Kamis Prapaskah IV

7 April 2011
Kel 32: 7-14  +  Mzm 106  +  Yoh 5: 31-47
 
 
Lectio :
"Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri", tegas Yesus, "maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"
 
Meditatio :
'Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar'.
Yesus tidak memberi kesaksian tentang diriNya sendiri, ada kesaksian yang meneguhkan diriNya. Kesaksian itu diberikan oleh Yohanes, sebuah kesaksian tentang kebenaran, bahwa 'Dia yang datang daripadaku lebih besar daripadaku, Dia telah ada sebelum aku, membuka tali sandalNya pun aku tidak layak'.  Yohanes mengatakan sebuah kebenaran dengan memperbandingkan dengan dirinya sendiri, karena memang pada waktu itu juga banyak orang beranggapan bahwa dirinya adalah orang yang dinanti-nantikan. Aku bukan Dia.
'Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes', tegas Yesus. Dia sama sekali tidak bermaksud hendak mengabaikan kesaksian Yohanes, karena memang dia adalah pelita yang bernyala, tetapi Yesus memang menunjukkan kesaksian yang memberikan keselamatan, yakni kesaksian yang datang bukan dari manusia. Kesaksian itu pertama, 'yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya'. Pekerjaan Yesuslah yang menegaskan siapakah Dia itu sebenarnya. Pekerjaan seseorang memang membuktikan siapakah orang tersebut; seorang yang memeriksa pasien, memberikan nasehat dan obat, dialah seorang dokter; seseorang yang mengendarai mobil ke mana saja atas permintaan orang lain dan dia mendapatkan upah daripadanya, dia adalah seorang sopir. Dokter tadi menekuni gangguan jantung, maka dia adalah dokter ahli jantung, demikian juga sopir tadi membatasi diri pada pemakaian argometer, maka dia adalah sopir taxi. Kedua, demikian Yesus, yang hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya, maka  hanya 'Dialah yang tepat bersaksi tentang Aku', tegasNya.
Repotnya dan susahnya,  pertama, mereka, yang berhadapan dengan Yesus pada waktu itu, tidak mengenal Bapa, mereka 'tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah mereka lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam diri mereka'. Kedua, mereka memang  'menyelidiki Kitab-kitab Suci', mereka tahu tentang Kitab Suci, tetapi mereka tidak percaya kesaksian Kitab Suci, bahkan kesaksian yang ditulis Musa, sesorang nabi yang mereka hormati dan  bangga-banggakan, mereka abaikan. Ketiga, 'bahwa mereka tidak mempunyai kasih akan Allah', kasih mereka masih setingkat humaniora, 'mata ganti mata, gigi ganti gigi'.
Resiko yang mereka terima, tegas Yesus sendiri, bahwasannya 'mereka tidak mempunyai hidup yang kekal', dan 'Musa, yang kepadanya mereka menaruh pengharapan, akan mendakwa dan menantang mereka'.
Kita bukanlah orang-orang Yahudi yang masih hidup dalam dunia Perjanjian Lama, kita adalah ciptaan baru, berkat kematian dan kebangkitan Kristus, sebagaimana akan kita rayakan secara khusus dalam pesta Paskah nanti. Kita adalah orang-orang Perjanjian Baru. Kita bukan saja mengenal Tuhan Allah, yang bukan hanya berdasar pada kesaksian Musa dan para nabi lainnya, melainkan karena kesaksian Yesus Kristus sendiri, yang hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Kita mendapatkan rahmat penebusan Kristus  al Masih.
Kita harus bangga akan salib Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah yang akan kita lambungkan dalam pujian adorativ kepada Allah; dan tentunya kesetiaan kita kepadaNya harus semakin tumbuh dan berkembang. Selingkuh dari kasih Allah akan mendatangkan murka Allah sebagaimana diceritakan dalam bacaan Kitab Keluaran tadi.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
"Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."
Masa Prapaskah mengingatkan kita umat Allah yang kudus akan mahalnya harga yang harus dibayar, bila berselingkuh dari kasih Allah, sebaliknya masa Prapaskah mengingatkan kita betapa besar kasih Allah yang menyerahkan PuteraNya yang tunggal demi penebusan umat manusia.
 
Oratio :
Yesus, buatlah kami semakin setia kepadaMu, sebab Engkaulah kebangkitan dan kehidupan kami.  Engkau telah menebus umatMu dengan darah yang amat luhur dan mulia. Kiranya masa Prapaskah ini semakin membuat  kami ingat dan sadar akan betapa besar kasih dan cintaMu kepada kami. Amin.
 
Contemplatio :
Aku seorang setiawan!
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening