Senin Prapaskah II

21 Maret 2011
Dan 9: 4-10  +  Mzm 79  +  Luk 6: 36-38
 
 
Lectio :
Yesus meminta agar kita mempunyai sikap hidup yang murah hati sebagaimana Bapa di surge, yang adalah murah hati AdaNya. Caranya adalah dengan berani memberi dan mengampuni sesame dalam pergaulan sehari-hari, dan juga tidak mudah menghakimi dan menghukum sesame kita.
 
Meditatio :
'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'.
Permintaan Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. Kita diminta untuk mempunyai sikap yang murah hati seperti Bapa, yang memberi hujan dan menyinarkan matahari, bukan saja untuk mereka yang baik dan benar, melainkan juga bagi mereka, bagi kita semua, yang baik dan benar, yang salah dan berdosa (Mat 5). Murah hati berarti memberi dan memberi tanpa memandang muka, dan tidak betitiktolak dari mereka yang diberi, tetapi karena kemauan diri, yang memang mau memberi dan memberi.
Injil hari ini tidak berbicara tepat seperti itu memang, melainkan dengan tegas meminta agar kita:
'jangan menghakimi, supaya kita tidak dihakimi.
jangan menghukum, supaya kita pun tidak  dihukum; malahan
ampunilah, supaya kita pun diampuni.
berilah, supaya kita pun diberi';
mengapa kita atidak boleh menghakimi dan menghukum sesame, malahan diminta berani mengampuni dan memberi?  Yesus sendiri menegaskan: 'sebab suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu, dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'.
Benarlah, 'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. (Mat 7: 12). Ini berarti kemauan bertindak baik dan benar kepada orang lain, bukanlah baru muncul sekarang ini, terlebih dengan ramai-ramainya slogan HAM di mana-mana, melainkan sejak lama sudah menjadi keinginan dan kerinduan bersama; semenjak adanya hokum Taurat berarti semenjak dunia dicipta, semenjak manusia ada, dan telah menjadi hokum kodrat setiap orang.
Kita memang tidak bisa dan bahkan tidak boleh memaksa orang melakukan sesuatu demi keperluan kita, apa hak kita?; 'kita mempunyai dapur yang berbeda', minimal agar orang melakukan sesuatu yang baik kepada kita, hendaknya kita melakukannya terlebih dahulu bagi mereka. Kata minimal kiranya mendapatkan tekanan, karena dalam berbagi kasih kita tidak layak dan pantas mengharapkan imbalan dan balasbudi, sebab berbagi kasih itu berarti kita memberi dan memberi, 'bukan karena kamu , melainkan karena saya mau melaksanakannya dan tidak menuntut balas sedikit pun dari padamu'.
Yesus meminta kita bersikap murah hati, karena memang kita mudah dan ringan tangan untuk menghakimi dan menghukum orang lain, tetapi sebaliknya amat berat untuk memberi dan mengampuni sesame kita. Inilah kelemahan kita!  Namun dengan permintaaan dan perintahNya tadi, Yesus membuka peluang selebar-lebarnya bagi kita semua untuk kembali berdamai dengan Dia dan melakukan kehendakNya, yakni bertindak murah hati sebagaimana Bapa di surge. Tepatlah apa yang dikatakan dalam bacaan pertama tadi, bahwa 'pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya'.
Masa Prapaskah mengajak kita untuk berlatih dan mengenakan kembali citra Allah yang telah tertanam dalam diri kita. Allah yang bagaimana?  Allah yang murah hati.
 
 Oratio :
Ya Yesus Keristus, kami seringkali bertindak egois dan mencari memangnya sendiri, kami mudah menuntut untuk dihargai dan dilayani, tetapi sebaliknya kami berat kali untuk memberi dan memaafkan orang lain. Yesus, tobatkanlah hati kami agar kami murah hati seperti Engkau sendiri.
 
Contemplatio :
Hendaknya kita murah hati seperti Bapa di surge.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening