Senin Prapaskah I

14 Maret 2011
Im 19: 1-2.11-18  +  Mzm 19  +  Mat 25: 31-36
 
 
 
Lectio :
Yesus memberikan gambaran tentang realitas kedatanganNya di akhir jaman, bahwa Dia akan membedakan seorang dengan lainnya, ada yang di sebelah kanan dan ada yang di sebelah kiri, bagaikan domba dan kambing kemiripannya; dan kepada mereka yang duduk di sebelah kanan diberikan jaminan untuk tinggal dalam KerajaanNya yang kudus.
 
 
Meditatio :
 
'Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya'.
Itulah gambaran yang diberikan oleh Yesus tentang kedatangan kelak dalam kemuliaanNya. Dia datang dalam kemuliaan dan diiringi oleh para malaikatNya yang kudus. Dia sebagai raja yang mulia dan berkuasa datang dan mengumpulkan semua orang di hadapanNya. Ada yang di sebelah kanan dan ada yang di sebelah kiri, dengan teliti kiranya Dia membedakan antara yang di sebelah kiri dan kanan, sebab mereka satu rumpun dan ada banyak keserupaan, bagaikan domba dan kambing.
'Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan'. Mereka yang terpilih dan terberkati berada di sebelah kanan, mereka itu adalah domba-domba pilihanNya. Mereka terberkati dan menerima Kerajaan kemuliaan, karena 'ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku'.
PenyataanNya amat jelas. Mereka sekarang mendapat ganjaran kemuliaan karena mereka telah berbuat baik dan memberi perhatian kepada Yesus, mereka tidak membiarkan Yesus seorang diri ketika Dia lapar dan haus, ketika Dia sebagai seorang asing dan sakit, dan ketika Dia berada dalam penjara. Mereka yang telah memberikan perhatian kepada Yesus, akan mendapatkan ganjaran yang luhur dan mulia
Namun mungkinkah kita  sekarang ini melihat seorang Tuhan, yang sedang kelaparan dan kehausan, sehingga kita harus melayaniNya, atau  Dia sebagai orang asing  atau telanjang sehingga kita harus merawatNya, atau bahkan Dia  sedang sakit atau dalam penjara dan kita harus mengunjungiNya?
'Aku berkata kepadamu', tegasNya, 'sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku'. PenyataanNya sungguh-sungguh memberi kepastian kepada kita, bahwa perbuatan baik dan pelayanan kita terhadap Tuhan haruslah kita wujudkan dan kita konkritkan dalam perhatian terhadap sesame kita. Perhatian dan cinta kita kepada Tuhan kiranya terungkap dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Bacaan pertama pun menegaskan usaha mendekatkan diri kepada Tuhan dan pengudusan diri di hadapanNya harus dilakukan dengan sikap dan tindakan kasih. 'Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus, dengan tidak lagi memeras sesamamu manusia dan menahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya, tidak mengutuki orang tuli dan menaruh batu sandungan di depan orang buta, tidak  pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu dan mengancam dan membenci hidup sesamamu manusia, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'.
Injil dan bacaan hari ini meminta ketegasan kita: pengudusan diri tidak cukup hanya dengan berdoa dan berdoa, pengudusan diri terungkap dalam berbagi kasih terhadap sesame. Pengudusan diri adalah sebuah usaha menemukan Dia di tengah-tengah saudara-saudari kita.
Benarkah bahwa mereka yang hidup dalam dunia kerahiban, baik para imam dan suster itu tidak pernah berjumpa dan bertemu dengan sesamanya untuk berbagi kasih?
 
 
 Oratio :
Yesus, bukalah mati hati kami agar kami mudah menemukan Engkau yang hadir dalam diri sesame kami, dan terlebih berani menaruh perhatian dan kasih terhadapMu. Semoga janji keselamatan ini semakin menarik perhatian kami untuk menaruh perhatian kepadaMu
 
Contemplatio :
Kulihat di wajahmu kemuliaan Tuhan.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening