Kamis Putih

Peringatan Perjamuan Tuhan
21 April 2011
Yes 61: 1-9  +  Why 1: 5-8  +  Luk 4: 16-21
 
 
Lectio :
Sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu'.
 
Meditatio :
'Sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah'.
Kutipan ayat ini merupakan pemberitahuan. Pemberitahuan bahwa Paskah adalah pesta umat Yahudi, sebagaimana diceritakan dalam Kitab Keluaran, pesta rasa syukur atas pembebasan umat Israel dari kuasa Mesir yang diawali dengan makan bersama.'Beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Sebaliknya, apabila Aku melihat darah yang dicoretkan pada pintu itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya'.
Kini dalam perayaan Paskah, Yesus tidak hanya merayakan pesta syukur itu, tetapi kini Dia hendak memperbaharuinya, sebab tepat hari Paskah ini:  Dia akan ditinggikan, 'saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa'; dengan ditinggikan berarti Dia beralih dari dunia ini, dan tidak lagi mengikatkan diri lagi dengan dunia; Dia beralih dari dunia, karena memang 'Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah', malahan pada waktu ditinggikan  Dia akan menarik semua orang untuk datang kepadaNya. Menarik semua orang datang kepadaNya adalah bukti nyata bahwa 'Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya', bukan hanya ketika Dia ada di dunia, dan karena 'Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya'. Dia pun tahu siapakah Yudas itu, tetapi Dia tidak mengusir dan membinasakannya.
'Bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu'.
Inilah ungkapan cinta Tuhan Yesus kepada umatNya. Dia sungguh merendahkan diri dan siap menjadi hamba yang melayani sesamanya dan membahagiakan mereka. Inilah kasih Allah yang dibagikan dan dinyatakan Yesus kepada semua orang. Inilah kasih yang menyelamatkan. Setiap orang  yang merindukan dan mendambahkan keselamatan harus berani menerima kasih Kristus! Maka ketika Simon Petrus memprotes tindakan Yesus dan menolakNya, dengan berkata: 'Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya',  Yesus menegaskan: 'jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku'. Mengalami, menikmati dan tinggal dalam kasih Kristus adalah kewajiban setia orang yang merindukan keselamatan.
'Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu'.
Tindakan Yesus membasuh kaki para murid adalah tindakan kasih; kalau sang Guru saja mau membasuh kaki para muridNya demikian para muridNya, kita semua, 'pun wajib saling membasuh kaki'. Perintah untuk saling membasuh adalah perintah kasih, yakni 'hendaknya kamu saling mengasihi sebagaimana Aku telah mengasihi kamu' (Yoh 13: 34), dan bila kita melakukannya kita menyatakan diri kita sendiri (Yoh 13: 35). Mengikuti Yesus berarti melakukan segala sesuatu yang telah diteladankan kepada kita.
Pembasuhan kaki adalah pralambang pelayanan Kristus yang penuh kasih, yang diungkapkan dalam perjamuan,  namun peristiwa ini bukannya inti perjamuan, sebab pelayanan itu akan memuncak di kayu salib, di saat itulah Dia memberinya nyawa tebusan bagi seluruh uma manusia.
Dalam perjamuan Paskah kali ini, Yesus memberikan makna baru, karena yang menjadi kurban Paskah, bukan anak domba sembelihan, melainkan  Dialah sekarang yang menjadi Anak Domba Paskah. Kristulah yang menjadi kurban Paskah yang menyelamatkan. Dalam perjamuan  Yesus menyatakan DiriNya,  'Dia memecah-mecahkan roti dan berkata: inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!'. Dia memang menyerahkan TubuhNya sebagai Kurban Persembahan yang berkenan kepada Allah. TubuhNya adalah Pemberian Diri sepenuhnya.  'Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata:  cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!'. Pemeteraian dengan darah berarti bersifat kekal dan tidak dapat ditarik kembali, sebuah kurban pelunas dosa yang membebaskan dan menyelamatkan umat manusia seluruhnya.
Hari ini Yesus menampilkan kurban cintanya secara ritual dan besok kita akan merayakan kurban cinta dalam darah di kayu salib.
 
 
Oratio :
Yesus, ajarilah kami untuk selalu berani berbagi kasih sebagaimana Engkau telah mendahului dan memberi contoh kepada kami. Semoga kebanggaan kami menjadi orang-orang kristiani juga kami ungkapkan dalam berbagi kasih, bukan hanya dalam nama dan kata-kata, melainkan dalam tindakan dan perbuatan.
Ya Yesus, semoga kami pun semakin setia ikutserta dalam perayaan Ekaristi agar semangat  pelayan kasihMu semakin menjadi jiwa kami dalam mengabdi Engkau.
 
Contemplatio :
            'Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku'.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening