Minggu Masa Biasa IX

6 Maret 2011
Ul 11: 26-28  +  Rom 3: 21-25  +  Mat 7: 21-27

 
 
 
Lectio :
Yesus mengingatkan agar para muridNya menjadi orang-orang yang bukan hanya mendengarkan sabda Tuhan, melainkan juga berani melaksanakannya. Sebab memang hanya orang-orang pelaksana sabdaNya yang beroleh hidup kekal. Ketidakmauan seseorang untuk melaksanakan kehendak Tuhan, malahan mendatangkan kutuk bagi dirinya.

 
Meditatio :
 
'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'.
Penegasan Yesus ini mengundang kontroversi dari banyak orang, bagaimana tidak? Banyak orang memang akan protes dan berdemo, bukankah aku, dan kami semua ini, selama ini telah banyak  'bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?', namun dengan tegas Engkau menolak kami, 'Aku tidak pernah mengenal kamu!', dan bahkan Engkau telah menuduh kami dan mengusir kami: 'enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!'.
Dari penyataan Yesus, amatlah tegas siapakah yang akan masuk dalam Kerajaan Surga, yakni mereka yang melakukan kehendak Bapa di surge, Tuhan sang Empunya Kerajaan, dan bukan mereka yang sering berteriak-teriak menyebut nama Tuhan. Sebab, pertama, orang bisa saja berteriak-teriak menyebut nama Tuhan, memuji dan memuliakan Tuhan, tetapi semuanya hanya sebatas di bibir saja, dan hanya penampilan diri yang hanya mencari muka, semua ucapan dan pujian itu tidak keluar dari dalam hati dan tidak terungkap dalam sikap, tindakan  dan karya. Kedua, orang bisa juga bernubuat,  mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi namaNya, tetapi dia tidak melakukan kehendak Bapa, malahan dia menyempatkan diri berbuat jahat dan mencari keuntungan dari pelayanannya itu; sebab bukankah memang anugerah Tuhan itu bisa dinikmati oleh orang-orang yang kita lihat dan kita anggap jahat, bukankah anugerah itu diberikan seturut kehendak dan kemauanNya, bukankah Dia itu memberi hujan dan menaburkan sinar matahari bagi orang yang baik dan orang yang jahat? (Mat 5). Kepemilikan seseorang akan pelbagai anugerah Tuhan, bukanlah jaminan bagi keselamatan hidup seseorang. Orang-orang  yang seperti ini memang benar-benar penikmat anugerah-anugerah Tuhan, tetapi tidak ada rasa syukur dan terima kasih yang terbesit dalam dirinya kepada sang Pemberi, karena memang mereka tidak mengenal dan tidak percaya kepadaNya. Mereka tidak beroleh keselamatan yang datang dari Allah, karena sekali lagi, mereka tidak percaya kepadaNya. Iman menyelamatkan manusia, dan bukan anugerah-anugerah belaskasihNya. Itulah yang dikatakan dalam bacaan kedua pada hari ini, bahwasannya 'manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat' dan aturan-aturan hidup bersama; bukannya semua itu tidak perlu dan tidak penting, melainkan dalam keterpautan hidup seseorang dengan sang Empunya kehidupan dan keselamatan terletak dalam iman kepercayaan. Berkat iman dan kepercayaannya, seseorang akan dengan berani dan semangat melaksanakan kehendak dan perintah-perintahNya. Jaminan keselamatan hidup bagi seseorang semakin memberanikan seseorang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.
Yesus malahan menegaskan tadi bahwasannya mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya bukan saja menjadi kepantasan seseorang beroleh hidup kekal tetapi juga menjadi bekal dalam perziarahan hidup di dunia sekarang ini. Karena itu, Yesus menegaskan: 'setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu, kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu'; sebaliknya , 'setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir, sewaktu turun hujan dan datang banjir, dan angin melanda rumah itu, rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'.
Sabda Tuhan, yakni kehendak dan kemauan yang luhur dan mulia memang harus dilaksanakan guna semakin menikmati kehidupan ini; bacaan pertama lebih tajam lagi dari apa yang dikatakan Yesus tadi, bukan saja bagaikan mendirikan rumah, mendengarkan sabda Tuhan itu malahan mampu mendatangkan berkat. 'Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, bahkan bila menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal'.
Apa yang kita buat?
Mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya! bukan dengan terpaksa atau malahan sebagai beban hidup, melainkan sebagai kebutuhan hidup, dan mengingat rahmat karuniaNya yang indah dan luhur bagi orang-orang yang melakukan kehendakNya.
Memang sebagai kebodohan dan kesia-siaan bagi seseorang yang telah belajar di sebuah perguruan tinggi dan menelan biaya yang tinggi, bila pengetahuan yang dimilikinya hanya sekedar untuk mendapatkan gelar, tetapi tidak digunakan sebagai bekal hidup sehari-hari. Pemanfaatan pengetahuan sebagai bekal hidup tidaklah diartikan adanya jabatan yang diembannya, melainkan bagaimana seseorang menggunakan ilmu dan pengetahuan sebagai bekal dalam berinisitif dan kreatif dalam menikmati perjalanan hidup ini. Demikianlah Sabda Tuhan menjadi pedoman dan bekal hidup.
 
 
 Oratio :
Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah hati dan budi kami agar kami semakin bersemangat dalam hidup ini. Sabda dan kehendakMu menjadi pola kehidupan kami, sehingga pada akhirnya kelak kami boleh tinggal bersamaMu di gunungMu yang kudus. Amin.
 

Contemplatio :
Aku ini hamba Tuhan, terjadilah menurut perkataanMu.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening