Kamis dalam Oktaf Paskah

28 April 2011
Kis 3: 11-26  +  Mzm 8  +  Luk  24: 33-48
 
 
 
Lectio :
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pulang  kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
 
Meditatio :
'Kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti'.
Itulah yang dilakukan kedua orang dari murid-murid Yesus pulang  kembali dari Emaus. Mereka bersukaria dan bergembira, karena mendapatkan pengalaman yang indah, boleh merayakan Paskah bersama Kristus Tuhan yang bangkit jaya. Mereka bersaksi bahwa Yesus hidup!
'Damai sejahtera bagi kamu!'.
Sapaan  Yesus, yang tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka yang sedang bercakap-cakap tentang kebangkitanNya membuat mereka terkejut. Mereka terkejut dan takut, dan menyangka bahwa mereka melihat roh. Kiranya kita dapat membayangkan keterkejutan mereka: Yesus tiba-tiba datang tanpa mengetok pintu sepertinya, Dia yang dikabarkan bangkit dan hidup, ada di tengah-tengah mereka. Dia tiba-tiba datang.  Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku'. Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Yesus yang bangkit tetap mempunyai tubuh sama seperti kita, tetapi tubuh-kebangkitan itu tidak terikat lagi dengan ruang dan waktu. Dia telah mengenakan tubuh rohani (1Kor 15), tubuh-kebangkitan yang tak dapat mati lagi. Keberadaan tubuhNya, Dia tunjukkan juga dengan menikmati sepotong ikan goreng, yang diberikan kepadaNya. Hanya orang yang hidup yang dapat menikmati makanan!
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: 'ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini'.
'Kamu adalah saksi dari semuanya ini'.
Perintah inilah yang dilakukan Petrus dan Yohanes, sebagaimana diceritakan dalam Kisah Para Rasul; tanpa takut  dan gentar, mereka meminta dan meminta  semua orang untuk percaya dan bertobat kepada Yesus. Sebab percaya kepadaNya itu adalah keselamatan: 'hai orang Israel, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
Hai saudara-saudari, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita'.
Kita pun adalah penyaksi-penyaksi kebangkitan Krsitus, karena kita beroleh dan menikmati rahmat kebangkitanNya, dan bukan hanya melihat dengan mata kepala sendiri. Tidak cukup hanya berdiam diri menikmatinya, baiklah kita juga bersaksi, berbagi rahmat yang luhur dan mulia? Kapan dan di mana? Seperti para muridNya yang diminta kembali dan berada di Galilea, demikian kita juga menjadi saksi-saksi kebangkitanNya di tempat, di mana kita berkarya dan tinggal, dan tentunya itu semua tanpa adanya pencualian waktu.
 
Oratio :
Kristus, kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar kami semakin hari semakin berani bersaksi tentang Engkau yang bangkit dan hidup,  sehingga semakin banyak orang boleh menikmati rahmat kebangkitanMu yang menyelamatkan itu. Yesus berkatilah kami selalu, amin.
 
Contemplatio :
            Damai sejahtera bagiMu.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening