Rabu dalam Pekan Suci

20 April 2011
Yes 50: 4-9  +  Mzm 69  +  Mat 26: 14-25
 
 
Lectio :
Suatu hari pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
 
Meditatio :
'Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'
Itulah tawaran Yudas Iskariot kepada imam-imam kepala. 'Tiga puluh uang perak' itu sekitar puluhan ribu rupiah. Dalam jumlah tidaklah berarti harga sebesar itu. Itu harga seorang Yesus dari Nazaret, seorang Guru Pembuat mukjizat, sekaligus harga Seorang yang sering membikin onar di mata imam-imam kepala kepadanya. Yesus memang tidak ada harganya di mata mereka, lebih baik Dia dimusnakan karena seringkali mengobrak-abrik tatanan yang sudah ada, lagi pula Dia itu menghojat Allah!
 'Pergilah ke kota dan katakan kepada seseorang di sana: pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'.
Penegasan Yesus ini menunjukkan bahwa segalanya harus terjadi sebagaimana kehendak Allah. Yesus bersama para muridNya bisa mengadakan pesta Paskah. Tak ada fasilitas dan tak ada harta benda yang mereka miliki, tetapi semuanya dapat berlangsung dengan baik, karena kehendak Allah. Dalam Tuhan segalanya bisa terjadi, omnia parata.
'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'.
Ributlah pesta paskah mereka. Bagaimana semuanya ini terjadi, bukankah mereka selama ini satu hati, ke mana mereka pergi dan melayani selalu bersama-sama? 'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan', tegas Yesus kepada mereka.
Segalanya harus terjadi; dan Yesus pun sadar bahwa segalanya harus Dia lalui, 'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia', walau tak dapat disangkal penyesalan sebagai seorang Anak manusia terungkap juga dalam mulud seorang Yesus: 'celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan'. Semuanya akan dilaluiNya, karena memang itulah kehendak Bapa (Mat 26: 39); sang Anak Manusia mentaati dengan setia kehendak Bapa yang mengutusNya.
Kalau dalam renungan Injil kemarin  Yesus dengan ringan tanpa beban mengatakan: 'apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera'  kepada Yudas, tidaklah demikian dalam Injil Matius yang sungguh memberi perhatian kepada kemanusiaan Yesus, yang menghendaki 'cawan itu berlalu' (Mat 26: 39). Sampai saat terakhir ketika Yudas bertanya: 'bukan aku, ya Guru?', Yesus hanya memberi komentar: 'engkau telah mengatakannya'; Yesus tidak memberikan jawaban pasti.  
Sukacita dapat melaksanakan kehendak Tuhan Allah, dan keyakinan bahwa Allah akan membantu dirinya, terungkap dalam bacaan Kitab Yesaya hari ini:
'Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.
Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!
Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?'.
Sukacita inilah juga yang dinikmati oleh Yesus Anak Manusia. Inilah sukacita Paskah!  Berani maju pantang mundur, karena Allah menghendaki.
 
Oratio :
Yesus, sampai akhir hidupMu di dunia Engkau tetap menampakkan segi kemanusiaanMu dalam menghadapi hidup; Engkau juga manusia biasa seperti kami, kecuali dalam dosa, namun dengan berani Engkau melakukan kehendak Bapa yang mengutus Engkau. 'Aku datang untuk melaksanakan kehendakMu ya Bapa'.
Yesus Kristus, semoga Engkau juga menguatkan kami dalam hidup dalam memanggul salib yang tampak ketika kami menjalankan tugas-tugas yang berat dan penuh resiko. Semoga dengan penuh semangat kami melaksanakan semuanya itu demi perkembangan hidup kami, dan tanda cinta kami kepadaMu yang mengharapkan keselamatan daripadaMu.
 
Contemplatio :
            Anak Manusia akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia.
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening