Rabu Prapaskah I

16 Maret 2011
Yun 3: 1-10  +  Mzm 51  +  Luk 11: 29-32
 
 
 
Lectio :
Yesus menolak orang-orang yang meminta tanda daripadaNya. Dia hanya akan memberi tanda nabi Yunus, tetapi secara sengaja malahan Dia memberikan diriNya sebagai tanda keselamatan bagi mereka. Yesus itu Allah yang menyelamatkan.
 
 
Meditatio :
 
'Angkatan ini adalah angkatan yang jahat'.
Itulah penegasan Yesus kepada orang-orang yang ada di sekitarNy. Kenapa Yesus menuduh mereka jahat? 'Karena mereka menghendaki dan meminta suatu tanda' daripadaNya (Mat 16: 1-4), atau mungkin terjadi pada kesempatan lain; mereka meminta bukti atas tugas perutusan yang diembanNya, 'tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'. Cukuplah tanda Yunus diberikan kepada mereka, yakni ketika Yunus berada dalam perut ikan, karena ingin melarikan diri dari tugas perutusannya (Yun 1).
'Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'. Dengan penyataanNya ini, Yesus tidak memberikan tanda, tetapi Dia sendiri akan menjadi bukti nyata kehadiran Allah yang menyelamatkan, karena memang Dia sendiri adalah Yesus, Allah yang menyelamatkan. Dia yang hadir di tengah-tengah umatNya itu 'melebihi Salomon dan Yunus!', karena memang Dia adalah Allah yang menjadi manusia; kehadiran Yesus adalah tanda kehadiran Allah yang mencintai umatNya, Dia ingin dekat dengan umatNya, Dia menyelamatkan umat kesayanganNya. Kita tahu selama tiga hari tiga malam Dia berada di dalam perut bumi, turun ke alam maut, dan bangkit dari sana demi keselamatan umatNya.
Kalau teriakan Yunus, 'Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan' membuat seluruh ciptaanNya berbalik kepadaNya, yakni 'manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya', demikian seharusnya kita yang mendengarkan sang Sabda  yang berbicara dan menyapa kita.
Masa Prapaskah mengingatkan dan malahan mengajak kita untuk mudah berbalik kepada Tuhan setiap kita mendengarkan sabdaNya, kita diminta berbalik dan berbalik hanya kepadaNya, dan memang tak jarang kita baca dalam Kitab Suci dan sharing banyak orang bahwa 'Allah yang melihat perbuatan umatNya itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya'. Tak jarang Yesus mengubah rentetan program keselamatanNya karena ada permohonan dari umatNya, ingat Bartimeus, perempuan Sirofenesia, dan orang lumpuh yang diturunkan dari atap rumah, semuanya di luar program harianNya, tetapi mereka diselamatkanNya.
Masa Prapaskah adalah kesempatan yang luhur dan mulia untuk belajar dan mengenakan sikap Allah yang mahapengampun dan pemurah, sebab kesempatan sekarang ini adalah saat yang indah untuk menyatukan diri dengan semangat Yesus yang mau dan rela memanggul salib, dan bahkan mati di kayu salib demi keselamatan umatNya, Dia menjadi tebusan orang-orang yang melawan Dia.
 
 Oratio :
Yesus buatlah kami  mempunyai hati pengampun sebagaimana Engkau sendiri. Engkau dengan rela memanggul salib hanya demi keselamatan kami umatMu. Engkau tidak menghukum orang yang melawan dan mendera Engkau, malahan Engkau menebusnya.
 
Contemplatio :
Aku siap memanggul salibMu ya Yesus.
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening