiranya para pengikut mereka akan berbalik melawan mereka dan 'akan menghakimi mereka'. Yesus malahan mengingatkan: sikap mereka yang menuduh diriNya mengusir setan dengan kuasa kegelapan, akan menjadi pukulan balik bagi diri mereka sendiri.
Ketiga, 'jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu', tegas Yesus. Allah mengatasi segala, dan kini Dia hadir dan menyatakan kuasaNya atas kehidupan. Kini Dia datang dan meraja, bukan untuk merajai dan menguasai sebagaimana para penguasa dunia, melainkan untuk menyelamatkan umat manusia. Dia datang guna mengundang dan mengundang setiap orang untuk ambilbagian dalam karya penyelamatanNya; secara khusus dalam masa Prapaskah kita diajak mendalami dan menikmati karya penyelamtanNya.
Sungguh, kita diundang. Bacaan pertama meneguhkan bahwa kemauan Allah untuk mengundang dan menyelamatkan, telah ada  sejak semula. 'Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!'. Inilah kemauan Tuhan. Kita ikut aja kiranya,  'siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan', teguh Yesus.
Minimal baiklah kita berani melihat orang lain secara positif.
 
 Oratio :
Ya Tuhan Yesus, kami sering berprasangka buruk kepada orang lain, sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang mendengarkan dan melihat apa yang Engkau kerjakan. Yesus, ajarilah kami selalu, agar kami semakin berani melihat sesame kami dalam nada positif, yang semuanya, bila kami lakukan, akan membuat kami dewasa dalam hidup.
Yesus, buatlah kami semakin berani merunduk di hadapanMu yang adalah Raja kehidupan ini.
 
Contemplatio :
Kerajaan Allah sudah datang dan ada di tengah-tengah kita.
 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening