Minggu Prapaskah III

27 Maret 2011
Kel 17: 3-7  +  Rom 5: 1-2.5-8  + 
Yoh 4: 5-15.19-26.39-42
 
 
Lectio :
Suatu hari sampailah Yesus ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.  Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?"  Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."  
Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."  Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."  
"Tuan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi', tegas perempuan itu, "Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?". Mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu. Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."
 
Meditatio :
'Berilah Aku minum'.
Permintaan Yesus kepada seorang perempuan Samaria  ini memang aneh, dan bahkan mengacaukan tatanan social yang ada. Seorang laki-laki meminta bantuan dari seorang perempuan, padahal mereka tidak saling mengenal, apalagi tidak ada kecocokan antar mereka mengingat perbedaan suku, bukankah 'orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria'.
Dengan tegas perempuan Samaria itu menantang Yesus, katanya: 'masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?. Perempuan ini seorang pemberani, dia tahu dan sadar akan hak-haknya.
'Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup', jawab Yesus. Teguran Yesus ini benar, karena memang perempuan ini tidak mengenal dan tidak tahu siapakah Orang Yahudi ini. 'Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal'.  Permohonan Yesus untuk meminta air, adalah suatu kehausan untuk merangkul semua orang agar datang kepada sang Sumber kehidupan dan keselamatan, dan bukannya kehausan orang-orang terpilih, sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama (Kel 17: 3-7).
Semakin terbukalah mata hati sang perempuan ini, karena ternyata Dia, yang duduk di depannya ini, bukan hanya seorang Yahudi biasa, melainkan seorang nabi. Perkataan Yesus, sabdaNya membuka mata hati sang perempuan ini, katanya: 'Tuan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang Nabi'.  Sabda Tuhan meneguhkan iman kepercayaan seseorang; semakin berani seseorang mendengarkan sabda dan kehendakNya, iman akan tumbuh dan berkembang dalam jiwanya.
'Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah', kata perempuan itu membuka persoalan, yang menyebabkan terjadi perpecahan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Samaria. Perempuan ini pemberani sungguh. Dia tahu bahwa Orang yang di depannya ini adalah seorang Yahudi dan bahwa Dia ini seorang Nabi, tetapi dengan berani dia membuka luka lama yang tak tersembuhkan dan sensitive itu.
'Percayalah kepada-Ku, hai perempuan', tegas Yesus kepada perempuan Samaria itu, 'saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran'.
Penegasan Yesus bahwa 'keselamatan datang dari bangsa Yahudi, sedangkan kalian menyembah apa yang tidak kamu kenal', bukanlah ucapan yang bernada rasial dan meremehkan orang lain, melainkan dengan tegas Yesus menyadarkan semua orang, kita umatNya, bahwa Dialah memang Allah yang menjadi manusia, Dia hadir dari keluarga Daud, dan Dia dikandung oleh seorang perempuan yang taat pada hokum Taurat. Pengenalan orang-orang Yahudi pada waktu itu sungguh-sungguh benar, karena memang mereka adalah bangsa yang terpilih, dan mereka semua menjawabi kehendak Allah sendiri, yang mau datang ke tengah-tengah umatNya, sebagaimana diwakili oleh seorang perempuan Yahudi bernama Maria.
Sekali lagi penegasan Yesus, sabdaNya, membuka pengenalan mereka yang samar-samar selama ini, mereka tidak tahu pasti: siapa yang diharapkan itu, dan bahwasannya 'seorang Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami'. Ada pengenalan dan harapan akan datangNya Mesias, tetapi mereka tidak tahu dari mana dan di mana Dia datang.
'Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau', tegas Yesus kepadanya.
Perempuan itu pun pulang dan memberitakan pengenalannya akan seorang Mesias, dan akhirnya 'banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu', dan terlebih 'kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia'.
Injil hari ini memberi penegasan kepada kita: keberanian dan kesetiaan kita mendengarkan sabda Tuhan akan semakin membuat kita mengenal Dia. Telinga hati sang perempuan semakin terbuka dan terbuka, ketika dia mendengarkan dan mendengarkan Yesus, dan ternyata benarlah harapan mereka semua, bahwa Mesias itu sungguh hadir dan sekarang ada di depan mata mereka. Keberanian mendengarkan sabda Tuhan memampukan seseorang semakin mengerti dan paham akan misteri Allah yang sudah dinyatakan semenjak semula, 'sebab tidak ada yang tersembunyi, yang tidak akan diberitakan'.
            Masa Prapaskah mengingatkan kita semua, bahwa kita telah disatukan oleh Kristus menjadi GerejaNya yang satu dan kudus, karena kematian dan kebangkitan. Berkat sakramen baptis kita dilahirkan baru sebagai putera-puteri Bapa dan ambil bagian dalam kematian dan kebangkitanNya. Injil hari ini mengingatkan dan meneguhkan kita bahwasannya Roh Kudus, yang memampukan kita memanggil Dia 'Bapa', yakni 'air yang dilimpahkan Kristus kepada kita dan akan menjadi mata air di dalam diri kita, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal', sungguh-sungguh tetap mengalir dan mengalir dalam hidup kita.
            Masa Prapaskah mengajak kita untuk mensyukuri anugerah luhur dan mulia itu, bahwasannya kita boleh menikmati karunia kematian dan kebangkitan, bukan karena kebaikan dan jasa kita, tetapi karena kasih karuniaNya, sebab seperti dikatakan dalam bacaan kedua: 'Kristus telah mati untuk kita, orang-orang durhaka, ketika kita masih berdosa', kebaikan hatiNya mendahului kemauan kita untuk percaya dan bergabung dengan Dia, dan malahan berkat kemauan untuk percaya dan bergabung dengan Dia 'kita dibenarkan dan hidup dalam damai sejahtera dengan Allah, dan boleh berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah, dan pengharapan tidak mengecewakan'.
 
 Oratio :
Yesus, buatlah kami semakin berani mendengarkan sabda dan kehendakMu, karena memang Engkaulah Mesias, Putera Allah yang hidup. Semoga kami pun juga semakin berani menyadari dan mensyukuri anugerah mulia, yang Engkau limpahkan kepada kami, yakni Roh KudusMu yang mengalir dalam diri kami, semenjak kami bergabung dalam GerejaMu yang satu dan kudus.
 
Contemplatio :
Engkaulah Kristus, Mesias, Putera Allah yang hidup.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening