Rabu Prapaskah III

30 Maret 2011
Ul 4: 1.5-9  +  Mzm 147  +  Mat 5: 17-19
 
 
Lectio :
'Janganlah kamu menyangka', tegas Yesus, 'bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.
 
Meditatio :
'Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'.
Penegasan Yesus ini menunjukkan siapakah Dia. Yesus tidak hendak menghilangkan dan meniadakan hokum dan tradisi keagamaan yang sudah ada, malahan Dia hendak menggenapi atau menyempurnakan hokum yang ada. PenegasanNya menyatakan, bahwa Dia datang bukan secara dadakan dan terburu-buru, melainkan sudah menjadi program terencana, sebagaimana  telah tersurat dalam hokum Taurat. Dia akan menggenapi dan menyempurnakan hokum Taurat, karena Yesus mengajak seluruh umatNya menyembah Bapa di surge dalam roh dan kebenaran, sebab 'Allah itu Roh, maka barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran (Yoh 4: 23-24).
'Karena Aku berkata kepadamu, tegas Yesus, 'sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.
Penegasan Yesus akan hokum Taurat, karena memang  hokum ini sungguh-sungguh luhur dan mulia, dan 'akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa', seperti dikatakan dalam bacaan pertama tadi. Israel tak perlu minder sebagai bangsa kecil di hadapan bangsa-bangsa lain di dunia, karena pegangan mereka adalah hokum Tuhan; pengajaran 'ketetapan dan peraturan ini diperintahkan sendiri oleh TUHAN, Allah', dan hendaknya diberlakukan turun-temurun, karena itu 'beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu'.
Karena keluhuran dan kemuliaan hokum itulah, 'siapapun yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga', sebab memang hokum Taurat adalah kehendak Tuhan yang sudah dihayati oleh Israel, dan bahkan menyejarah dalam hidup,  semenjak mereka terpilih menjadi bangsa yang kudus, milik Allah sendiri; sebaliknya 'siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga', karena mereka melakukan kehendak Allah.
Yesus menggenapi dan menyempurnakan hokum Taurat, karena memang Dia adalah Sabda Allah sendiri yang menjadi manusia, Dialah Sabda Allah yang bisa dilihat, diraba dan didengar, Dialah yang mengatasi segala. Amat disayangkan memang, ada orang-orang yang beriman, tetapi begitu mengutamakan aturan 'hari-hari baik'. Kita umatNya, satu-satunya Gereja dan kepercayaan yang amat menghormati budaya dalam penghayatan iman, sebab dalam menghayati iman surgawi, kita memang harus berdiri kokoh dengan dua kaki di bumi, di mana kita berada. Kiranya pedoman utama dalam mengejar keselamatan adalah Sabda yang telah menjadi manusia, dan bukannya hokum taurat aneka versi budaya, yang berbeda satu dengan lainnya. Sebagaimana Allah adalah Roh, maka penyembah Allah yang benar adalah mereka yang menyembah Allah dalam Roh dan kebenaran.
 
 Oratio :
Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Allah yang menjadi manusia, Engkau bersabda dan berkehendak, agar kami semua beroleh selamat. Kami mohon kepadaMu, ya Yesus, semoga kami semakin berani mengutamakan sabda dan kehendakMu yang menyelamatkan. Semoga kami semua umatMu semakain commit terhadap Engkau.
 
Contemplatio :
Makananku adalah melaksanakan kehendak Tuhan
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening