Rabu Masa Biasa VIII

2 Maret 2011
Sir 36: 1-4.10-17  +  Mzm 79  +  Mrk 10: 32-45
 
 
 
Lectio :
Para murid merasa gelisah dengan kepergian mereka bersama Yesus yang semakin mendekati Yerusalem. Yesus, yang tahu isi hati dan pikiran mereka, malahan sekali lagi menegaskan bahwa diriNya akan didera, disiksa dan dibunuh oleh tua-tua Yahudi, tetapi pada hari ketiga Dia akan hidup. Yakobus dan Yohanes siap sedia mengikutiNya.
 
Meditatio :
 
'Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit'.
Apa yang akan terjadi pada diriNya, diungkapkan Yesus sekali lagi kepada para muridNya, dan sepertinya memang disengaja oleh Yesus  mengungkapkannya kembali, karena dalam perjalananNya ke Yerusalem  ini, murid-murid dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa cemas dan takut. Yesus memang pernah mengungkapkannya, dan kini diungkapkanNya kembali. Yesus memurnikan kemauan mereka mengikuti diriNya.
Di tengah kecemasan itu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: 'Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!'.
'Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?', sahut Yesus.
'Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu', sebuah permintaan untuk mendapatkan tempat yang nyaman di akhir jaman.
'Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan', tegas Yesus menanggapi keberanian mereka, yang memang siap sedia dan berani meminum cawan yang ditawarkan Yesus; mereka siap menderita dan berkorban, namun kesepuluh murid yang lain pun menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.
Yesus memanggil mereka dan berkata: 'kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'.
Teguran Yesus ini memang meminta agar mereka semua tidak mencari kehormatan dan kuasa. Hendaknya mereka tidak pamrih dalam melayani orang lain; para muridNya, kita semua diminta untuk siap sedia menjadi hamba dan pelayan bagi orang lain, karena memang itulah spiritualitas hidupNya sendiri, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'. Sekali lagi spiritualitas Yesus bertentangan dan bertolakbelakang dengan semangat hidup jaman ini!
Apakah kita juga berani tegar seperti Yakobus dan Yohanes?
Tanpa meremehkan keberanian kita, bila memang kita berani bersuara seperti mereka berdua tadi, amatlah baik kita meneladan spiritualitas hidup Yesus sendiri, karena memang mengikuti Dia berarti melaksanakan apa, yang telah dilakukanNya sendiri bagi kita. Apa kita mampu? Yesus sendiri mengajak kita, agar barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Kita usahakan bersama sembari semakin mengakui 'bahwa tidak ada Allah kecuali Engkau, ya Tuhan', dan memohon belaskasih daripadaNya. 'Kasihanilah umat yang disebut menurut nama-Mu, yaitu Israel yang telah Kausamakan dengan anak sulung. Kasihanilah kota-Mu yang kudus, yaitu Yerusalem, kota tempat istirahat-Mu'.
 
 Oratio :
Ya Yesus, buatlah kami siap sedia berbagi kasih sebagaimana yang Engkau lakukan selama hidupMu yang datang bukan untuk dilayani, melainkan melayani dan menjadi tebusan bagi banyak orang.
Yesus buatlah kami agar kami tidak mudah putus asa dalam hidup ini. Amin.
 
Contemplatio :
Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan menjadi tebusan bagi banyak orang.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening