Kamis, sesudah Rabu Abu

10 Maret 2011
Ul 30: 15-20  +  Mzm 1  +  Luk 9: 22-25
 
 
 
Lectio :
Yesus mengingatkan para muridNya akan spiritualitas hidup yang harus dipilih oleh mereka; sebagaimana Anak Manusia akan didera, ditolak dan dibunuh oleh para imam kepala, demikian pula setiap muridNya harus berani menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti Dia; barangsiapa kehilangan nyawa karena Dia, akan mendapatkannya kembali.
 
 
Meditatio :
 
'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'.
Penegasan Yesus kepada para muridNya ini sungguh-sungguh menyatakan bahwa segala sesuatu sudah terencana dan terprogramkan; kalau Dia harus menderita, dan bahkan dibunuh, bukanlah sebagai kekalahan sebagaimana diperkirakan banyak orang, melainkan suatu kesengajaan dan pengorbanan diri, sebuah kurban nyawa yang menjadi tebusan bagi banyak orang, karena memang Dia akan bangkit dan hidup, Dia tidak binasa dan hilang, Dia tetap hidup untuk selama-lamanya, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan.
Menderita, dibunuh dan bangkit dari alam maut adalah pola hidup yang dijalani Yesus dalam tugas perutusanNya, dan tidak ada yang lain! Itulah Spiritualitas hidup kristiani. Karena itu, 'barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'. Yesus mewajibkan setiap orang, yang hendak mengikutiNya, hidup sesuai dengan pola hidupNya sendiri dan tidak ada lain; sebagaimana Dia hidup, begitulah para pengikutNya bertindak. Yesus menegaskan hal ini, karena hanya dengan mengikuti pola kehidupanNya setiap orang akan dapat menikmati hidupnya dengan penuh sukacita, sekali lagi tidak ada yang lain. Justru dan sebaliknya, 'barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?'.
Mengikuti Yesus berarti siap memanggul salib, dan bukan mencari kenyamanan!
Tak dapat disangkal memang, bila Yesus sering mengabulkan dan mengamini orang-orang yang datang kepadaNya untuk mendapatkan pelbagai karunia indah dalam hidupnya, berbahasa roh, bernubuat dan berkata-kata penuh penghiburan, ada juga yang mendapatkan pelbagai mukjizat dan kelepasan dari kuasa-kuasa kejahatan. Namun Yesus meminta mereka untuk tidak berhenti 'di atas gunung Tabor kehidupan', melainkan tetap berani 'menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku', dan tidak ada yang lain. Sayang memang, bila mereka tidak mau memanggul salibnya setiap hari!
Bacaan pertama hari ini pun mengingatkan: 'pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya'.
Sekali lagi, lebih baik 'pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu!'. Masa pra-Paskah adalah kesempatan yang indah untuk merenungkan dan memurnikan pilihan hidup kita.
 
 
 Oratio :
Yesus, bantulah kami agar kami setia memanggul salib kehidupan ini, terlebih kuatkan dan teguhkan saudara-saudari kami yang harus memanggul salib kehidupannya dalam keadaan sakit, mereka tak berdaya dan lemah. Amin.
 
Contemplatio :
Kupanggul salib kehidupan ini dengan penuh sukacita.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening