Jumat Prapaskah V

15 April 2011
Yer 20: 10-13  +  Mzm 18  +  Yoh 10: 31-42
 
 
Lectio :
Suatu kali orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut  allah, sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
 
Meditatio :
'Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka'.
Situasi semakin memanas, kalau sebelumnya orang-orang Yahudi mengambil batu hendak melempari Yesus, kini mereka hendak menangkap Dia hidup-hidup, tetapi luput juga, karena memang 'saatNya belum tiba'. Kejengkelan dan kemarahan orang-orang Yahudi terhadap Yesus semakin hari semakin memuncak.
Dengan jujur dan berani mereka berkata: 'bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah'. Menghojat Allah adalah tindakan yang tidak terpuji; orang yang bertindak demikian, dia harus dibinasakan. Apakah pembinasaan terhadap seseorang yang tertuduh sebagai penghojat Allah adalah memang kehendak Allah? Apakah Allah memang membutuhkan pembelaan dan balasbudi dari umat yang dikasihiNya? Apakah Allah tidak bisa membinasakan umatNya ataukah memang kita yang merasa perlu membela Allah?
Kata Yesus kepada mereka: 'tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?'. Kalau seseorang isteri dari seorang guru saja dipanggil 'ibu guru' di desanya, walau dia tidak berprofesi sebagai guru, tetapi sekedar sebuah penghormatan baginya, apalagi seseorang yang telah berpuluh-puluh tahun menekuni dan mengembangkan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, sudah layak dan pantaslah dipanggil mahaguru atau profesor. Kalau seseorang yang mendengarkan sabda Allah disebut allah, apalagi tentunya 'Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia', layak dan pantaslah disebut Anak Allah. Yesus tidak menyamakan Diri dengan Allah, Yesus hanya melakukan segala yang dikehendaki dan dilakukan oleh Allah!
'Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku', tegas Yesus, 'janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa'. Amatlah jelas siapakah Yesus Kristus, Orang Nazaret itu.
'Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang Orang ini adalah benar'.
Itulah komentar orang-orang yang melihat, berjumpa dan mendengarkan Yesus, dan semakin banyak orang di situ percaya kepada-Nya. Yohanes memang memberi kesaksian tentang Yesus, karena memang dialah yang berseru-seru di padang gurun guna meluruskan jalan bagiNya, dan segala yang dikatakan tentang Dia, sungguh benar!
Berkat rahmat pembaptisan, kita pun dilahirkan baru dan menjadi anak-anak Allah, dan Yesus Kristuslah Putra sulung kebangkitan. Perayaan Paskah sebentar lagi kita rayakan. Kita merayakannya, karena kita hendak bersyukur atas rahmat yang agung dan mulia ini; kita bersyukur, karena kita boleh menikmati rahmat kebangkitan, dan hidup bersama Dia, sang Pemilik kehidupan.
Perayaan Paskah juga sebagai pembaharuan diri untuk tetap setia kepada Dia, yang telah menebus dan menyelamatkan kita. Bacaan dari Kitab Yeremia mengingatkan: keterpautan dan kesetiaan kepada Tuhan sang Empunya kehidupan mendatangkan kenyamanan dan ketenteraman hidup, karena Dia selalu menjaga dan membela umatNya.
'Aku telah mendengar bisikan banyak orang: kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"
Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!
Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat'.
 
Oratio :
Yesus, kami bersyukur karena rahmat pembaptisan yang boleh kami terima daripadaMu, sehingga kami beroleh gelar baru sebagai anak-anak Allah, puera-puteri Bapa di surga. Semoga kami semakin menikmati anugerah yang luhur dan mulia itu dalam setiap karya dan perbuatan kami, sehingga dapat tinggal bersama Engkau dan Engkau dalam diri kami, amin.
 
Contemplatio :
            'Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening